Kesehatan

Jangan Anggap Sepele Gejala Ringan di Situasi Omicron

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 15 Februari 2022
Jangan Anggap Sepele Gejala Ringan di Situasi Omicron

Batuk menjadi salah satu gejala Omicron. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAKIT tenggorokan, batuk, hidung tersumbat, merasa kedinginan, hingga kelelahan, adalah gejala yang harus diwaspadai di situasi saat ini. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap varian baru Omicron meski gejalanya realtif lebih ringan.

"Karena tingkat penularannya tinggi sekali, tetap bisa membuat rumah sakit terbebanin karena jumlah kasusnya tinggi, bukan karena beratnya," kata Tjandra dalam webinar kesehatan, mengutip laman ANTARA, Minggu (13/2).

Varian baru COVID-19 ini masih terus menular di berbagai belahan dunia. Meski sebagian yang mengalaminya adalah orang tanpa gejala dan kasus ringan, tetap ada juga korban jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam kurun 10 pekan, sudah ditemukan 90 juta kasus varian Omicron.

"Kurang lebih sama seperti seluruh kasus 2020," kata Tjandra.

Baca juga:

Kemenkes: Satu Positif Omicron, 5 Probable di Indonesia

Jangan Anggap Gejala Ringan di Situasi Omicron
Memeriksa diri saat bergejala atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Ia mengatakan, kasus reinfeksi juga lebih sering terjadi pada varian ini dari bukti-bukti bahwa Omicron bisa menembus imunitas yang ada pada orang yang pernah sakit. Ia mengingatkan lagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh untuk kembali menerima suntikan dosis penguat alias booster agar efikasi vaksin yang sudah turun menjadi naik.

Sebelumnya, perbincangan seputar varian Omicron di Indonesia diramaikan oleh pencegahan masuknya Omicron dari luar negeri, tapi kini pembicaraan bergeser ke transmisi lokal. Di berbagai negara, kasus Omicron sudah mulai turun setelah melewati waktu sekitar satu sampai dua bulan dari awal jumlah kasus mulai naik. Namun ada juga negara yang kasusnya makin bertambah.

"Kita berharap kalau naik tidak terlalu tinggi kasusnya dan bisa segera turun," ujarnya.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Ban Mobil Tularkan Virus Omicron

Jangan Anggap Gejala Ringan di Situasi Omicron
Segera lakukan vaksinasi booster. (Foto: Unsplash/Parang Mehta)

Dilihat dari kasus Omicron di RSUP Persahabatan, gejala yang banyak terlihat 68 persen adalah batuk kering, 54 persen nyeri tenggorokan, 27 persen pilek, sakit kepala 36 persen, letih dan nyeri otot 60 persen, lima persen nyeri perut, dan 18 persen demam.

"Dulu orang-orang ke RS dalam keadaan menggigil, sekarang keluhannya lebih ke saluran napas atas," katanya.

Tjandra mengingatkan masyarakat untuk memeriksa diri saat bergejala atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Jika terbukti positif, segera beri tahu orang-orang yang pernah kontak dekat.

Pemerintah pun diharapkan untuk meningkatkan serta mempermudah tes, serta menggiatkan telusur. Vakasinasi juga penting dalam menghadapi COVID-19. Masyarakat diiharap agar mau diberi vaksin yang tersedia, sementara pemerintah diharapkan memperudah vaksinasi dan meningkatkan vaksinasi lansia. (and)

Baca juga:

4 Sopir Antar Kota di Jatim Diduga Terpapar COVID-19 Omicron

#Kesehatan #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan