Indonesia Wajib Berikan Bantuan Kemanusiaan, Ketua MPR Singgung Peran Lebanon di Era Kemerdekaan
Ledakan di Lebanon. (Foto: Isimewa).
Merahputih.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memastikan dan terus memantau perkembangan pascaledakan bom di Lebanon.
Termasuk keselamatan WNI di Beirut yang jumlahnya mencapai 1.447 orang. Kemenlu harus terus memonitor perkembangan para korban.
"Sejauh ini, KBRI Beirut melaporkan hanya satu orang menjadi korban luka-luka. Kita harapkan tidak ada lagi WNI yang menjadi korban," ujar Bamsoet kepada wartawan, Kamis (5/8).
Baca Juga:
KBRI Beirut Beberkan Kondisi WNI Pascaledakan Bom Lebanon
Mantan Ketua DPR ini juga akan mendorong pemerintah dapat memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Lebanon.
Hubungan diplomatik resmi Indonesia dan Lebanon sudah terjalin sejak tahun 1950. Bahkan, Lebanon merupakan negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah Mesir dan Suriah.
"Karenanya, saya mendorong pemerintah bisa memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Lebanon," tambah Bamsoet.
Mantan Ketua DPR itu menyampaikan bela sungkawa mendalam atas ledakan yang mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas dan 4.000 orang lainnya menderita luka-luka.
"Saya menyampaikan duka cita mendalam atas banyaknya korban jiwa yang jatuh akibat ledakan di Beirut. Semoga mereka yang meninggal diberikan tempat yang layak oleh Allah, dan korban yang luka-luka segera diberikan kesembuhan," ujar Bamsoet
Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, lewat akun media sosialnya hari ini.
"Saya turut berbelasungkawa untuk saudara-saudariku di Lebanon," kata Presiden Jokowi, dalam cuitan berbahasa Inggris di akun Twitter @jokowi, Kamis (6/8).
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi Sampai 2021
Presiden mengatakan peristiwa tersebut tragis dan menyakitkan. Dia menekankan posisi Indonesia saat ini berdiri bersama Lebanon. "Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan korban ledakan dahsyat di Beirut," ujar Jokowi.
Ledakan besar yang menimbulkan awan berbentuk jamur, mirip ledakan bom atom di Hiroshima, Jepang pada masa Perang Dunia II tersebut, menewaskan sedikitnya 135 orang dan menyebabkan ribuan orang terluka serta hancurnya bangunan serta infrastruktur di sekitar. (Knu)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
MPR Berikan Sinyal Setujui Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD
Refleksi Akhir Tahun 2025 MPR Solusi Paradoks Energi: Mewujudkan Kedaulatan, Menyelamatkan Lingkungan
Bamsoet Nilai Pilkada lewat DPRD Berpotensi Kurangi Biaya dan Politik Uang
Pilkada Langsung Jadi Sarang 'Money Politic', Wakil Ketua MPR Tawarkan Solusi Sila Keempat
Elit Saling Adu Opini soal Bencana Alam Sumatra, Bamsoet: Stop Saling Menyalahkan, Fokus pada Penanganan
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Ketua MPR Curiga Pembalakan Liar Jadi Biang Kerok Bencana di Sumatra, Desak Pengawasan Hutan Diperketat
Banjir dan Longsor di Sumatra, Wakil Ketua MPR RI: Alarm Krisis Lingkungan Indonesia
Sekjen Liga Muslim Puji Keberhasilan Indonesia Jaga Toleransi dalam Keberagaman