Kesehatan

Jangan Anggap Enteng si Kecil Tungau

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 06 Oktober 2022
Jangan Anggap Enteng si Kecil Tungau

Tungau hidup dekat dengan manusia. (Unsplash/Inside Weather)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TUNGAU adalah hewan mikrokospik yang hidup dekat dengan manusia, entah di kasur, soft furniture, atau tempat lainnya yang lembab. Secara langsung tungau bukanlah ancaman bagi amnusia. Hewan kecil ini memakan sel-sel kulit mati yang tertinggal misalnya di kasur. Yang berbahaya adalah enzim kotoran tungau yang dapat memicu terjadinya alergi.

Terutama adalah alergi yang dapat menimpa anak-anak. Umumnya orangtua agak tidak mempedulikan bila anaknya terkena alergi. Salah satu tanda anak-anak yang terkena alergi tungau ini batuk/pilek di malam hari sampai pagi. Ketika matahari sudah naik, gejala itu kemudian menghilang. Ini yang kemudian membuat para orangtua mengenyamping hal-hal itu.

Baca Juga:

Deteksi Kanker Payudara Bisa Dilakukan Sejak Remaja

webinar
Tungau dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. (screenshot)

Dari webinar Cara Tepat Atasi Anak Balita Rentan Alergi Tungau dengan pembicara founder HydroClean Pratiwi Halim dan dokter spesialis anak dan founder @tentanganakofficial dr Mesty Ariotedjo, dipandu oleh Ivy Batuta, mengungkap berbahayanya alergi tungau pada tumbuh kembang anak.

“Orangtua harus peduli bila anak-anak sudah menunjukan gejala batuk/pilek yang hanya terjadi di malam hingga pagi hari sebelum matahari naik. Sebab bila dibiarkan alergi ini bisa menyebabkan sesak nafas dan lebih seram lagi dapat berakibat kematian,” kata dr Mesty menekankan.

Untuk itu dibutuhkan penanganan khusus untuk membersihkan sarang-sarang tungau dengan teknologi yang mumpuni, seperti yang dimiliki oleh HydroClean. “Teknologi yang dimiliki oleh HydroClean ini mampu menyedot hingga kedalaman sekitar 15 cm yang memungkinkan tungau dan debu lainnya yang ada, misalnya di kasur atau soft furniture, tersedot dengan baik,” jelas Pratiwi.

Kemudian alat yang tak menggunakan bahan kimia ini menggunakan media air yang menampung segala debu dan tungau terserap di dalamnya. Media air itu sekaligus menjadi indikator sejauhmana pembersihan/penyedotan itu dilakukan. Jika indikatornya sudah jernih maka proses penyedotan sudah selesai dan tidak meninggalkan kotoran di obyek yang dibersihkan.

Baca Juga:

Tips Mengatasi Luka Bekas Cacar

kasur
Salah satu sarang tungau adalah tempat tidur. (Pexels/Monica Silvestre)

Seperti yang dikatakan dr Mesty, jika pencetus sumber alergi sudah dibersihkan maka anak-anak dapat terbebas dari alergi yang mengganggu tumbuh kembangnya. Meskipun demikian dia mengatakan bahwa orangtua harus tetap menjaga anak-anaknya dari kemungkinan alergi. Jika alergi dibiarkan maka alerginya akan naik level, dari hanya kulit kemerahan kemudian batuk/pilek dan dapat mengarah pada asma.

Dia mengungkapkan bahwa ada faktor lain anak-anak alergi. Seperti faktor keturunan, bila salah satu orangtua memiliki alergi maka 40 persen kemungkinan anak akan mengidap alergi. Bila kedua orangtua mengidap alergi maka potensinya naik menjadi 80 persen.

Untuk menjaga anak-anak dari alergi, Pratiwi memberikan tipsnya, jika anak-anak yang memiliki potensi alergi, dia menyarankan melakukan pembersihan kasur, soft furniture dan lain-lain dengan frekuensi satu bulan sekali. Namun anak-anak yang tidak memiliki potensi alergi, dia menyarankan 3-6 bulan sekali melakukan penyedotan. (psr)

Baca Juga:

Deteksi Dini Gangguan Penglihatan

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan