Ingin Kuliah di Luar Negeri? Pastikan Untuk Melakukan Hal Berikut

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 12 Agustus 2018
Ingin Kuliah di Luar Negeri? Pastikan Untuk Melakukan Hal Berikut

Pilih sekolah yang memang benar-benar hendak dituju. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KULIAH di luar negeri terdengar keren dan menyenangkan. Namun, tak sekeren yang diperlihatkan Tasya Kamila, Maudy Ayunda, atau Cinta Laura di akun Instagram mereka. Dibutuhkan persiapan yang matang sebelum menginjakkan kaki di kampus impian. Berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kuliah di luar negeri:

1. Tanyakan Diri Sendiri

Sebelum memutuskan untuk kuliah di luar negeri tanyakan seberapa siap dirimu. Cari tahu apa yang ingin dipelajar? Mengapa kamu ingin mempelajari tersebut? Bagaimana kamu mengaplikasikan ilmu tersebut di kemudian hari? Dan lain sebagainya. Hal tersebut perlu dilakukan sebelum mempersiapkan hal lain. Dengan begitu, perencanaan kita akan lebih matang dan terarah.

sekolah
Sudahkah kamu siap bersekolah di luar negeri? (Foto: Pexels/Pixabay)

2. Negara Tujuan


Bagi kalian yang ingin kuliah di luar negeri sebaiknya sudah tahu negara yang ingin dituju. Dengan mengetahui negara yang ingin dituju mempermudah kita dalam mempersiapkan diri dan membuat motivation letter. Kita bisa browsing sedikit informasi mendasar mengenai negara tujuan.

3. Jurusan


Selain negara tujuan, kita juga bisa mempertimbangkan jurusan yang kita inginkan. Carilah informasi mendalam mengenai jurusan tersebut seperti di kampus mana saja yang menyediakan jurusan yang kita inginkan atau rekomendasi kampus terbaik untuk jurusan tersebut.Ada beberapa website yang merekomendasikan kampus terbaik seperti QS World Ranking (www.topuniversities.com) atau Times Higher Education (www.timeshighereducation.com). Dari website tersebut kita bisa mendapatkan informasi lengkap seperti peringkat kampus secara keseluruhan, peringkat kampus sesuai mata kuliah tertentu, reputasi kampus, reputasi pengajar, sitasi perfakultas, hingga Fakultas Internasional. Website tersebut juga bisa membantu kita mengetahui negara tujuan.

sekolah
Selalu memahami kelengkapan persyaratan administrasi. (Foto: Pexels/Stefan Lorenz)

4. Pahami Persyaratan


Setelah tahu negara dan kampus yang ingin dituju, pahami persyaratan yang diminta oleh kampus tujuan. Menurut LPDP Awardee angkatan 11 dan alumni TU Delft, Wirawan Agahari, setiap negara dan kampus memiliki persyaratan berbeda."Kampus di Belanda mewajibkan kita membayar application fee sebesar 100 euro," ungkapnya. Biaya tersebut untuk mengirimkan dokumen-dokumen melalui pos. Sementara kampus di Inggris tak membutuhkan biaya pendaftaran karena dokumen bisa diunggah melalui website. Untuk mengetahui kemampuan Bahasa Inggris dibutuhkan TOEFL atau IELTS. Namun, kampus-kampus di Amerika membutuhkan berkas tambahan selain TOEFL yakni GMAT dan GRE. Catat juga tanggal pengumpulan berkas. Pengumpulan berkas-berkas negara Eropa biasanya pada bulan September. Sementara negara Inggris pada Oktober.


5. Buat Target

Ketika semua persiapan sudah dilakukan, buatlah target jangka panjang misalnya berapa lama studi tersebut akan ditempuh dan bagaimana menghidupi diri selama di sana. Supaya perkuliahan di luar negeri lebih maksimal dan bermanfaat, buat juga daftar kontribusi-kontribusi kecil untuk kampus seperti membantu profesor dalam penyusunan jurnal ilmiah dan lain sebagainya. Cara tersebut juga bisa meningkatkan kualitas diri selama di negara tujuan.

Itulah beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelum sekolah di luar negeri. Dengan menggali informasi sedalam-dalamnya mengenai studi yang ingin dilakukan kita lebih siap dan fokus dalam menjalani studi. Selamat berjuang! (avia)

#Kampus
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
DPR menilai kasus dugaan kekerasan seksual di UPN Veteran Yogyakarta sudah masuk kategori darurat dan tak boleh ditutup-tutupi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
Indonesia
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menilai rencana penutupan prodi yang dianggap tidak relevan berisiko mengancam kebebasan akademik dan keragaman ilmu pengetahuan.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Habib Syarief: Penutupan Prodi Bentuk Bunuh Diri Intelektual
Indonesia
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Perbuatan tersebut telah mencoreng muruah dunia pendidikan serta profesi kedokteran.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Oknum Dokter Kampus Lecehkan Puluhan Mahasiswi, Legislator Desak Pelaku Dihukum Berat
Indonesia
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Prodi yang dianggap kurang relevan sebaiknya direvitalisasi melalui penguatan kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi daerah dan kekayaan budaya lokal.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Komisi X Kritik Rencana Kemendiktisaintek, Lebih Tepat Transformasi Bukan Tutup Massal Prodi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi menutup prodi tak relevan dan mengembangkan prodi baru sesuai 8 industri strategis.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Kemendiktisaintek Instruksikan Kampus Tutup Prodi Tidak Revelan, Fokus 8 Industri Strategis
Indonesia
Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan
DPR soroti maraknya kekerasan seksual di kampus. Rektor diminta tegas, termasuk awasi ruang digital mahasiswa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan
Indonesia
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan riset perumahan. Hal itu demi mempercepat program 3 juta rumah.
Soffi Amira - Selasa, 07 April 2026
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Dunia
Presiden Trump Gugat Kampus Harvard Atas Tuduhan Antisemit, Tuntut Ganti Rugi Rp 16,9 T
Presiden Donald Trump resmi menggugat Universitas Harvard ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Massachusetts.
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Presiden Trump Gugat Kampus Harvard Atas Tuduhan Antisemit, Tuntut Ganti Rugi Rp 16,9 T
Indonesia
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Kerja sama pendidikan dengan kampus terkemuka di Inggris ini, kata Teddy, diharapkan dapat meningkatkan peringkat universitas Indonesia di dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Bagikan