Isu Kepulangan Rizieq Propaganda Politik Karena Pamornya Menurun?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juli 2019
Isu Kepulangan Rizieq Propaganda Politik Karena Pamornya Menurun?

Imam Besar FPI, Rizieq Shihab (MP/Dery Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bukanlah isu baru. Sebab sebelumnya juga pernah diisukan mau pulang tapi batal tanpa ada alasan yang jelas.

Pemgamat politik Wempy Hadir menilai, isu polemik soal keberadaan Rizieq di Arab Saudi kembali menguat tak lepas dibuat agar jadi alat propaganda politik belaka.

Baca Juga: Upaya Memulangkan Rizieq Demi Rekonsiliasi Terlalu Pragmatis

"Kita ketahui bahwa selama masa kampanye HRS getol melakukan kampanye secara online untuk mendukung paslon 02. Jadi tidak heran kalau HRS dijadikan sebagai salah point yang hendak dimasukan dalam point rekonsiliasi," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (12/7)

Direktur Indo Polling Netwrok ini menambahkan, kabar kepulangan Rizieq bisa saja untuk tetap menjaga pamor HRS di ruang publik. "Sebab sudah sekian lama dia tidak bisa melakukan komunikasi langsung dengan pendukungnya," jelas dia.

Habib Rizieq Shihab. (MP/Widi Hatmoko)
Imam besar FPI Rizieq Shihab. (MP/Widi Hatmoko)

Namun kepulangan Rizieq sebagai salah satu point dalam rekonsiliasi adalah sebuah kegenitan. Terutama bagi kubu Prabowo Subianto. Sebab tidak ada kaitan ada keberadaan Rizieq di Arab Saudi dengan pilpres yang baru saja selesai.

"Jadi sangat tidak masuk di akal jika hal tersebut dijadikan sebagai point bargaining dalam rekonsiliasi. Lagi pula tidak ada yang melarang HRS untuk pulang ke tanah air. Dia bisa kembali ke tanah air kapan saja,"jelas Wempy.

"Sekarang kembali kepada HRS sendiri, mau pulang ke tanah air atau tidak. Jadi bukan pemerintah yang menghalangi dia pulang, tapi dia sendiri," tambah Wempy.

Baca Juga: Dahnil Sisipkan Pemulangan Habib Rizieq di Agenda Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

Wempy menyebut, saja yang melanggar ketentuan hukum maka wajib untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Apalagi Rizieq selalu berdakwa dengan nada keras dan terkadang menyinggung kepercayaan orang lain, tentu bisa menciptakan instabilitas sosial.

"Oleh sebab itu, saya kira kedepan pihak keamanan untuk tidak segan-segan menindak jika hal tersebut terjadi kembali. Sehingga tidak ada orang yang seenaknya menggunakan mimbar agama untuk kepentingan pribadi," tandas Wempy. (Knu)

#Rizieq Shihab #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Rizieq Shihab meminta Presiden Prabowo Subianto membubarkan ormas yang disebutnya beranggotakan preman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
Kepala KSP Dudung Abdurachman Jawab Tudingan Rizieq Shihab Soal Pembisik Prabowo
Menghadapi situasi global yang penuh tantangan ekonomi dan politik, Kepala KSP mengajak seluruh tokoh bangsa dan pemuka agama untuk menciptakan suasana kondusif
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Kepala KSP Dudung Abdurachman Jawab Tudingan Rizieq Shihab Soal Pembisik Prabowo
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Bagikan