IPW: Polri Harus Waspadai Teror Terhadap Markas dan Personel Polisi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 28 Juni 2017
IPW: Polri Harus Waspadai Teror Terhadap Markas dan Personel Polisi

Kertas teror berisi ancaman dari anggota ISIS. (Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane meminta jajaran kepolisian untuk mewaspadai maraknya isu ancaman teror yang menyasar ke markas dan anggotanya di berbagai daerah.

Imbauan tersebut menyusul adanya selebaran yang ditemukan di mobil polisi di Serang, Banten, isu latihan paramiliter di Langkat, Sumatera Utara, serta serangan terhadap personel Korps Bhayangkara di Kampung Melayu dan Mapolda Sumut.

"Sepertinya kasus serangan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Marawi, Filipina, seakan menjadi energi baru bagi kelompok radikal di Indonesia untuk kembali menebar teror. Apalagi, kantong-kantong radikalisme di Indonesia cukup banyak," ujar Neta dalam keterangan di Jakarta, Rabu (28/6).

Menurut Neta, untuk mengantisipasi teror tersebut, kepolisian bisa melakukan operasi pembersihan dan penangkapan secara berkesinambungan. Terlebih, sekarang sedang musim mudik dan banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) pulang ke tanah air.

"Bukan mustahil momentum ini digunakan para kelompok radikal yang sudah bergabung dengan ISIS kembali ke Tanah Air untuk menebar teror," ucapnya.

Neta menuturkan, tekanan yang dilakukan pemerintah Filipina pascakonflik di Marawi, patut pula diwaspadai. Pasalnya, tak menutup peluang milisi Maute mencari perlindungan ke Indonesia.

"Apalagi dalam kelompok radikal yang melakukan serangan di Marawi itu terdapat cukup banyak orang Indonesia," katanya.

"Jadi, penangkapan terhadap 41 orang terduga teroris pascabom Kampung Melayu masih merupakan bagian kecil dari rencana global kelompok radikal yang berkolaborasi dengan ISIS untuk menebar teror di Indonesia," sambungnya.

Sebelumnya, ditemukan selebaran di kendaraan dinas patroli lalu lintas yang sedang terparkir di Pos Lalin di Serang, Banten. Ancaman teror itu ditulis dengan tulisan tangan. Tulisan tersebut ada yang ditulis dengan bahasa Arab dan Indonesia serta dua kertas yang beredar di kalangan wartawan.

Satunya bertuliskan bahwa penulis selebaran tersebut berbaiat kepada pimpinan kelompok ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Pun terdapat tulisan 'Jadilah Negara Islam' dan 'Kami bukan anti-NKRI, tapi kami jijik dengan berhala yang disebut demokrasi.'

Kertas lainnya nampak seperti denah. Ada cacatan di kertas tersebut bertuliskan tentang kantin kantor polisi dan CCTV. Di dalamnya juga digambar bendera yang nampak seperti bendera ISIS.

Kertas teror berisi ancaman dari anggota ISIS.

Dan di kertas kedua itu terdapat ancaman kepada Kepolisian dengan bunyi, 'Siapkan dirimu polisi Thogut. Kami akan datang Marawi, Filipina selanjutnya adalah INDONESIA.' (Pon)

Baca berita terkait teror bom lainnya di: Wiranto: Masyarakat Perlu Terlibat Dalam Mencegah ISIS

#Teror Bom #Ancaman ISIS #ISIS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
WNI anak berinisial KL ditahan di Yordania sejak 19 Mei 2025 atas dugaan mendukung aktivitas ISIS.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
Indonesia
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
Penangkapan KL ini dengan dugaan keterlibatan dalam aktivitas daring yang terindikasi mendukung ISIS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
Indonesia
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah dilakukan penyisiran di lapangan, ancaman bom tersebut tidak terbukti
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Para tersangka itu merekrut anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital, mulai dari media sosial, gim online, aplikasi pesan hingga situs tertutup.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Indonesia
Teror Bom di Sekolah, DPR: Serangan terhadap Institusi Pendidikan dan Rasa Aman
Wakil Ketua Komisi III DPR RI meminta Polri memperkuat keamanan siber untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Oktober 2025
Teror Bom di Sekolah, DPR: Serangan terhadap Institusi Pendidikan dan Rasa Aman
Indonesia
Polisi Lacak Pelaku Teror Bom 3 Sekolah Internasional, Lokasinya di Luar Negeri
Polisi telah melacak pelaku teror bom tiga sekolah internasional. Lokasi pelaku diketahui berada di luar negeri.
Soffi Amira - Jumat, 10 Oktober 2025
Polisi Lacak Pelaku Teror Bom 3 Sekolah Internasional, Lokasinya di Luar Negeri
Indonesia
Tim Siber Polda Dilibatkan Ungkap Teror Bom di Sekolah Internasional Jabodetabek
Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan untuk mengungkap pelaku teror bom yang menyasar sejumlah sekolah internasional di kawasan Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
Tim Siber Polda Dilibatkan Ungkap Teror Bom di Sekolah Internasional Jabodetabek
Indonesia
Marak Teror Bom Sekolah Internasional, DPR: Alarm Serius Keamanan Dunia Pendidikan
DPR mendesak Polri dan instansi terkait segera turun tangan mengungkap dan menindak tegas pelaku ancaman teror bom sekolah internasional.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
Marak Teror Bom Sekolah Internasional, DPR: Alarm Serius Keamanan Dunia Pendidikan
Indonesia
Polisi Cari Pelaku Teror Bom di Sekolah NJIS Kelapa Gading, Akun Kripto tak Terdaftar di Indonesia
Polisi kini mencari pelaku teror bom di sekolah NJIS Kelapa Gading. Akun kripto pelaku tidak terdaftar di Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 09 Oktober 2025
Polisi Cari Pelaku Teror Bom di Sekolah NJIS Kelapa Gading, Akun Kripto tak Terdaftar di Indonesia
Indonesia
Marak Teror Bom, Kapolres Imbau Orangtua Siswa 6 Sekolah Internasional di Jakut Jangan Panik
Meski ancaman bom tidak terbukti, sedikitnya ada 3 sekolah internasional yang menjadi target sejak Selasa (7/10).
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
Marak Teror Bom, Kapolres Imbau Orangtua Siswa 6 Sekolah Internasional di Jakut Jangan Panik
Bagikan