Kesehatan

Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Perut Masih Kosong

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 22 Oktober 2019
Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Perut Masih Kosong

Makanan yang harus dihindari saat perut kosong (Foto: pexels/pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JANGAN sembarang makan saat perut masih kosong. Apalagi untuk kamu yang memiliki riwayat asam lambung, sudah seharusnya memerhatikan apa yang akan dikonsumsi. Pasalnya saat perut dalam keadaan kosong, ada beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari. Beberapa di antaranya bisa mengakibatkan rasa sakit di bagian ulu hati, sehingga rasa mual bisa muncul setiap saat.

Melansir dari laman alodokter, terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari bagi penderita asam lambung ataupun saat perut masih kosong. Makanan dan minuman apa saja sih pantangannya? Yuk simak lebih jauh.

Baca juga:

Sehat dan Ramah Diet, Makanan ini Bisa Menenangkan

1. Pedas

Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Perut Masih Kosong
Makanan pedas bisa menimbulkan nyeri di bagian ulu hati (Foto: pexels/artem beliaikin)

Saat perut kosong, sebaiknya hindari makanan pedas. Terutama pada penderita sakit maag dan asam lambung. Makanan pedas bisa menimbulkan iritasi pada lapisan kerongkongan hingga terasa nyeri di bagian ulu hati. Perut kosong yang terisi makanan pedas akan mengalami gangguan pencernaan.

Ditandai dengan perut terasa nyeri, mual, muntah, kram, ataupun kembung. Untuk menghindari rasa sakit, kamu bisa mengganti cabai dengan bahan lain seperti merica. Selain itu, kamu juga mengganti saus sambal dengan saus tomat.

2. Kafein dan soda

Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Perut Masih Kosong
Hindari konsumsi minuman beralkohol, soda dan kafein saat perut kosong (Foto: pexels/burst)

Selain minuman beralkohol, kandungan kafein dan soda juga tak baik dikonsumsi saat kondisi perut kosong. Bila dipaksakan, sebagian orang akan merasakan asam lambungnya naik.

Minuman yang dimaksud meliputi kopi, teh, susu soda, dan lainnya. Soda dapat meningkatkan produksi asam lambung. Ditandai rasa nyeri bagian ulu hati dan perut kembung. Baiknya, mengonsumsi air putih secara rutin. Setidaknya delapan gelas atau dua liter air per harinya.

Baca juga:

Awas! Ini 5 Bahaya Makanan Siap Saji Bagi Tubuh Kamu

3. Es Jeruk

Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Perut Masih Kosong
Kandungan asam dalam jeruk bisa memicu permasalahan lambung (Foto: pexels/breakingpic)

Untuk jaga kestabilan kadar asupan gula dan fruktosa tetap normal, disarankan tak mengonsumsi es jeruk dalam keadaan perut kosong. Melansir dari laman extra cripsy, jurnal terbitan Cell Metabolism Princeton University mengabarkan kandungan gula dan fruktosa dalam usus kecil bisa naik ke hati.

Kadar gula dalam segelas es jeruk dua kali lebih tinggi dari biasanya. Maka dari itu, usus kecil lebih baik memproses fruktosa seusai makan. Fruktosa yang mencapai usus besar bisa jadi masalah yang serius. Mikrobiome dirancangan secara khusus untuk tak bertemu dengan gula. Lebih dari 90 persen fruktosa dibersihkan oleh usus kecil.

4. Bawang putih

Jangan Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Perut Masih Kosong
Meski memiliki ragam manfaat, mengonsumsi bawang putih saat perut kosong membahayakan kesehatan tubuh (Foto: pexels/min an)

Sering dijadikan bumbu masakan ataupun bahan pelengkap. Bawang putih memiliki ragam khasiat, di antaranya mengobati sakit jantung, tekanan darah dan turunkan kolestrol. Tak hanya itu, juga efektif redakan diare, infeksi jamur, diabetes, flu, membuang racun dan tingkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sayangnya, bawang putih berisiko menimbulkan asam lambung naik. Meski begitu, efeknya ke setiap orang berbeda-beda. Kandungan senyawa dalam bawang putih bisa melukai lever, buat diare, mual, muntah, ataupun migrain jika dikonsumsi saat perut kosong. (Dys)

Baca juga:

Kimchi Baik untuk Kesehatan, Masa Sih?

#Lampu Kuning Oktober #Kesehatan #Info Kesehatan #Tips Kesehatan #Kesehatan Makanan #Risiko Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih jika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Lifestyle
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Pecahnya materi genetik, akan menurunkan kemampuan sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Bagikan