Rencana Perdamaian Baru untuk Gaza, Hamas mungkin akan Menolak

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
Rencana Perdamaian Baru untuk Gaza, Hamas mungkin akan Menolak

Ilustrasi Jalur Gaza tinggal puing-puing akibat serbuan Israel sejak Oktober 2023. /ANTARA/Anadolu/py

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Israel Benjamin Netanyahu telah mengajukan rencana perdamaian dengan Palestina. Trump menyebut rencana itu akan dilaksanakan setelah ada persetujuan dari pihak Hamas.

Namun, hal itu sepertinya sulit tercapai. Seorang tokoh senior Hamas, dikutip BBC, mengatakan kelompoknya amat mungkin akan menolak rencana perdamaian Trump untuk Gaza. Pihaknya menyebut rencana itu melayani kepentingan Israel dan mengabaikan kepentingan rakyat Palestina.

Tokoh tersebut menegaskan kecil kemungkinan Hamas menyetujui syarat utama rencana Trump, yakni melucuti senjata dan menyerahkan seluruh persenjataan mereka. Hamas juga keberatan dengan rencana pengerahan International Stabilisation Force (ISF) di Gaza, yang dianggap sebagai bentuk baru dari pendudukan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menerima rencana Trump dalam pertemuan di Gedung Putih pada Senin (29/9). Hamas sendiri belum memberikan respons resmi.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu Sepakati Rencana Perdamaian Baru untuk Gaza



Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan Hamas sedang mempelajari proposal Gedung Putih secara bertanggung jawab. Seorang pejabat senior Palestina yang mengetahui pembicaraan Hamas, dilansir BBC, bahwa pembahasan melibatkan kepemimpinan kelompok tersebut, baik di dalam maupun di luar Gaza.

Komandan militer Hamas di wilayah tersebut, Ez al-Din al-Haddad, diyakini berkeras untuk terus berperang ketimbang menerima tawaran yang ada. Para tokoh Hamas di luar Gaza belakangan tersisih dalam diskusi karena mereka tidak memiliki kendali langsung atas para sandera. Pembicaraan Hamas, yang diperkirakan berlangsung beberapa hari, juga mencakup faksi-faksi Palestina lain. Kelompok bersenjata Palestinian Islamic Jihad (PIJ), yang ikut serta dalam serangan 7 Oktober dan sebelumnya menahan beberapa sandera Israel, menolak rencana tersebut pada Selasa (30/9).

Bagi Hamas, salah satu poin krusial yakni tuntutan agar mereka menyerahkan seluruh sandera sekaligus. Itu berarti kehilangan satu-satunya kartu tawar yang mereka miliki.

Meskipun ada dukungan Trump terhadap rencana ini, banyak pihak tidak percaya Israel akan menghentikan operasi militer mereka setelah para sandera dilepaskan, terutama setelah Israel mencoba membunuh pemimpim Hamas di Doha awal bulan ini, yang dilakukan bertentangan dengan AS. Selain itu, peta Gaza yang dibagikan pemerintahan Trump memperlihatkan adanya zona penyangga di sepanjang perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Masih belum jelas siapa yang akan mengelolanya. Namun, jika Israel terlibat, hal itu juga berpotensi menjadi titik sengketa.

Sejak menyetujui rencana itu pada Senin malam, Netanyahu juga terlihat menolak beberapa ketentuannya. Dalam sebuah video di X, ia menegaskan militer Israel akan tetap berada di beberapa bagian Gaza dan menyatakan bahwa Israel akan melawan secara paksa pembentukan Negara Palestina.

Hal itu bertentangan dengan kerangka kerja Trump, yang mensyaratkan penarikan penuh pasukan Israel dan menyebut bahwa setelah rencana tersebut rampung, mungkin ada jalur yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina.

Di Gaza, banyak warga Palestina mendukung rencana ini, tapi semata-mata karena meyakini dapat mengakhiri perang.(dwi)

Baca juga:

20 Poin Proposal Gencatan Senjata Gaza dari Trump Hanya Wakili Kepentingan AS dan Israel

#Gaza #Palestina #Hamas #Donald Trump #Benjamin Netanyahu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Apel Akbar Solidaritas Palestina Digelar di Monas, Ini 5 Lokasi Parkir yang Disiapkan
Polda Metro Jaya menyiapkan lima kantong parkir untuk peserta Apel Akbar Solidaritas Palestina 2026 di Monas. Simak lokasi dan kapasitas parkirnya.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Apel Akbar Solidaritas Palestina Digelar di Monas, Ini 5 Lokasi Parkir yang Disiapkan
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
ShowBiz
Tuai Apresiasi di Venice Film Festival, Film Dokumenter 'NAZA' Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober 2026
Film dokumenter 'NAZA' tentang tragedi kemanusiaan di Gaza dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Tuai Apresiasi di Venice Film Festival, Film Dokumenter 'NAZA' Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober 2026
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Bagikan