Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jangan Sampai Kehilangan Orang Tersayang, Kenali Potensi Bunuh Diri

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 10 September 2019
Jangan Sampai Kehilangan Orang Tersayang, Kenali Potensi Bunuh Diri

Sebanyak 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BETAPA banyak keluarga di dunia ini yang sudah kehilangan orang tercinta karena bunuh diri. WHO mencatat satu orang meninggal dunia setiap 40 detik karena bunuh diri atau mencapai angka 800.000 orang setiap tahun. Angka yang sangat mengejutkan tentu saja.

"Setiap kematian adalah tragedi bagi keluarga, teman, dan kolega. Namun, bunuh diri dapat dicegah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam laporan tentang kematian akibat bunuh diri pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, 10 September. Dia menyerukan agar negara-negara melakukan strategi pencegahan bunuh diri dalam pendidikan nasional berkelanjutan.

Baca Juga:

7 Mitos dan Fakta Tentang Bunuh Diri, Pernah Dengar?

Kasus bunuh diri di Indonesia memang masuk jajaran negara terendah. Berada di bawah negara tetangga Malaysia, Papua Nugini, dan Australia. WHO mencatat Indonesia jumlah kurang dari 5 orang (per 100.000 jiwa). Sementara lima kasus bunuh diri tertinggi yaitu Sri Lanka dengan angka rata-rata 34.6, Guyana 30.6, Mongolia 28.1, Kazakhstan 27.5, dan Pantai Gading 27.2. Negara lain yang terkenal besar kasusnya seperti Korea Selatan 24.1 dan Rusia 17.9.

Data kasus bunuh diri di dunia. (Foto: who.int)
Data kasus bunuh diri di dunia. (Foto: who.int)

Mencegah dengan melihat tanda-tanda

Dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSUP Fatmawati dr Dian Pitawati Sp.KJ menganjurkan masyarakat untuk mencegah sesegera mungkin orang yang ingin bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya.

Dalam bincang-bincang di Kementerian Kesehatan Jakarta, ia mengatakan orang yang memiliki keinginan bunuh diri diawali dengan perubahan sikap secara drastis yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Sebenarnya mudah. Lihat teman kita yang sudah ada perubahan 'mood', cenderung sedih, sering menangis, menarik diri, mudah marah, agresivitas yang belum pernah kita lihat sebelumnya," katanya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

4 Kalimat yang Biasa Diucapkan Sebelum Bunuh Diri, Anda Mesti Waspada

Dampingi hingga depresi berkurang

Kamu bisa mencegah bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya. (Foto: Pixabay/rebcenter-moscow)
Kamu bisa mencegah bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya. (Foto: Pixabay/rebcenter-moscow)


Perhatikan pula ide-ide lain yang berkaitan dengan bunuh diri atau keputusasaan seperti lebih senang memegang pisau, atau menulis surat dan pesan-pesan yang sifatnya putus asa dan lain-lain.

Sebagai seorang teman atau keluarga yang paling dekat dengan seseorang seperti demikian, kata dia, hendaknya jangan menuduh orang tersebut kurang keimanan dan menyuruhnya untuk beribadah lebih giat dan rajin lagi.

Hal yang harus dilakukan, kata dr Dian, adalah mendampinginya dan mendengarkan keluhannya untuk mengurangi beban orang tersebut hingga depresinya berkurang.

"Jika masalah yang dihadapi cukup berat, sebaiknya ditemani untuk datang ke tenaga medis agar mendapat penanganan segera," katanya

Peran media sosial dalam pencegahan

Media sosial bisa berperan untuk pencegahan bunuh diri. (Foto: Pixabay/GoranH)
Media sosial bisa berperan untuk pencegahan bunuh diri. (Foto: Pixabay/GoranH)

Dr Dian tidak menampik bahwa di era teknologi di mana seseorang bebas mengekspresikan dirinya di internet, seseorang yang tengah depresi juga memungkinkan untuk menyuarakan isi hatinya di media sosial.

Jika melihat kondisi seperti demikian, ia menyarankan agar warganet yang mengetahui hal tersebut memberikan informasi mengenai lembaga atau organisasi yang memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan jiwa.

"Hotline maupun LSM yang peduli terhadap kesehatan jiwa sudah ada banyak seperti Peduli Remaja Indonesia, Into The Light, dan lain-lain," demikian dr Dian Pitawati. (Iel)

Baca Juga:

4 Selebriti yang Meninggal Bunuh Diri Seperti Chris Cornell

#Bunuh Diri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan