Jadi Lokasi Serangan Bom Bunuh Diri, Polisi Dianggap Kebobolan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 15 November 2019
Jadi Lokasi Serangan Bom Bunuh Diri, Polisi Dianggap Kebobolan

Mapolda Sumsel (ANTARA/Yudi Abdullah/19)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai bahwa aparat keamanan telah kecolongan dengan terjadinya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Seharusnya, serangan teror yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran bagi aparat.

"Sebelumnya kejadian Pak Wiranto misalnya, lalu ini Polres Medan di Sumatera Utara kejadian lagi, saya kira itu warning, hati-hati," katanya di Kompleks Parlemen, Kamis (14/11).

Baca Juga:

YouTuber Sekaligus Bomber Polrestabes Medan Tak Terdaftar di Kemendikbud

Menurut Zulkifli, aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan tidak boleh dianggap remeh.

Pasalnya, aksi teror dilakukan di kantor polisi yang harusnya aman dan memiliki penjagaan yang cukup ketat.

Pemeriksaan di depan pintu masuk Mapolrestabes Medan, Kamis (14/11). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Pemeriksaan di depan pintu masuk Mapolrestabes Medan, Kamis (14/11). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Begitu juga dengan kejadian sebelumnya yang sudah berani menyasar pejabat negar, yakni Wiranto.

"Jadi saya kira ini perlu perhatian, apalagi dalam situasi seperti ini kan kita perlu stabilitas, oleh karena itu kan partai-partai juga sekarang intensif untuk komunikasi, paling tidak kita satu visi satu pandangan agar menjaga stabilitas dan juga memajukan Indonesia gitu," jelas dia.

Dua kejadian teror terakhir tersebut menurut Zulkifli menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki paham radikal memang ada.

Baca Juga:

Lebih Radikal, Istri Bomber Polrestabes Medan Diduga Rencanakan Aksi Teror di Bali

Keberadaan mereka juga, menurut Zulkifli, sudah dipetakan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Saya kira harus hati-hati dan saya kira BIN ya, kita, dan juga aparat keamanan lainnya betul-betul memang harus mengantisipasi segala kemungkinan. Ada di Papua, ada di Maluku, ada di Sumatera utara harus hati hati," katanya.

Petugas Kepolisian menyita sejumlah barang dari rumah pelaku bom bunuh diri RMN (24) di Mapolrestabes Medan. (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Petugas Kepolisian menyita sejumlah barang dari rumah pelaku bom bunuh diri RMN (24) di Mapolrestabes Medan. (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Sebelumnya, bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan terjadi Rabu pagi kemarin (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan bom terjadi saat banyak warga datang membuat SKCK. Dalam insiden ini, lima personel Polri dan seorang warga terluka.

Polisi memastikan pelaku bom bunuh diri bernama Rabbial Muslim Nasution tewas di lokasi. Peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah kendaraan rusak.

Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya menolak istilah "kecolongan" terkait bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan. Mahfud mengatakan, teroris memang selalu nyolong dalam setiap aksinya. (Kn u)

Baca Juga:

Polisi Amankan Istri dan Mertua Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

#Terorisme #Zulkifli Hasan
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Dunia
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kejadian di Bondi itu merupakan peristiwa yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Indonesia
Dianggap Pencitraan saat Panggul Beras, Zulhas Santai Tanggapi Hujatan Netizen
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menanggapi santai hujatan netizen terhadap dirinya. Ia dianggap pencitraan saat memanggul beras.
Soffi Amira - Selasa, 09 Desember 2025
Dianggap Pencitraan saat Panggul Beras, Zulhas Santai Tanggapi Hujatan Netizen
Indonesia
Dihujat Pencitraan Saat Bencana, Zulhas: 1 Karung Beras pun Penting
Zulhas mengungkapkan aksi panggul beras yang dilakukannya kini menjadi bahan candaan warga.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Desember 2025
Dihujat Pencitraan Saat Bencana, Zulhas: 1 Karung Beras pun Penting
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Indonesia
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Sigit menjelaskan, temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Bagikan