Iran Mulai Masa Berkabung Publik untuk Ayatollah Ali Khamenei, Rangkaian Upacara Berlangsung hingga 40 Hari

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
 Iran Mulai Masa Berkabung Publik untuk Ayatollah Ali Khamenei, Rangkaian Upacara Berlangsung hingga 40 Hari

Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — IRAN memulai masa berkabung nasional selama beberapa hari. Masa berkabung ini akan diikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pemakaman dilangsungkan lebih daripada empat bulan setelah ia tewas. Pemimpin tertinggi itu tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian memicu perang besar di kawasan dalam beberapa bulan berikutnya.

Jenazah mantan Ayatollah saat ini disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran.
Rekaman video memperlihatkan peti jenazah Khamenei, yang dibalut bendera Republik Islam Iran, diusung di Grand Mosalla pada Jumat (3/7). Pemakaman akan dilakukan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7). Pemerintah Iran menyatakan sekitar 12 hingga 20 juta orang diperkirakan akan menghadiri rangkaian upacara tersebut.

Prosesi pemakamakan diadakan ketika Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani gencatan senjata yang masih rapuh setelah menandatangani kesepakatan awal untuk menghentikan konflik mereka pada Juni lalu.

Upacara pemakaman resmi akan digelar di Teheran pada Sabtu (4/7), dipimpin Korps Mohammad Rasulullah yang berbasis di Teheran. Ini akan menjadi bagian dari enam hari rangkaian upacara. Jenazah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla selama tiga hari, berdampingan dengan jenazah anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari.

Komandan Korps Mohammad Rasulullah, Hassan Hassanzadeh, mengatakan peti jenazah Khamenei akan ditempatkan di atas panggung yang ditinggikan, dengan pengaturan arus pengunjung sehingga setiap orang dapat masuk dan keluar dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit.

Baca juga:

Iran Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Berlangsung Selama 6 Hari




Rangkaian Upacara Selama 40 Hari





Pemerintah Iran memerintahkan seluruh kantor pemerintah maupun swasta di Teheran tutup mulai Sabtu hingga Senin. Selain itu, seperti dilansir AFP, pembatasan lalu lintas juga membuat sebagian besar pusat kota ditutup bagi kendaraan pribadi. Ruang udara di atas Teheran ditutup sebagian pada Jumat dan akan ditutup sepenuhnya pada Senin.

Pada Selasa, rangkaian acara akan berlanjut di Kota Qom, di selatan Teheran. Di sana, seorang ulama senior Syiah akan memimpin salat jenazah di Masjid Jamkaran, salah satu situs keagamaan paling penting dan simbolis di Iran.

Jenazah Khamenei kemudian akan dibawa ke Najaf, Irak, pada Rabu. Setelah prosesi di Makam Imam Ali, imam pertama dalam tradisi Islam Syiah, rangkaian upacara akan dilanjutkan di Karbala sebelum jenazah kembali ke Iran.

Pejabat Iran mengatakan rangkaian acara di Irak dilakukan atas permintaan sejumlah kelompok di negara tersebut. Sejumlah analis menilai hal itu mencerminkan besarnya pengaruh Khamenei di dunia muslim Syiah serta hubungan keagamaan dan politik Iran di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Baghdad untuk mengoordinasikan persiapan acara tersebut dan mengatakan pemakaman itu memiliki makna simbolis.

Pada Kamis, Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di Kompleks Makam Imam Reza, tempat peristirahatan imam kedelapan dalam tradisi Syiah sekaligus situs ziarah terpenting di Iran yang setiap tahun dikunjungi jutaan peziarah.

Rangkaian upacara akan terus berlangsung di seluruh Iran selama 40 hari, dengan berbagai acara peringatan yang dijadwalkan hingga peringatan satu tahun pemakaman Khamenei.

Khamenei digantikan oleh putranya, Mojtaba, yang belum pernah tampil di depan publik sejak menjadi pemimpin tertinggi. Belum ada kepastian apakah Mojtaba akan menghadiri pemakaman ayahnya.

Pekan lalu, Sekretaris Panitia Penyelenggara, Ali Akbar Pourjamshidian, mengatakan keputusan mengenai kehadiran Mojtaba akan diumumkan kantor Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan kantor Pemimpin Tertinggi.

Masih belum jelas pula siapa yang akan memimpin salat jenazah, karena dalam tradisi Syiah peran tersebut memiliki makna penting, baik secara keagamaan maupun politik.(dwi)

Baca juga:

Sepak Terjang Ayatollah Ali Khamenei 38 Tahun Pimpin Iran, Gugur di Ujung Rudal

#Iran #Ayatollah Ali Khamenei #Pemakaman
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Dunia
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Kemunculan video resmi tersebut mengakhiri spekulasi publik mengenai kondisi pimpinan tertinggi Iran sejak pecahnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Bagikan