Jabatan Presiden Diusulkan Ditambah, Paloh: Cek Ombak, Tak Perlu Ditanggapi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 28 Februari 2022
Jabatan Presiden Diusulkan Ditambah, Paloh: Cek Ombak, Tak Perlu Ditanggapi

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh. (Foto: Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Usulan penambahan masa jabatan presiden Joko Widodo dan penundaan pemilu dalam 2 tahun, dengan alasan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19, menuai pro dan kontra, termasuk dari para pemimpin partai koalisi pemerintah.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengaku, tidak begitu antusias dengan adanya wacana penambahan masa jabatan presiden.

Baca Juga:

Gerindra Ogah Ikutan Wacana Tunda Pemilu, Fokus Jadikan Prabowo Presiden

"Masih sekedar wacana, saya melihatnya bukan hal yang menarik. Masih ada isu-isu lain yang lebih penting untuk negara dan bangsa," kata Surya Paloh saat menggelar jumpa pers menjelang Rakor Pemenangan Pemilu Nasdem Jatim di Surabaya, Senin, (28/2).

Surya Paloh tidak menampik, wacana tersebut digulirkan oleh para elit politik. Kendati demikian, Partai NasDem tetap berpedoman pada konstitusi.

Menurutnya, penambahan masa jabatan bisa dilaksanakan, tatkala negara dalam kondisi genting, seperti terjadi perang, atau bencana yang tidak bisa diatasi.

Ketum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: Budi Lentera)
Ketum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: Budi Lentera)

"Selama negara bisa mengatasi faktor tersebut, tidak perlu ada ada penambahan jabatan. Saya bilang berkali-kali, NasDem akan mendukung kalau konstitusi mengizinkan. Ini memang isu dari elit politik, kita harus tetap menghormati ide atau usulan mereka," sambung Surya Paloh.

Ia melihat, isu itu sengaja digulirkan layaknya sekedar 'cek ombak' sebelum Pilpres 2024. Oleh sebab itu, wacana tersebut tidak perlu ditanggapi serius.

"Masih exercise gak perlu ditanggapi. Karena wacana dan diskursus itu ada hikmahnya juga. Masyarakat bisa ambil angle perspektif yang berharap tentu ada edukasi pendidikan politik," katanya. (Budi Lentera/ Surabaya)

Baca Juga:

Nasdem Paparkan Syarat Konstitusional Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

#NasDem #Surya Paloh #Pemilu #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Update hasil pemilu AS terbaru hari ini! Partai Demokrat diproyeksikan sukses menyapu bersih mayoritas kursi DPR dan Senat. Simak data lengkap kehancuran benteng Republik di sini.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Pimpinan DPR gempar usai beredarnya draf pemakzulan Wapres Gibran berpelat NasDem. Saan Mustopa janji cek keaslian surat!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Indonesia
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Beredar dokumen pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka berpelat Fraksi NasDem di DPR. Simak penjelasan detailnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Bagikan