Inggris Ciptakan 'Pankreas Virtual' untuk Pasien Diabetes

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 03 April 2024
Inggris Ciptakan 'Pankreas Virtual' untuk Pasien Diabetes

NHS akan gunakan sistem 'pankreas artifisial' untuk bantu pasien diabetes tipe 1. (Foto: Unsplash/Matt C)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - NHS (National Health Service) mengumumkan pada Selasa (2/4), bahwa puluhan ribu anak-anak dan orang dewasa dengan diabetes tipe 1 akan menerima 'pankreas artifisial' untuk mengatur tingkat insulin mereka.

Sistem hybrid loop tertutup, yang menggunakan sensor di bawah kulit untuk mengirimkan pembacaan glukosa ke pompa eksternal yang mengatur insulin, akan diperkenalkan untuk membantu pasien mengelola diabetes tanpa perlu mengukur kadar glukosa secara manual.

Meski tidak menjadi yang pertama dalam jenisnya, NHS akan menyediakan perangkat ini secara gratis, sebuah langkah yang menonjol karena sebelumnya hanya tersedia sebagai hak istimewa bagi masyarakat kaya,
demikian diwartakan Engadget, Rabu (3/4).

Baca juga:

Vaksin mRNA untuk Melawan Kanker Pankreas Tunjukkan Harapan

Sistem ini menggunakan sensor di bawah kulit untuk memantau glukosa secara terus-menerus, mengirimkan data ke pompa insulin eksternal yang memberikan dosis yang tepat. Namun, pengguna masih perlu memberikan
masukan seperti asupan karbohidrat.

NHS menyoroti pentingnya inisiatif ini dengan menyebutkan bahwa 269.095 orang di Inggris hidup dengan diabetes tipe 1, menunjukkan potensi besar manfaat yang dapat diberikan oleh program ini.

Cabang lokal NHS akan mulai mengidentifikasi pasien untuk program ini segera.

Colette Marshall, kepala eksekutif Diabetes UK, menekankan bahwa sistem ini dapat mengubah hidup dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup penderita diabetes.

Dirinya berharap untuk bekerja sama dengan NHS dan pihak lain untuk memastikan bahwa peluncuran ini berjalan dengan adil dan segera mencapai masyarakat yang membutuhkan. (waf)

Baca juga:

Penderita Diabetes Rentan Terkena TB

#Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan