MerahPutih.com - Indonesia resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) sebagai simbol kemandirian transportasi berbasis energi bersih.
Peluncuran ini dilakukan di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8), dengan peresmian langsung dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga:
Prabowo Resmikan Molinas di Cikarang, Ekosistem Motor Listrik Nasional Mulai Dikembangkan
Sinergi Pemerintah, BUMN, dan Swasta Maksimalkan Cadangan 46% Nikel Dunia
Kepada media, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan Molinas merupakan hasil kolaborasi pemerintah, BUMN, dan perusahaan nasional.
Molinas ini adalah kolaborasi, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan juga perusahaan nasional dalam rangka meningkatkan peran dari kemandirian kita,
Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani
Peresmian Molinas ini sekaligus menandai percepatan integrasi industri kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air.
Rosan menekankan Indonesia memiliki seluruh komponen untuk membangun motor listrik nasional. Dengan cadangan 46 persen nikel dunia, Indonesia mampu memproduksi baterai berbasis nikel yang menjadi inti Molinas.
“Sehingga karya anak bangsa ini bisa berkembang. Molinas ini bisa terjangkau, berkualitas, apalagi kami bisa menjalankan hilirisasi dari nikel ini menjadi baterai,” tanda menteri yang juga CEO Danantara itu.
Baca juga:
Prabowo Bakal Luncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Pabrik ALVA Cikarang
Usung Konsep Indonesia Incorporated
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya berdikari dalam setiap kegiatan ekonomi.
Kepala Negara juga memuji keberanian pelaku usaha swasta yang berani mengambil risiko memproduksi motor listrik di tengah persaingan ketat dengan produk dari China, Jepang, dan Korea Selatan.
Menurutnya, langkah tersebut adalah bagian dari konsep Indonesia Incorporated, yakni usaha bersama membangun bangsa. Dilansir Antara, produksi Molinas demi mendukung kepentingan strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). (*)