Ini Penjelasan Kepala BPPTKG soal Awan Panas Merapi

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 23 September 2019
Ini Penjelasan Kepala BPPTKG soal Awan Panas Merapi

Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Foto: MP/Teresa Ika

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Minggu (22/9) sekitar pukul 11.36 WIB Awan panas yang keluar kali ini berbeda dengan awan panas yang keluar sejak 29 Januari 2019.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan awan panas yang keluar kemarin berjenis awan panas letusan (APL). Sementara awan panas yang biasa keluar sejak 29 Januari adalah berjenis awan panas guguran (APG)

Baca Juga

Canggih, Kondisi Merapi Bisa Dilihat Lewat Aplikasi Ponsel

"APG disebabkan oleh runtuhnya material kubah lava baru. Kalau APL kemarin diawali keluarnya gas dari dalam gunung,"jelas Hanik di Yogyakarta, Senin (23/9).

Ia menjelaskan APL terjadi karena material kubah lava runtuh akibat tekanan gas dari dalam gunung. Gas vulkanik didalam perut gunung diproduksi karena adanya magma. Gas tersebut dapat tersumbat. Kemudian terkumpul di bawah kubah lava.

Awan panas Gunung Merapi

"Gas yang terkumpul itu terlepas secara tiba-tiba. Kemudian mendobrak kubah lava sehingga runtuh menjadi awan panas," jelas dia.

Baca Juga

Wisata Lereng Merapi Paling Diminati Para Wisatawan Selama Lebaran

Berdasarkan pemantauan BPPTKG, terjadi lebih dari 43 gempa dari pukul 00:00 sampai dengan pukul 12:00 pada Minggu 22 September.

Awan panas letusan berdurasi 125 detik dengan kolom asap letusan setinggi 800 m dari puncak. Jarak awan panas sejauh 1200 m ke kali Gendol. Awan panas ini menyebabkan hujan abu tipis di daerah Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY.

"Kemarin VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange. Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan,"kata dia.

Baca Juga

Tour de Merapi 2019, Naik motor Keliling Embung di Lereng Merapi

Hanik menegaskan walaupun jenis awan panas sudah berubah, Merapi masih aman di luar radius 3 km. Masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada dengan pergerakan Merapi.

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

#Gunung Merapi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Warga yang tinggal dekat puncak gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Oktober 2025
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Indonesia
Pendaki Viral di TikTok Nekat Masuk Kawasan Puncak Merapi Dihukum Bersihkan OWA Kalitalang
4 Pendaki dijatuhi sanksi lantaran nekat masuk kawasan puncak Merapi secara ilegal saat gunung itu masih berstatus Siaga (Level III).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Juni 2025
Pendaki Viral di TikTok Nekat Masuk Kawasan Puncak Merapi Dihukum Bersihkan OWA Kalitalang
Indonesia
BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Soal Status Siaga Gunung Merapi, Jangan Coba-Coba Mendaki!
BPBD DIY mengingatkan untuk tidak mendaki Gunung Merapi saat status siaga. Simak info terbaru dan upaya mitigasi yang dilakukan.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 15 April 2025
BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Soal Status Siaga Gunung Merapi, Jangan Coba-Coba Mendaki!
Indonesia
Puluhan Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diamankan Polisi, Dicegat Saat Turun
Gunung Merapi ditutup karena berstatus naik level III yang dapat membahayakan jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 April 2025
Puluhan Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diamankan Polisi, Dicegat Saat Turun
Indonesia
BNPB Fokus ke Tiga Gunung Berapi Ini Karena Sedang 'Aktif'
Aktivitas erupsi Gunung Merapi yang masih cukup tinggi sampai awal 2025 menjadi catatan bagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Januari 2025
BNPB Fokus ke Tiga Gunung Berapi Ini Karena Sedang 'Aktif'
Bagikan