Iran Tegas Tutup Selat Hormuz, ini Dampaknya bagi Pasokan Bahan Bakar Global

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
  Iran Tegas Tutup Selat Hormuz, ini Dampaknya bagi Pasokan Bahan Bakar Global

Ketegangan Iran-Israel mengancam Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dan LNG dunia. (Foto: YouTube/Dawn News English)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — IRAN bersumpah akan menembak kapal mana pun yang mencoba melintas melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Sikap tegas Iran ini membawa dampak meluas bagi pasokan bahan bakar global.

Biasanya, sekitar 20 persen minyak dan gas global melewati jalur pelayaran sempit di Teluk tersebut. Namun, Jenderal Sardar Jabbari dari Iran mengatakan bahwa Teheran kini tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari kawasan tersebut.

Ketidakpastian dan gangguan terhadap perdagangan internasional akibat respons Iran atas serangan AS dan Israel telah mendorong kenaikan harga minyak. Pemblokadean selat itu dapat semakin meningkatkan biaya barang dan jasa di seluruh dunia, serta menghantam beberapa ekonomi terbesar dunia, termasuk China, India, dan Jepang. Ketiganya merupakan importir utama minyak mentah yang melewati jalur perairan tersebut.



Arti Penting Selat Hormuz



Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, sekaligus titik penyempitan (choke point) transit minyak paling vital secara global. Selat ini dibatasi di sebelah utara oleh Iran dan di selatan oleh Oman serta Uni Emirat Arab (UEA). Koridor ini, yang lebarnya sekitar 50 km di pintu masuk dan keluarnya, serta sekitar 33 km pada titik tersempitnya, menghubungkan Teluk dengan Laut Arab.

Selat ini cukup dalam untuk dilalui kapal tanker minyak mentah terbesar di dunia dan digunakan produsen utama minyak dan gas di Timur Tengah serta para pelanggannya. Sekitar 3.000 kapal melintasi selat tersebut setiap bulannya.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA), dikutip BBC, menyebut sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz pada 2025. Jumlah itu setara dengan hampir USD 600 miliar nilai perdagangan energi per tahun. Minyak tersebut tidak hanya berasal dari Iran, tetapi juga dari negara-negara Teluk lainnya seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca juga:

Iran Bersumpah akan Tembaki Kapal yang Melintas Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam





Negara Teluk dan Asia akan Terdampak





Para analis memperingatkan, semakin lama ancaman terhadap kapal yang melintas di selat itu berlangsung, semakin tinggi pula harga minyak, termasuk serta biaya pengirimannya. “Secara de facto, selat itu sudah tertutup karena tidak ada yang berani melintas. Kapal bisa saja diserang dan tidak ada asuransi untuk itu. Jika minyak dan gas yang berasal dari selat itu terhenti, hal itu akan berdampak signifikan terhadap pasar,” kata Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis di Global Risk Management, penyedia wawasan pasar energi, dikutip CBS News.

Ia menyebut, meskipun tidak ada blokade fisik, ancaman dari pihak Iran, ditambah serangan drone dan rudal, membuat kapal tanker tidak melintasi selat tersebut.

Patokan global minyak mentah Brent sempat menyentuh USD 82 per barel pada Senin (2/1), setelah sedikitnya tiga kapal diserang di dekat Selat Hormuz pada akhir pekan. Hal itu membuat sekitar 150 kapal tanker terdampar.

Berdasarkan data dari London Stock Exchange Group, biaya menyewa kapal tanker super untuk mengirim minyak dari Timur Tengah ke China hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan pekan lalu, mencapai rekor tertinggi lebih dari USD 400 ribu.

Penutupan jalur pelayaran vital tersebut juga akan merugikan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, yang perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor energi. Sebagai perbandingan, Badan Energi Internasional menyebut Iran mengekspor sekitar 1,7 juta barel per hari. Iran mengekspor minyak senilai USD 67 pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Itu merupakan pendapatan minyak tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Tak hanya bagi negara di kawasan itu, blokade Selat Hormuz juga akan sangat berdampak pada Asia. Pada 2022, sekitar 82 persen minyak mentah dan kondensat (hidrokarbon cair berdensitas rendah yang biasanya muncul bersama gas alam) yang keluar melalui Selat Hormuz ditujukan ke negara-negara Asia, menurut perkiraan EIA.

China sendiri diperkirakan membeli sekitar 90 persen minyak yang diekspor Iran ke pasar global. Karena China menggunakan minyak tersebut untuk memproduksi barang yang kemudian diekspor ke negara lain, kenaikan harga minyak juga dapat berarti kenaikan harga bagi konsumen di seluruh dunia.



Jalur Alternatif yang tak Efektif




Meski begitu, bukan tak ada cara lain untuk mengeluarkan minyak dari Iran. Ancaman penutupan Selat Hormuz yang terus berlangsung selama bertahun-tahun telah mendorong negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk untuk mengembangkan rute ekspor alternatif.

EIA mengatakan Arab Saudi mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 1.200 km yang mampu mengangkut hingga 5 juta barel minyak mentah per hari. Di masa lalu, negara itu juga pernah untuk sementara mengalihfungsikan pipa gas alam guna mengangkut minyak mentah.

Uni Emirat Arab telah menghubungkan ladang minyak di daratan dengan Pelabuhan Fujairah di Teluk Oman melalui jaringan pipa yang memiliki kapasitas harian setidaknya 1,5 juta barel.

Minyak memang dapat dialihkan melalui infrastruktur alternatif tersebut untuk menghindari Selat Hormuz. Namun, seperti dilaporkan Reuters, langkah itu tetap akan menyebabkan penurunan pasokan antara 8 hingga 10 juta barel per hari.(dwi)

Baca juga:

Kemenkeu Mulai Lakukan Mitigasi Potensi Risiko Dampak Penutupan Selat Hormuz

#Selat Hormuz #Iran #Perang Iran-Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Kemunculan video resmi tersebut mengakhiri spekulasi publik mengenai kondisi pimpinan tertinggi Iran sejak pecahnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Peristiwa itu terjadi saat Presiden Prabowo memberikan sambutan dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Indonesia
AS dan Israel Bersiap Lakukan Pengeboman Besar ke Iran, Target Infrastruktur Energi
Trump mungkin akan menangguhkan serangan dan kembali berunding dengan Iran jika ada "kemajuan langsung pada upaya diplomasi".
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS dan Israel Bersiap Lakukan Pengeboman Besar ke Iran, Target Infrastruktur Energi
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
Iran Serang Pangkalan Udara Al Azraq Yordania, 3 Jet Tempur F-35 Milik AS Hancur
Serangan itu, dikabarkan yang menghancurkan tiga jet tempur F-35 milik Amerika Serikat dan merusak parah tiga lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Iran Serang Pangkalan Udara Al Azraq Yordania, 3 Jet Tempur F-35 Milik AS Hancur
Bagikan