Travel

'Jembatan Udara' akan Memudahkan Perjalanan Antara London dan New York

Leonard Leonard - Minggu, 30 Agustus 2020
'Jembatan Udara' akan Memudahkan Perjalanan Antara London dan New York

Memperkenalkan 'jembatan udara transatlantik'. (Foto: Unsplash/Nathan Hobbs)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA masa-masa normal, umumnya sebanyak lima juta pelancong Inggris mengunjungi AS. Begitupun sebaliknya, jumlah pelancong yang hampir sama melakukan perjalanan dari AS menuju Inggris. Perjalanan antara kedua negara hampir tidak mungkin dilakukan sejak Maret 2020 akibat pandemi Corona.

Namun, seperti yang dilansir laman Time Out, sekarang pemerintah Inggris dan Amerika dikatakan sedang dalam pembicaraan untuk memperkenalkan 'jembatan udara transatlantik'. Jalur baru itu akan menghubungkan kota London dengan New York.

Baca juga:

Australia Mungkin Masih Tertutup Hingga Juli 2021

1
Kebijakan 'koridor perjalanan regional' sedang dipelajari pemerintah Inggirs. (Foto: Unsplash/Andre Benz)

Pejabat pemerintah Inggris sedang mempelajari rencana untuk kebijakan 'koridor perjalanan regional' baru, mengutip lalman The Daily Telegraph melaporkan.

Hal ini akan memungkinkan perjalanan ke dan dari daerah 'berisiko rendah' di negara-negara yang saat ini tidak termasuk dalam daftar 'perjalanan aman' Inggris, karena tingkat penularannya tinggi. Di AS, ini bisa mencakup wilayah seperti kota New York.

Saat ini, pelancong dari Inggris dilarang masuk ke AS, sementara orang Amerika bisa terbang ke Inggris tetapi harus mengisolasi diri selama 14 hari setelah kedatangan.

Di bawah aturan baru, penduduk New York dan London akan dapat melakukan perjalanan ke dan dari kota mana pun tanpa wajib karantina.

Namun, sampai saat ini masih belum jelas sejauh mana para pelancong akan dapat menjelajah luar batas kota saat sampai di kedua kota tersebut.

Baca juga:

Dua Bandara di Kota New York Siapkan Tempat Uji Virus

2
Warga Inggris hingga kini masih dilarang masuk ke AS. (Foto: Unsplash/Aron Van de Pol)

Bagi pemerintah Inggris, jembatan udara baru kemungkinan akan bergantung pada kasus-kasus virus Corona di wilayah New York, saat tersisa di bawah ambang batas 20 per 100.000 orang, diukur selama periode tujuh hari. Rata-rata kota AS saat ini adalah 7,2 per 100.000 orang, dibandingkan dengan London di angka 10,2.

Kenyataan sulit ini jelas butuh usaha ekstra. New York dan London telah lama menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk merayakan Natal.

Jika pandemi virus Corona tahun 2020 berakhir, singgah di salah satu kota terbesar di dunia itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan. (lgi)

Baca juga:

Spektakuler, Liburan dari New Delhi ke London Cukup Pakai Bus

#Traveling #Travel #Traveling Ke Luar Negeri #London #New York
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Lifestyle
IOITE 2026 Hadirkan Solusi Lengkap Rencana Outing Perusahaan dan Perjalanan Insentif Karyawan
Pameran ini mempertemukan kebutuhan perusahaan seputar corporate outing, gathering, perjalanan insentif, serta team building bersama para pelaku industri.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IOITE 2026 Hadirkan Solusi Lengkap Rencana Outing Perusahaan dan Perjalanan Insentif Karyawan
Indonesia
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Jakarta tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Indonesia
Gubernur Pramono ke Amerika Ketemu Zohran Mamdani, Bahas Transportasi hingga Pengelolaan Sampah
Wali Kota Mamdani mengajak Pramono bergabung dengan para pemimpin kota dunia di New York untuk membahas solusi atas sejumlah persoalan perkotaan.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Gubernur Pramono ke Amerika Ketemu Zohran Mamdani, Bahas Transportasi hingga Pengelolaan Sampah
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Dunia
Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan 170.000 dokumen tersebut menunjukkan asbes ditemukan hampir di setiap lokasi yang diperiksa di sekitar Ground Zero.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
  Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11
Bagikan