7 Mitos dan Fakta Tentang Bunuh Diri, Pernah Dengar?
Setidaknya ada 7 mitos dan fakta tentang bunuh diri. (Foto: Pixabay)
ADA beberapa mitos dan fakta tentang bunuh diri. Apa saja mitos dan fakta tersebut? Ini jawabannya.
1. Mitos : Masa remaja bebas dari masalah hidup.
Fakta : Masa remaja merupakan saat di mana hidup ibarat roller-coaster.
2. Mitos : Orang yang bicara tentang bunuh diri tidak akan pernah melakukannya.
Fakta : Ketika seseorang bicara tentang bunuh diri, ia mungkin memberi sinyal ucapannya itu tidak boleh diabaikan. Ini merupakan salah satu bentuk meminta bantuan.
3. Mitos : Bicara kepada seseorang mengungkapkan hasrat bunuh diri akan mendorongnya bunuh diri.
Fakta : Meminta seseorang mengungkapkan hasrat bunuh diri justru akan membuatnya merasa akhirnya ada juga orang lain yang dapat merasakan luka hatinya. Dan ini akan melenyapkan hasrat bunuh dirinya.
4. Mitos : Orang bunuh diri hanya untuk mencari perhatian.
Fakta : Bunuh diri merupakan indikator bahwa semua bantuan yang diberikan kepada pelaku diri telah gagal.
5. Mitos : Ada tipe orang tertentu yang berhasrat bunuh diri.
Fakta : Hasrat bunuh diri bisa muncul pada siapapun. Upaya bunuh diri di lingkungan keluarga dapat meningkatkan risiko bunuh diri di keluarga tersebut.
6. Mitos : Semua pelaku bunuh diri mengalami gangguan jiwa dan bunuh diri merupakan tindakan yang dilakukan orang sakit jiwa.
Fakta : Meski merasa amat tidak bahagia, orang yang bunuh diri tidak selamanya mengalami gangguan kejiwaan.
7. Mitos : Semua orang yang berhasrat bunuh diri ingin mengakhiri hidupnya dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Fakta : Banyak orang yang berhasrat bunuh diri mengalami dilema untuk menjawab pertanyaan "Saya ingin mati?" atau "Saya ingin hidup?"
Dari tujuh mitos dan fakta tersebut, Anda pernah dengar yang mana? (*)
Sumber: colostate.edu
Baca juga artikel mengenai kasus bunuh diri akibat gangguan kejiwaan pada artikel Dua Wanita Yang Bunuh Diri Di Apartemen Gateway Idap Gangguan Jiwa.
Bagikan
Berita Terkait
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Selamat Tahun Baru dari Kiribati, Atol Kecil yang Jadi Tempat Pertama Menyambut 2026
Analisa Psikologi Forensik: Diplomat Arya Bunuh Diri karena Burn Out
Tidak Ada Kandungan Racun-Narkoba-Alkohol di Tubuh Diplomat Arya, Cuma Paracetamol dan Chlorpheniramine