MerahPutih.com - Praktik impor ilegal komoditas pangan dalam jumlah besar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang masuk secara ilegal ke Indonesia berhasil dibongkar.
“Mengamankan puluhan ton bawang dan bahan pangan lainnya yang diduga masuk secara ilegal ke Indonesia,” kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Sabtu (18/4).
Baca juga:
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Impor Ilegal Senilai Rp 399,2 Miliar
Baju Sitaan Impor Ilegal Made in Tiongkok dan Bangladesh Bakal Diberikan ke Korban Banjir
2 Lokasi Penggerebekan
Penggerebekan dilakukan di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada di Jalan Budi Karya No.5, Jumat (17/4), Penyidik menemukan bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay kuning dengan total mencapai 10,35 ton.
Di lokasi kedua, Jalan Budi Karya Komplek Pontianak Square No. C-6, Kelurahan Benuamelayu Darat, tim kembali menemukan komoditas serupa dalam jumlah lebih besar.
“Penyitaan di lokasi dua cabai kering. Penyidik kemudian menemukan 12,796 ton bawang bombay,” imbuh Ade.
Baca juga:
Amran Tidak Bakal Beri Ampun Penyelundup Bawang dan Cabai Lewat Kalimantan Barat
Jaringan Pemasok Utama
Berdasarkan pendalaman, bawang merah diduga berasal dari Thailand, bawang putih dan cabai kering dari China, serta bawang bombay dari Belanda.
Barang-barang tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur Malaysia sebelum beredar di wilayah Kalimantan Barat. “Saat ini jaringan pemasok utama masih dalam pengejaran kami,” imbuh Ade.
Penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya gudang penyimpanan lain yang digunakan jaringan tersebut.
Baca juga:
Pasokan Terganggu, Harga Bawang Merah Alami Kenaikan di Awal April 2026
“Tim sedang mengidentifikasi gudang atau tempat penyimpanan komoditas pangan hasil impor ilegal lainnya. Saat ini ada tiga lokasi yang sedang dalam pemantauan tim,” tandasnya.
Sebagai bagian dari proses hukum, petugas telah memasang garis polisi di dua lokasi penyimpanan barang dan berkoordinasi dengan Perum Bulog Pontianak terkait penitipan barang bukti. (Knu)