Ketua MPR Curiga Pembalakan Liar Jadi Biang Kerok Bencana di Sumatra, Desak Pengawasan Hutan Diperketat
Foto udara permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Sa
Merahputih.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti dugaan kuat bahwa praktik pembalakan liar (illegal logging) merupakan salah satu faktor utama yang memperparah bencana banjir bandang yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Muzani menyampaikan kesimpulan ini setelah menghadiri jamuan minum teh bersama Presiden RI Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/12) sore. Ia mendasarkan dugaannya pada informasi visual yang tersebar luas di media sosial.
Baca juga:
Bareskrim Usut Tidak Pidana Dari Temuan Gelondongan Kayu Ditemukan Saat Bencana Banjir Sumatra
"Kalau lihat gambar-gambar dan foto-foto yang kami saksikan, entah di Aceh, entah di Sumatra Utara, sepertinya kayu-kayu yang hanyut itu kayu-kayu hasil tebangan yang cukup lama, bukan kayu-kayu yang ditebang baru-baru atau kayu-kayu yang roboh karena terjangan badai," kata Muzani.
Pemangku Kebijakan Diminta Seriusi Pengawasan Hulu Hutan
Menanggapi maraknya isu illegal logging, Muzani menyebut adanya dugaan aktivitas pembalakan yang tidak terkendali di kawasan hulu.
Jika dugaan ini benar, ia menegaskan bahwa masalah pembalakan liar harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kebijakan lingkungan.
"Artinya, kalau itu betul, berarti ada pembalakan liar yang tidak terkendali yang menyebabkan, yang menjadi salah satu sebab bencana ini bisa memperparah dan diperparah," ujarnya.
Baca juga:
Kayu Gelondongan Terbawa Banjir, Kemenhut Sinyalir Modus Pembalakan Liar
Muzani mengingatkan bahwa kelalaian dalam menjaga hutan dapat memicu bencana serupa di masa depan dan mengancam keselamatan generasi mendatang.
Ia mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan pengawasan lingkungan berjalan tegas dan konsisten.
“Cukup ini menjadi pelajaran terakhir," jelas dia.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor