Indonesia Dibanjiri Produk Luar Negeri Ilegal

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 11 Oktober 2015
Indonesia Dibanjiri Produk Luar Negeri Ilegal

Ilustrasi Barang Impor (Foto Antara/Fanny Kusumawardhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Hingga saat ini, masih banyak produk ilegal dari luar negeri masuk ke Tanah Air. Produk ilegal yang masuk mulai dari pakaian hingga elektronik.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui, hingga kini masih banyak produk-produk ilegal yang masuk ke pasar nasional.  Produk ilegal tersebut menyebabkan kerugian negara karena pajak tidak masuk.

"Produk ilegal itu kan tidak membayar pajak," kata Saleh Husin dalam acara Panasonic Gathering Ultah ke-55 Tahun, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (11/10).

Namun, Saleh Husin tidak menyebutkan berapa jumlah pastinya. Berdasarkan laporan yang diterima dari asosiasi, produk ilegal yang masuk ke Indonesia sangat beraneka ragam, mulai dari pakaian bekas hingga produk elektronik.

"Jumlahnya saya tidak tahu pasti, tapi laporan dari asosiasi yang masuk itu seperti elektronik, pakaian bekas juga," sambungnya.

Saleh juga tidak merinci di mana barang ilegal dari luar negeri tersebut tersebar. Tapi, ia mengatakan, bahwa peredarannya ditemukan di pasar-pasar seluruh Indonesia.

"Penyebarannya itu tidak hanya di satu titik, tapi hampir menyerang seluruh pasar di Indonesia," kata Husin.

Kementerian Perindustrian terus berkoordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan untuk memberangus praktik ilegal tersebut.

"Kita bersama bea cukai dan Kementerian Perdagangan akan bekerjasama untuk dapat memberikan efek jera kepada para pemasok," pungkasnya. (rfd)


Baca Juga:

Melanie Subono Tantang Publik Indonesia Boikot Produk Sinarmas

Produk Makanan dan Minuman Berbahan Impor Terimbas Pelemahan Rupiah

Ridwan Kamil Gencar Promosi Produk Kreatif Bandung

Indonesia Harus Tingkatkan Produksi Kopi Berkualitas

Lihat Produk Indonesia di UAE, Jokowi Langsung Sumringah

 

#Kementerian Perindustrian #Menteri Perindustrian #Impor Ilegal #Produk Impor
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Berita
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Coway mengandalkan pusat riset terbesar di Asia untuk mengembangkan solusi air dan udara berbasis teknologi. Perkenalkan air purifier terbaru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Indonesia
Berton-ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal Masuk Lewat Pontianak, Jaringan Pemasok Masih Diburu
Praktik impor ilegal komoditas pangan dalam jumlah besar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang masuk secara ilegal ke Indonesia berhasil dibongkar.
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Berton-ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal Masuk Lewat Pontianak, Jaringan Pemasok Masih Diburu
Indonesia
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
“Produk dari Amerika tetap wajib halal. Sertifikasi bisa dilakukan di negara asal, lalu diregistrasi di Indonesia,”
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
Indonesia
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
BPJPH pastikan produk AS tetap wajib dua label halal meski ada kesepakatan dagang RI-AS. Skema MRA jamin standar halal tetap aman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
Berita
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Coway mendirikan sales office di Bandung, Jawa Barat. Hal itu menjadi komitmen jangka panjang bagi warga perkotaan.
Soffi Amira - Jumat, 13 Februari 2026
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Indonesia
Harga Jual Thrifting Lebih Murah 20 Kali Lipat Dibanding Produl Lokal
Total belanja masyarakat untuk sandang diperkirakan mencapai Rp 10 triliun per bulan atau setara Rp 119,8 triliun per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Harga Jual Thrifting Lebih Murah 20 Kali Lipat Dibanding Produl Lokal
Indonesia
Bawang Ilegal 'Haram' Hampir Masuk Pasar, Pemerintah Didesak Seret Dalang Penyelundupan ke Meja Hukum
Anggota DPR Usman Husin apresiasi Kementan sita 133,5 ton bawang bombay ilegal di Semarang guna lindungi petani lokal dari ancaman harga dan penyakit tanaman
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Januari 2026
Bawang Ilegal 'Haram' Hampir Masuk Pasar, Pemerintah Didesak Seret Dalang Penyelundupan ke Meja Hukum
Indonesia
Kementan Gagalkan Penyelundupan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal, DPR: Lindungi Petani Lokal
Anggota DPR RI mengapresiasi Kementan yang membongkar penyelundupan 133,5 ton bawang bombay ilegal di Semarang demi melindungi petani lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
Kementan Gagalkan Penyelundupan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal, DPR: Lindungi Petani Lokal
Indonesia
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Baju thrifting yang telah masuk ke dalam pasar secara masif merupakan bukti besarnya minat masyarakat untuk bergaya menggunakan merek-merek ternama, meski harus membeli pakaian bekas.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 22 November 2025
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Indonesia
Thrifting Disebut Ancam Industri, DPR Minta Pemerintah Perkuat Produk Lokal
Komisi VI DPR RI dukung pemerintah hentikan thrifting dan menggantinya dengan produk lokal demi perkuat industri nasional dan buka peluang ekspor.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 November 2025
Thrifting Disebut Ancam Industri, DPR Minta Pemerintah Perkuat Produk Lokal
Bagikan