Ismail Haniya Dipilih Sebagai Pemimpin Baru Hamas
Pemimpin Hamas Ismail Haniya (Al jazeera)
Ismail Haniya dipilih sebagai pemimpin yang baru kelompok militan Palestina Hamas. Haniya, 54, menggantikan Khaled Meshaal yang telah dua kali menjabat.
Haniya dipandang sebagai sosok pragmatis yang akan mencoba untuk menghapuskan isolasi dunia internasional terhadap mereka.
Sebelumnya, Hamas telah menerbitkan sebuah dokumen kebijakan baru awal pekan ini yang dianggap sebagai upaya untuk melunakkan citra mereka.
Pekan ini, Hamas menerbitkan sebuah dokumen kebijakan baru yang pertama sejak pendiriannya.
Dokumen itu menyatakan untuk pertama kalinya kesediaan menerima sebuah negara Palestina sementara dengan perbatasan seperti sebelum 1967, tanpa mengakui Israel.
Dokumen itu juga menyatakan bahwa perjuangan Hamas bukanlah melawan Yahudi namun melawan "Zionis yang menduduki wilayah mereka." Anggaran dasar Hamas pada 1988 ditentang karena menggunakan bahasa anti Yahudi.
"Dokumen ini memberikan kami kesempatan untuk terhubung dengan dunia luar," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum seperti dikutip BBC.
"Kepada dunia, pesan kami adalah: Hamas tidak radikal. Kami adalah gerakan pragmatis dan beradab. Kami tidak membenci kaum Yahudi. Kami hanya melawan orang yang menduduki tanah kami dan membunuh orang-orang kami."
Tetapi juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dokumen baru yang diumumkan Hamas itu "berusaha membohongi dunia namun tidak akan berhasil."
"Mereka membangun terowongan terror dan meluncurkan ribuan demi ribuan roket ke warga sipil Israel," tambah juru bicara itu, David Keyes. "Inilah Hamas sebenarnya."
Gaza diblokade oleh Israel dan Mesir dalam sepuluh tahun terakhir, yang tujuannya untuk mencegah serangan kelompok militan itu. Akibatnya, perekonomian di Gaza mengalami kelumpuhan dan sebanyak 1,9 juta penduduknya mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Hubungan Hamas dan Mesir mulai membaik, setelah Haniya melakukan kunjungan ke Kairo pada tahun ini.
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Kondisi Gaza Kian Parah, Kerusakan Bangunan Capai 81 Persen
Israel kembali Gempur Gaza, Tuduh Hamas Langgar Gencatan Senjata
Hamas Bebaskan 20 Sandera Hidup, Tepati Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
PBB Puji Peran AS, Qatar, Mesir, dan Turkiye di Balik Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas
Hamas Setuju Gencatan Senjata, Tuntut Israel Patuhi Poin Kesepakatan Angkat Kaki dari Kantong Palestina
Presiden Trump Umumkan Hamas-Israel Sepakat Gencatan Senjata, Ini Poin-poinnya
Paus Leo Berharap Hamas Terima Rencana Perdamaian Presiden AS Donald Trump
Rencana Perdamaian Baru untuk Gaza, Hamas mungkin akan Menolak
Harapan Hamas Usai Inggris Sampai Prancis Mendadak Akui Palestina