4 Kalimat yang Biasa Diucapkan Sebelum Bunuh Diri, Anda Mesti Waspada

Rina GarminaRina Garmina - Selasa, 25 Juli 2017
4 Kalimat yang Biasa Diucapkan Sebelum Bunuh Diri, Anda Mesti Waspada

Kasus bunuh diri menimpa berbagai kalangan. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KABAR meninggalnya vokalis Linkin Park, Chester Bennington, akibat gantung diri sungguh mengejutkan. Apalagi kematiannya terjadi tepat di hari ulang tahun sahabatnya, Chris Cornell, yang dua bulan sebelumnya juga ditemukan tewas setelah gantung diri.

Baik Chester maupun Chris disebut-sebut sama mengalami depresi. Tak dapat ditampik, banyak orang yang stres atau depresi, namun tak menyadarinya. Kemudian adapula orang yang stres atau depresi, tetapi enggan konsultasi dengan psikolog atau psikiater karena mereka ingin mengatasi persoalan sendiri, tidak nyaman membicarakan persoalan pribadi dengan orang lain serta malas mengikuti terapi.

Beberapa orang yang akan bunuh diri juga kadang memberikan gelagat yang mencurigakan. Berikut beberapa kalimat yang biasa mereka ucapkan hasrat bunuh diri membuncah.

1. "Saya harap saya mati."

Kalimat ini biasanya tebersit ketika seseorang merasa putus asa menghadapi persoalan yang dihadapinya hingga terpikir seandainya sekarang telah meninggal dunia, ia mungkin tak perlu menghadapi masalah tersebut.

2. "Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya lagi."

Ketika seseorang telah berencana bunuh diri, ia pikir orang lain tak perlu lagi mengkhawatirkan kondisinya. Dan kata-kata itu kadang ia sampaikan langsung kepada orang-orang terdekat.

3. "Bagaimana Anda meninggalkan tubuhmu untuk ilmu pendidikan?"

Nah, orang yang mengucapkan kalimat ini sepertinya berharap bunuh diri yang ia lakukan dapat bermanfaat bagi ilmu pendidikan. Padahal, tidak demikian, bukan?

4. "Mengapa selalu saja ada ketidakbahagiaan dalam hidup?"

Kalimat ini juga umumnya diucapkan oleh orang yang sedang putus asa. Entah akibat sering dikecewakan kekasih, mendapatkan pelecehan di tempat kerja atau sekolah, atau tidak bahagia dengan pernikahannya.

Pernah mendengar anggota keluarga atau teman menyampaikan empat kalimat tadi kepada Anda? Bila ya, Anda sebaiknya mengajaknya bicara dari hati ke hati untuk mengetahui persoalan yang sedang dihadapinya dan memberinya solusi yang dapat menguatkan hati dan membatalkan niatnya bunuh diri. (*)

Sumber: colostate.edu

Baca juga artikel mengenai kasus perempuan bunuh diri akibat patah hati di sini: Status Facebook Terakhir Mayang Sebelum Bunuh Diri.

#Bunuh Diri #Chester Bennington #Chris Cornell
Bagikan
Ditulis Oleh

Rina Garmina

Cooking Mama :)

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan