Tips Mengatasi Luka Bekas Cacar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Oktober 2022
Tips Mengatasi Luka Bekas Cacar

Luka bekas cacar dapat bertahan hingga bertahun-tahun. (Foto: Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LUKA bekas cacar bisa jadi sangat menyebalkan dan membuat seseorang merasa tidak percaya diri. Warna yang cokelat gelap, tekstur yang kasar dan bergelombang, serta jumlahnya yang banyak sering dianggap mengganggu penampilan. Apalagi jika bekasnya berada di wajah.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah cacar menjadi berbekas. Misalnya dengan menghindari mencakar lesi cacar yang berisikan air, gunakan sarung tangan untuk menghindari luka akibat kuku, oleskan salep yang menenangkan kulit, mengonsumsi obat antihistamin atau obat alergi. Namun, hal ini belum tentu mencegah luka bekas cacar sepenuhnya.

Meski sebenarnya bekas cacar ini bisa memudar dan hilang seiring berjalannya waktu, tetapi tak jarang ada pula bekas yang bertahan hingga bertahun-tahun setelahnya. Bahkan, bisa bertahan sampai seseorang beranjak dewasa.

Mengutip Healthline, ada berbagai cara untuk mengatasi bekas cacar bagi anak-anak dan orang dewasa. Mulai dari cara alami, produk kesehatan kulit, sampai ke perawatan kecantikan. Namun, tidak semuanya efektif untuk dicoba. Ada beberapa bahan yang terbukti ampuh untuk menghilangkan luka bekas cacar, adapula yang tidak.

Baca juga:

Tidak Boleh Mandi Saat Cacar Adalah Mitos

Cara Alami

- Vitamin E

Jenis vitamin yang satu ini erat kaitannya dengan kesehatan kulit. Banyak penelitian menyebutkan kalau vitamin E bisa membantu menghilangkan dan memudarkan bekas luka. Namun, hal ini tidak terbukti 100 persen juga karena di penelitian lain menunjukkan kalau vitamin E tidak menunjukkan dampak signifikan.

- Rosehip Oil

Nah, kalau minyak yang satu ini punya banyak kandungan antioksidan. Banyak penelitian yang menunjukkan kalau mengaplikasikan rosehip oil secara rutin dua kali sehari selama 12 minggu bisa membantu memudarkan luka.

Tips Mengatasi Luka Bekas Cacar
Minyak esensial rosehip disebut dalam banyak penelitian mampu menghilangkan bekas cacar jika dioleskan dengan rutin. (Foto: Freepik)

Produk Kesehatan Kulit

- Krim Retinol

Retinol mengandung vitamin A di dalamnya yang bisa merangsang produksi kolagen. Zat kolagen ini selain membuat kulit jadi lebih awet muda, juga bisa membantu sel kulit baru yang sehat untuk tumbuh.

- Exfoliants

Produk eksfoliasi mampu mengangkat sel kulit mati yang telah menghitam. Selain membuat bekas luka jadi memudar, pengangkatan kulit mati juga akan menghaluskan tekstur kulit.

- Krim Penghilang Luka

Sebenarnya, hanya sedikit penelitian yang mendukung kalau krim ini mampu mengatasi luka akibat cacar. Namun, krim penghilang luka sendiri telah banyak diklaim orang sangat membantu dan membuat warna cokelat atau hitam akibat luka jadi memudar.

Baca juga:

Ketika Cacar Air Menjangkit saat Vakansi

Tips Mengatasi Luka Bekas Cacar
Ada pula prosedur perawatan kecantikan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bekasnya, misalnya dengan microneedling. (Foto: Freepik)

Perawatan Kecantikan

- Pemotongan Kulit Luka

Seperti namanya, proses ini dilakukan oleh tenaga profesional untuk mengangkat lapisan kulit yang berbekas. Nah biasanya pengangkatan ini akan menimbulkan cekungan. Jika cekungannya besar, kulit tadi akan dijahit untuk menutupi bekas luka. Nah, nanti kulit baru akan tumbuh untuk menutupi bekas luka tadi.

- Microneedling

Seperti namanya, sebuah jarum kecil akan ditusukkan ke dalam kulit guna mengungkit lapisan kulit yang rusak. Proses ini akan merangsang pertumbuhan kolagen supaya hasil akhirnya kulit menjadi lebih halus. Prosedur ini normalnya butuh beberapa kali perawatan supaya hasilnya terlihat lebih maksimal. (mcl)

Baca juga:

Tips Menyamarkan Bekas Luka Agar Kulit Damai Berseri

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan