Ini Temuan Terbaru PBB, Pembersihan Etnis Rohingya Masih Berlanjut
Pengungsi Rohingya menangis setelah menyebrang perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Selasa (5/9). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
MerahPutih.com - Pejabat senior PBB untuk urusan HAM menyatakan pada Selasa (6/3), bahwa "pembersihan etnis" muslim Rohingya masih terus berlanjut hingga saat ini. Temuan itu terjadi setelah lebih dari enam bulan penyerangan pemberontak yang direspons pihak militer Myanmar hingga menyebabkan 700 ribu orang mengungsi ke wilayah Bangladesh.
"Pembersihan etnis Rohingya dari Myanmar masih berlanjut. Saya tidak menganggap kita bisa menarik kesimpulan apa pun dari apa yang saya lihat dan dengar di Cox's Bazar," kata Asisten Sekjen PBB untuk HAM Andrew Gilmour setelah empat hari di kamp pengungsi di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, dilansir Reuters.
"Sepertinya kekerasan sistematis dan meluas terhadap etnis Rohingya masih tetap terjadi," kata Gilmour.
Dia mengatakan bahwa upaya tersebut berbeda dengan tindakan sebelumnya. Saat ini pembersihan terlihat lebih halus.
"Bentuk kekerasannya telah berubah dari pembantaian berdarah hingga pemerkosaan massal tahun lalu menjadi kekerasan dengan intensitas lebih rendah, seperti teror dan kelaparan yang disegaja untuk mengusir warga Rohingya yang bertahan di rumah mereka (Myanmar), untuk masuk Bangladesh," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Jet Junta Myanmar Jatuhkan Bom di Rumah Sakit, 33 Orang Meninggal
Mantan PM Dijatuhi Hukuman Mati, Bangladesh Minta India Deportasi Sheikh Hasina
Ratusan WNI Tejebak di Myanmar, 54 Orang Segera Dibawa Pulang
Dimediasi China, Junta Militer Myanmar dan Pasukan TNLA Sepakat Gencatan Senjata
Konflik di Myanmar Tidak Kunjung Selesai, Para Pemimpin ASEAN Desak Dialog Politik Nasional
75 WNI Berhasil Kabur dari Markas Perusahaan Judol Myanmar, 20 Orang Sukses Menyeberang ke Thailand
Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka
Junta Kembali Tetapkan Darurat Militer Jelang Pemilu Myanmar
Darurat Militer Dicabut, Junta Larang Partai Aung San Suu Kyi Ikut Pemilu Myanmar