Inovasi Pengobatan Herbal Gejala ISPA a la Darya-Varia

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 12 Desember 2023
Inovasi Pengobatan Herbal Gejala ISPA a la Darya-Varia

Darya-Varia luncurkan obat herbal untuk ISPA HerbaBlend Cough & Flu. (Foto: Darya-Varia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ISPA, termasuk batuk, pilek, sinusitis, dan penyakit serupa, telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada anak-anak dan lanjut usia. Faktor-faktor seperti polusi udara turut mendukung peningkatan ini.

Maka dari itu, perusahaan farmasi Darya-Varia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama baru-baru ini untuk mengatasi masalah ISPA. Maka dari itu, mereka meluncurkan produk herbal terbaru HerbaBlend Cough & Flu.

Produk itu merupakan obat herbal yang efektif membantu meredakan gejala batuk dan flu. Tidak hanya memperkenalkan HerbaBlend Cough & Flu, Darya-Varia juga menggelar seminar kesehatan pada Sabtu (9/12).

Seminar ini diadakan di Fakultas Kedokteran UKI Cawang, bekerja sama dengan Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia (PDHMI) dan KlikDokter. Tema seminar kesehatan kali ini adalah 'The Role of Herbal Medicine in Therapy of Upper Respiratory Tract Infections in Indonesia'.

Baca juga:

Cara Obati ISPA pada Anak Akibat Polusi Udara

HerbaBlend Cough & Flu mengandung berbagai tanaman khas Indonesia. (Foto: Darya-Varia)

Melalui seminar ini, Darya-Varia memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang terapi herbal sebagai pendukung dalam penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas (ISPA) di Indonesia.

Survei dari Bappenas dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menegaskan bahwa ISPA menjadi salah satu penyakit paling umum dan memiliki risiko kematian tertinggi di Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan per Agustus 2023 menunjukkan peningkatan kasus ISPA di Puskesmas dan rumah sakit Jabodetabek, dengan mencapai 100 ribu kasus per bulan untuk wilayah DKI Jakarta.

"Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam hayati terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Maka, pengembangan obat berbahan tanaman di Indonesia menjadi penting untuk dilakukan," kata Dr. dr. Slamet Sudi Santoso, M.Pd, Ketua Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia, dalam keterangan resmi.

Baca juga:

Selama Musim Kemarau Kasus ISPA Alami Turun Naik

Pengobatan herbal penting untuk dikembangkan di Indonesia. (Foto: Darya-Varia)

Dalam konteks pelayanan kesehatan Indonesia, pengobatan herbal memiliki peran penting dan menjadi bagian integral dari sistem perawatan kesehatan yang komprehensif.

dr. Nia Reviani, MAPS, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menambahkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam permintaan masyarakat Indonesia terhadap obat herbal.

"Pemerintah turut memberikan dukungan terhadap pengobatan herbal dan tradisional di Indonesia melalui berbagai kebijakan dan regulasi, menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan pengobatan herbal sebagai bagian penting dari sistem perawatan kesehatan yang komprehensif," ujar dr. Nia.

Natural Segment Head Darya-Varia Rumenta Black berharap mereka dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia melalui produk-produk inovatif dan penekanan pada pelayanan kesehatan yang holistik. (waf)

Baca juga:

Anak Terserang ISPA Akibat Kabut Asap, Ira Rayani Tuntut Ketegasan Pemerintah

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan