Kesehatan

Jadi Clean Freaks dan Ajak Semua Orang Melakukan Hal yang Sama

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 22 Oktober 2020
Jadi Clean Freaks dan Ajak Semua Orang Melakukan Hal yang Sama

Menggunakan sabun antiseptik yang menjamin bebas kuman. (Foto: Unsplash/United Nations covid-19 response)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BIASANYA kalau balik dari kampus langsung masuk ke kamar. Tidak pernah berpikiran untuk bersih-bersih terlebih dahulu. Langsung lempar tas dan rebahan.

Namun sejak pandemi semuanya berubah 180 derajat. Begitu menginjak kaki di rumah, sebelum lepas sepatu semprot dulu pakai disinfektan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Clean freaks!

Baca juga:

Masker Ini Mampu Menahan Partikel Lebih Kecil dari Tepung

bersih
Mengeluarkan isi tas dan membersihkan setiap benda di dalamnya. (Foto: Unsplash/Dean Pugh)

Enggak satu bagian pun akan terlewat dari tetesan disinfektan, bahkan semua isi tas dikeluarin dan dibersihin satu per satu. Pertama dari dompet dulu, kalau sekarang anti banget deh yang namanya pakai uang tunai, mendingan non tunai lebih aman. Semua kartu aku bersihin pakai sanitizer, casing ponsel juga ikut dilepas dan dicuci. Karena pandemi ini aku juga membedakan antara casing untuk keluar rumah dan di rumah. Wajar enggak sih?

Itu baru tahapan pertama, tahap berikutnya jangan lupa buang masker (kalau emang sekali pakai ya). Kalau masker kain mesti langsung direndam dan dicuci. Next stepnya mandi dan enggak kalah penting musti pakai sabun antiseptik yang kalau bisa baunya obat banget deh, biar kerasa kalau bebas dari kuman gitu. Ini bukan tutorial ya, tapi ini semua yang aku harus dilakuin biar merasa lebih aman dari semua bakteri yang enggak nampak batang hidungnya.

Baca Juga:

Penelitian: Seorang Pria Dikonfirmasi Dua Kali Terinfeksi Virus Corona

bersih
Clean Freaks, semenjak pandemi semua produk kebersihan harus wajib dimiliki. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Rasanya enggak afdol kalau cuma aku doang yang ngelakuin semua kegiatan clean freak ini. Orang-orang disekitarku juga aku seret untuk ikut rangkaian kegiatan bebas kuman setelah beraktivitas dari luar rumah. Aku paling enggak bisa ngelihat ada casing ponsel yang dipakai dari luar rumah tergeletak di atas ranjang. Pasti aku sudah ngomel dan langsung suruh lepas casingnya. Sayangnya enggak semua orang bisa ikutin rules bebersih ini dan berujung melihat aku seperti lebay banget.

Enggak jarang orang malah jadi ngomel balik ke aku,"apaan sih lebay banget, biasa aja lah lagian udah disemprot disinfektan". Meski pun kena omelan balik dari orang-orang rumah, aku tetap merasa wajar dan memang itu prioritasku. Apalagi untuk mereka yang dari luar dan mau mampir. Siapa pun yang datang harus benar-benar bebersih. Kalau enggak aku bisa naik darah melihat mereka yang tidak peduli dengan kebersihan di masa pandemi ini.

Di titik tertentu aku juga merasa capek melakukan kegilaan ini. Apalagi kalau mesti semprat-semprot sana sini. Namun, itu juga dilakuin buat kebaikan diri sendiri dan bersama sih. Intinya rumah, terutama kamar itu mesti menjadi tempat yang paling steril dari kuman-kuman. (ren)

Baca Juga:

Hindari Penggunaan Masker dengan Ventilasi!

#Oktober Satgas Waras #Kesehatan #Mandi Bersih #Kebersihan Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan