Jandia Eka Putra Diduga Aniaya Aparat, PSIS Semarang Buka Suara

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 10 Mei 2022
Jandia Eka Putra Diduga Aniaya Aparat, PSIS Semarang Buka Suara

CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Manajemen PSIS Semarang merespons kasus yang tengah menimpa kiper, Jandia Eka Putra di kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat.

"Kami menghormati proses hukum dan mengedepankan azas praduga tak bersalah," ucap CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya dalam siaran pers di Semarang, Senin (9/5).

Baca Juga

Persik Kediri Akan Benahi Stadion Brawijaya

Pria yang akrab disapa Yoyok ini menegaskan tidak menutup kemungkinan PSIS akan memberikan pendampingan hukum jika dibutuhkan.

Sementara Jandia Eka Putra dalam klarifikasinya mengaku tidak ikut terlibat dalam dugaan penganiayaan itu. Jandia mengaku saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

"Saya ikut dilaporkan karena diduga ikut memukul," ujarnya.

Ia menegaskan dirinya berada dalam posisi yang jauh dari korban saat terjadi peristiwa penganiayaan itu.

Baca Juga

Persiapan Liga 1, Dewa United FC Gelar TC dan Hadapi Visakha di Bali

Sebelumnya, peristiwa dugaan penganiayaan anggota Brimob Polda Sumbar Briptu Fauzi Rizki Saputra terjadi saat anggota polisi itu dan keluarganya berwisata di Pantai Pasir Jambak. Pada saat bersamaan, Jandia Eka Putra dan beberapa orang lain bermain sepak bola di lokasi yang sama.

Pada saat yang sama, datang sekelompok orang, di mana Jandia Eka Putra di antaranya, bermain main bola di pantai dan hampir mengenai keluarga anggota Brimob tersebut.

Personel Brimob sempat melakukan dua kali teguran tetapi diduga tidak diindahkan selanjutnya terjadi cekcok mulut hingga berujung pemukulan. (*)

Baca Juga

Jakmania Optimistis Thomas Doll Pecahkan Mitos Pelatih Eropa di Persija

#PSIS Semarang #Penganiayaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Dewi melemparkan gelas sampanye ke arah asistennya saat itu di sebuah restoran di kawasan Shibuya, Tokyo, pada 13 Februari tahun lalu
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Indonesia
Koordinator BEM UI Dianiaya Orang Tidak Terkenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi mengimbau korban maupun pihak terkait membuat laporan kejadian tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengusutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Koordinator BEM UI Dianiaya Orang Tidak Terkenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Olahraga
Jadwal, Siaran Langsung, Live dan Link Streaming PSIS Semarang Vs PSPS Pekanbaru Malam Ini, Buka Tirai Championship 2026/2027
PSIS Semarang akan menjamu PSPS Pekanbaru pada pertandingan pertama Grup A Championship 2026/27, Jumat (11/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Frengky Aruan - Jumat, 11 September 2026
Jadwal, Siaran Langsung, Live dan Link Streaming PSIS Semarang Vs PSPS Pekanbaru Malam Ini, Buka Tirai Championship 2026/2027
Indonesia
Bantah Ormas Terlibat kasus Warga Pejompongan Tewas Pas Demo, Polda Minta Publik Setop Beropini
Polda Metro Jaya menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan ormas dalam kasus kematian Bambang Setiyawan di Pejompongan dan minta publik setop beropini.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Bantah Ormas Terlibat kasus Warga Pejompongan Tewas Pas Demo, Polda Minta Publik Setop Beropini
Olahraga
Championship 2026/2027 Sebelumnya Dikenal Liga 2 Dibuka PSIS Vs PSPS di Semarang pada 11 September
RUPS menyetujui bahwa liga kasta kedua atau Championship dibuka 11 September.
Frengky Aruan - Senin, 24 Agustus 2026
Championship 2026/2027 Sebelumnya Dikenal Liga 2 Dibuka PSIS Vs PSPS di Semarang pada 11 September
Olahraga
Malut United Berganti Nama Jadi Java United FC dan Pindah ke Semarang, Tidak Ganggu Eksistensi PSIS
Malut United resmi berganti nama menjadi Java United FC, diikuti keputusan memindahkan markasnya dari Ternate, Maluku Utara, ke Semarang, Jawa Tengah.
Frengky Aruan - Selasa, 04 Agustus 2026
Malut United Berganti Nama Jadi Java United FC dan Pindah ke Semarang, Tidak Ganggu Eksistensi PSIS
Bagikan