Ini yang dibutuhkan Ketika Anak Tumbuh Remaja

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 29 November 2022
Ini yang dibutuhkan Ketika Anak Tumbuh Remaja

Remaja bukanlah anak-anak lagi, meskipun masih membutuhkan bimbingan orangtua. (Pexels/Guduru Ajay bhargav)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA masih kecil, pasti orangtua ingin anaknya cepat-cepat tumbuh ke masa Remaja. Namun nyatanya masa remaja tidak semudah yang dibayangkan. Tentunya harus mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan.

Dikutip dari familylives, ketika tumbuh menjadi seorang remaja, mereka perlu merasa aman dan terlindungi. Hal tersebut bertujuan agar kebutuhan fisik akan makanan, pakaian, kehangatan, dan kesehatan bisa terpenuhi. Salah satu hal yang sering terjadi pada remaja yaitu konflik interest antara keinginan orang tua dan kebutuhan anaknya yang menjadi remaja. Lantas apa saja ya yang dibutuhkan ketika tumbuh remaja?

Baca Juga:

Reaksi Tak Sesuai Harapan, Mengapa Anak Lebih Percaya Temannya

remaja
Remaja memiliki waktu beraktivitas dan istirahat sesuai kondisinya. (Pexels/Oleksandr Pidvalnyi)


Aktivitas dan istirahat


Saat ini, remaja dikelilingi oleh banyak hal yang harus dilakukan dan bagaimana caranya menerima informasi. Tentunya bukan suatu hal yang aneh apabila anak muda pulang terlambat dari sekolah karena banyaknya kegiatan yang harus dilakukan di sekolah. Biasanya ketika sampai rumah, hal yang dilakukan adalah langsung menggunakan ponsel mereka dan mengirim pesan kepada teman. Tidak hanya itu, mereka juga bermain gim online bersama teman-teman.

Remaja juga membutuhkan sedikit aktivitas yang harus dilakukan. Tidak hanya itu, remaja juga membutuhkan dukungan untuk tetap aktif, sehingga menjadi bagian dari gaya hidup dewasa mereka untuk tetap sehat hingga bugar.


Pilihan dan tanggung jawab


Seorang remaja membutuhkan seseorang yang memberikan pada mereka pilihan dan tanggung jawab yang sesuai dengan usianya. Remaja bisa menjadi stroppy yang bersikeras bahwa mereka sangat mampu untuk menjalankan hidupnya sendiri dan membuat keputusannya sendiri. Beberapa orang tua mungkin memilih untuk membebaskan anaknya untuk melakukan apapun yang diinginkan. Namun masih tetap di batas wajar. Namun, ada juga orang tua yang selalu turun tangan atas apa yang dilakukan anaknya dan mengambil alih semua hal.

Ada baiknya untuk membiarkan anak mengambil pilihannya sendiri dan bertanggung jawab. Hal tersebut dikarenakan sedang terjadi proses bertahap, dimana remaja mengambil keputusan dan secara bertahap memegang kendali.

Baca Juga:

Mengapa Anak Malas ke sekolah? Pahami Faktor-faktornya

remaja
Masa remaja adalah masa dimana seseorang dihadapkan pada pilihan. (Pexels/Rosie Ann)


Keputusan


Masa remaja merupakan untuk memilih. Saat itulah mereka harus memutuskan mata kuliah apa yang akan mereka pilih dan pelajari, jalur apa yang mereka ambil, dan sebagainya. Namun, mereka juga memiliki beberapa keputusan lain yang harus diambil. Tentunya, beberapa hal tersebut bisa menjadi perdebatan antara anak dan orang tua. Untuk menuju hasil yang baik, tentunya perlu dilakukan kompromi yang akhirnya disetujui oleh anak dan orang tua. (yos)

Baca Juga:

Pola Asuh yang Salah Sebabkan Anak Sering Tantrum

#Lipsus November Anak-anak #Anak #Anak-anak #Remaja Kekinian #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Indonesia
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Kemkomdigi melayangkan teguran ke YouTube, setelah menemukan konten vape yang melibatkan anak-anak.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Bagikan