Jawaban Kemendagri Soal E-KTP Berserak, Dirjen: E-KTP Sengaja Dibuang
Ilustrasi e-KTP (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
MerahPutih.com - Ribuan e-KTP tercecer di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (8/12). Tak ayal kegaduhan kembali bergejolak. Ditambah pula kian memasuki tahun politik.
Adapun jumlah e-KTP yang ditemukan itu sebanyak 2.153 keping. Dengan rincian 63 rusak, 3 cetakan 2014, sisanya 2.087 cetakan 2011-2013.
Menanggapi hal itu, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, ribuan e-KTP di Pondok Kopi itu sengaja dibuang. Namun, dirinya belum bisa menjelaskan siapa oknum yang sengaja membuang e-KTP tersebut.
Sebab, sambung dia, hingga saat ini pihak Kepolisian Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terkait persoalan tercecernya ribuan e-KTP itu.
"Saya ingin luruskan bahwa e-KTP yang di Duren Sawit bukan KTP elektronik yang tercecer. Tapi e-KTP yang sengaja dibuang. Kalau tercecer itu, kan tidak sengaja jatuh di pinggir jalan. Tapi itu di tempat terbuka, sehingga indikasinya kuat memang sengaja diletakkan di situ," ujar Zudan di Jakarta, Selasa (11/12).
Meski demikian, Zudan menuturkan pihak kepolisian telah menemukan beberapa terduga oknum yang sengaja membuang ribuan e-KTP itu.
Tapi polisi belum mau mengungkap siapa terduga pelaku pembuangan e-KTP tersebut ke publik karena masih dalam penyelidikan polisi.
Di samping itu juga, Zudan tak berspekulasi terkait apakah oknum yang membuang e-KTP itu merupakan petugas Disdukcapil atau bukan.
"Sekarang Polda terus mendalami, sudah memberikan laporan sudah mengerucut ke beberapa titik. Tapi saya belum bisa membuka siapa yang membuang itu karena sedang tahap penyelidikan," jelasnya.
Agar peristiwa tercecernya e-KTP itu tak terulah kembali. Zudan berharap, pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk lebih teliti kembali dalam mengelola e-KTP.
"Solusinya adalah sanksi tegas, keras sebagai orang yang membuang dokumen negara itu. Maka kehatian-kehatian kita secara internal itu semua dokumen KTP elektronik yang rusak tidak terpakai harus segera dipotong," ungkapnya. (Asp)
Bagikan
Berita Terkait
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diberhentikan Sementara, Mendagri Tito: Langgar Aturan Pergi ke Luar Negeri
Kemendagri Telusuri Sumber Biaya Umrah Bupati Aceh Selatan di Tengah Bencana
Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana, Anak Buahnya Ikut Terseret Diperiksa
Mirwan MS dalam Pemeriksaan, Wamendagri: Kepala Daerah Tak Boleh Tinggalkan Tugas Saat Bencana
Presiden Prabowo Minta Kemendagri Copot Bupati Aceh Selatan, Ini Respons Wamendagri
60 Ribu Desa Tak Punya Aturan Jelas Batas Wilayah, Negara Targetkan 5 Ribu Beres 2029
Cuma 14% Desa Indonesia Punya Perkada Batas Desa, 60 Ribu Sisanya Simpan Potensi Konflik
Bupati Pati Sudewo Batal Dimakzulkan, Kemendagri: Ini Pelajaran Mahal bagi Kepala Daerah
Kasus Wakil Bupati Pidie Jaya Gampar Kepala SPPB MBG Sudah Masuk Radar Inspektorat Kemendagri
Viral Warga Israel Diduga Punya KTP Indonesia, Begini Penjelasan Disdukcapil Cianjur