MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan produksi motor listrik nasional hingga mencapai 2 juta unit. Dorongan tersebut disampaikan setelah Prabowo mengapresiasi keberhasilan industri nasional yang telah memproduksi 20 ribu motor listrik.
“Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Baca juga:
Prabowo Resmikan Molinas di Cikarang, Ekosistem Motor Listrik Nasional Mulai Dikembangkan
Danantara diminta dukung ekosistem motor listrik
Prabowo meminta seluruh pihak turut mendukung pengembangan motor listrik nasional, termasuk Danantara.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mempercepat peningkatan produksi di dalam negeri.
“Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung tadi kita bicarakan,” tegasnya.
Sejalan dengan upaya meningkatkan produksi, pemerintah juga akan mendorong skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Prabowo mengatakan pemerintah akan mengupayakan penurunan bunga cicilan motor listrik hingga kemungkinan pembelian tanpa uang muka (DP).
Kita akan turunkan apa itu, bunga bunga cicilan (motor listrik) kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Motor listrik diklaim bisa hemat biaya hingga 70 persen
Menurut Prabowo, dukungan dari sisi pembiayaan penting untuk mempercepat minat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik.
Selain faktor pembiayaan, penggunaan motor listrik juga dinilai memberikan efisiensi biaya operasional dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Prabowo menyampaikan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan, penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat untuk mobilitas sehari-hari minimal 50 persen bahkan hingga 70 persen.
Baca juga:
Motor Listrik Nasional yang Diresmikan Prabowo Dipastikan Bebas Uang Muka
Transisi kendaraan listrik dan kebijakan emisi
Prabowo mengatakan transisi menuju kendaraan listrik akan semakin relevan seiring berkembangnya kebijakan pengendalian emisi di berbagai negara.
Ia mencontohkan penerapan carbon tax serta pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kota-kota besar seperti Beijing.
Kendati demikian, pemerintah juga akan memikirkan skema bagi masyarakat yang sudah memiliki kendaraan berbahan bakar bensin.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah skema tukar tambah, sehingga motor lama dapat ditukar dengan motor listrik baru dengan tambahan biaya tertentu.
“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa bisa tukar tambah motor yang lama dapat motor baru ya tambah dikit lah,” pungkasnya. (Pon)