Merahputih.com - Kasus penyiraman air keras aktivis Kontras, Andrie Yunus menemui titik terang setelah tim penyidik Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi identitas terduga pelaku melalui analisis mendalam kamera pengawas (CCTV).
Penyelidikan intensif yang menggabungkan teknologi digital dengan database kepolisian kini mengerucut pada sejumlah nama yang diduga kuat terlibat dalam aksi teror tersebut.
Baca juga:
Identitas Pelaku Terungkap
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengidentifikasi dua orang eksekutor yang berada di lokasi kejadian. Identifikasi ini didapatkan dari pemetaan jalur yang dilalui pelaku sebelum dan sesudah melakukan aksinya.
“Terdapat dua orang yang teridentifikasi, yakni berinisial BHC dan MAK,” ujar Iman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3).
Meskipun baru dua nama yang disebut, Iman menegaskan bahwa jumlah pelaku diperkirakan jauh lebih banyak.
Berdasarkan pengembangan sementara di lapangan, kepolisian mencurigai adanya keterlibatan pihak lain yang berperan sebagai pemantau maupun otak di balik serangan tersebut.
Bukti Rekaman CCTV Bukan Hasil AI
Dalam rilis resminya, pihak kepolisian menunjukkan tangkapan layar dari kamera pemantau yang memperlihatkan wajah para eksekutor dengan jelas. Guna menghindari keraguan publik terkait validitas bukti digital, Iman menjamin bahwa gambar tersebut merupakan data otentik dari rekaman di lapangan.
Baca juga:
Kondisi Andrie Yunus usai Disiram Air Keras: Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Alami Kerusakan Serius
“Ini adalah murni hasil pengambilan dari CCTV dari jalur yang dilalui pelaku. Sehingga bukan hasil AI. Kita sama-sama bisa lihat ini adalah orang yang menyiramkan cairan,” tegas Iman saat menunjukkan bukti visual kepada awak media.
Kepastian ini sekaligus mematahkan spekulasi mengenai penggunaan rekayasa teknologi dalam proses penyidikan. Iman menjelaskan bahwa selain dua eksekutor tersebut, terekam pula pengendara sepeda motor lain yang membuntuti korban sebelum penyiraman terjadi.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa serangan terhadap aktivis Kontras ini telah direncanakan secara matang oleh kelompok yang terdiri lebih dari empat orang. (Knu)