Indonesia Targetkan Produksi 2 Juta Motor Listrik Pada 2025

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 28 November 2019
Indonesia Targetkan Produksi 2 Juta Motor Listrik Pada 2025

Perakitan motor listrik GESITS (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menargetkan Indonesia mampu memproduksi dua juta motor listrik pada 2025.

"Dalam bersaing dengan negara lain di sektor kendaraan listrik, Indonesia tidak harus memulai dari kendaraan listrik berbentuk mobil pribadi, walaupun Indonesia akan tetap menuju ke sana. Target kami untuk kendaraan mobil listrik pada 2025 hanya 2.200 kendaraan, tapi pada 2050 diharapkan bisa lebih dari empat juta kendaraan. Tentu saja ini ambisius, tapi ada kompetisi saat ini pada revolusi industri keempat, kita perlu ada 'lompatan katak'," kata Bambang, Rabu (27/11).

Baca Juga:

Keluarga Korban Kecelakaan Maut Skuter Listrik Minta Keadilan ke Jokowi

Target 2 juta motor listrik itu sesuai dengan kebutuhan kendaraan di tengah masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perkembangan jumlah sepeda motor di Indonesia pada 2017 mencapai 113 juta kendaraan, jauh di atas mobil di angka 15 juta kendaraan.

Menristek Bambang mengatakan dalam persaingan kendaraan listrik global, Indonesia memulai pengembangan kendaraan listrik dari sepeda motor listrik dan baterai listrik.

"Sebagaimana yang kita tahu, Indonesia mengkonsumsi sepeda motor lebih banyak daripada mobil. Ini berarti kita perlu fokuskan kendaraan listrik pada motor listrik. Target pada 2025 lebih dari dua juta, dan pada 2050 13 juta (motor listrik), jadi semuanya harus disiapkan," ujarnya.

Indonesia saat ini sudah memiliki motor listrik GESITS yang dikembangkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). GESITS saat ini sudah dapat dipesan masyarakat.

Ilustrasi: motor listrik terbaru Harley-Davidson (net)

Menurut Menristek Bambang, pengembangan industri kendaraan listrik harus bersifat menyeluruh, tidak hanya produk akhir berupa motor atau mobil listrik, namun juga komponen-komponen penting bagi kendaraan listrik. Lompatan yang diambil pemerintah dimulai dari suku cadang dan baterai karena semua kendaraan listrik di Indonesia dan luar negeri pasti membutuhkan suku cadang dan baterai.

"Tidak ada mobil tanpa mesin. Tidak ada mobil listrik tanpa baterai dan tidak ada mobil tanpa 'spare parts (suku cadang) yang banyak, jadi kita juga perlu kembangkan ekosistem dari kendaraan listrik, termasuk industri suku cadang dan baterai," ujar Bambang.

Pemerintah saat ini mendorong banyak lembaga penelitian untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik, terutama pengembangan baterai lithium dengan bahan mineral nikel yang banyak ditemukan di Indonesia.

"Ini dikembangkan oleh ITS dan UNS. Para peneliti di perguruan tinggi sudah mulai mengembangkan produk baterai lithium. Kita juga punya beberapa pelaku. Pertamina juga mengembangkan versi mereka sendiri. LIPI dan juga anak perusahaan dari PLN, PT Indonesia Power (juga mengembangkan baterai kendaraan listrik)," tuturnya.

Baca Juga:

Skuter Dilarang Naik Trotoar, Polisi: Selain Pejalan Kaki Kami Tindak!

Selain motor listrik dan baterai, saat ini 5 perguruan tinggi sedang mengembangkan bus listrik, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

"Inovasinya adalah Molina atau Mobil Listrik Nasional, bis elektrik dan Universitas Indonesia sudah menggunakan bis ini untuk mengantar mahasiswa dari satu fakultas ke fakultas lain atau dari stasiun kereta ke fakultas," ujarnya. (*)

#Motor Listrik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Tetap Ingin Berikan Insentif Pembelian Motor Listrik
Pemerintah berencana menerapkan skema insentif pembelian motor listrik sebesar Rp 3 juta per unit dengan anggaran sekitar Rp 3 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Pemerintah Tetap Ingin Berikan Insentif Pembelian Motor Listrik
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Pembangunan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan kendaraan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Indonesia
Sudah September 2026, Insentif Motor Listrik Masih Belum Punya Payung Hukum
Rencana pemerintah memberikan insentif pembelian motor listrik hingga kini belum memiliki kepastian.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
Sudah September 2026, Insentif Motor Listrik Masih Belum Punya Payung Hukum
Fun
Dibandrol Rp 139,7 Juta, Beda Spek Motor Listrik Kawasaki Ninja E-1 Sama Saudaranya Versi Bensin
Kawasaki Ninja E-1 resmi dijual di AS dengan harga Rp 139,7 juta. Motor listrik ini hanya bertenaga 12 hp dengan jarak tempuh 66 km, jauh berbeda dari Ninja bensin yang lebih bertenaga dan murah.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Dibandrol Rp 139,7 Juta, Beda Spek Motor Listrik Kawasaki Ninja E-1 Sama Saudaranya Versi Bensin
Indonesia
Diskon Motor Listrik Arahan Presiden Prabowo Belum Jalan, Bolanya Tertahan di Menkeu
Program insentif motor listrik Rp5 juta arahan Presiden Prabowo belum berlaku masih tertahan di meja Menkeu.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Diskon Motor Listrik Arahan Presiden Prabowo Belum Jalan, Bolanya Tertahan di Menkeu
Indonesia
Danantara Siapkan DP 0 Persen untuk Dorong Adopsi Motor Listrik Nasional
Insentif ini bertujuan agar masyarakat segera beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Danantara Siapkan DP 0 Persen untuk Dorong Adopsi Motor Listrik Nasional
Indonesia
Prabowo Luncurkan MOLINAS, Pemerintah Siapkan Skema Motor Listrik Tanpa DP
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan MOLINAS di Bekasi. Pemerintah berencana menurunkan bunga cicilan dan mengupayakan motor listrik tanpa DP.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Prabowo Luncurkan MOLINAS, Pemerintah Siapkan Skema Motor Listrik Tanpa DP
Indonesia
Produksi Motor Listrik Dibidik 2 Juta Unit, Prabowo Ungkap Rencana Cicilan Tanpa DP
Presiden Prabowo Subianto mendorong produksi motor listrik nasional hingga 2 juta unit. Pemerintah juga menyiapkan opsi cicilan tanpa DP dan tukar tambah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Produksi Motor Listrik Dibidik 2 Juta Unit, Prabowo Ungkap Rencana Cicilan Tanpa DP
Indonesia
Penghiliran Nikel Kunci Pengembangan Motor Listrik Nasional
Dengan cadangan nikel yang besar serta kemampuan teknologi dalam negeri, Indonesia dinilai siap membangun rantai pasok baterai motor listrik secara mandiri.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Penghiliran Nikel Kunci Pengembangan Motor Listrik Nasional
Dunia
Maksimalkan 46% Stok Nikel Dunia, Prabowo Gandeng Alva Luncurkan Motor Listrik Nasional
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional Molinas di Cikarang. Indonesia gunakan 46% cadangan nikel dunia untuk baterai, hasil kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Maksimalkan 46% Stok Nikel Dunia, Prabowo Gandeng Alva Luncurkan Motor Listrik Nasional
Bagikan