Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi

Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/9/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KELAMBANAN proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kementerian Perindustrian mulai mengancam napas operasional dunia usaha. Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi total terhadap prosedur perizinan guna menghindari kelangkaan bahan baku yang berpotensi memicu gelombang pengurangan jam kerja.

Aspirasi ini disampaikan Eva langsung di hadapan Menteri Perindustrian dalam Rapat Kerja Komisi VII di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6). Eva mengungkapkan ia menerima banyak keluhan dari Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI) terkait dengan implementasi wajib SNI yang karut marut di lapangan.

"Berdasarkan masukan dari pelaku usaha, tingkat ketidakpastian di lapangan saat ini sangat tinggi. Pemerintah harus memastikan seluruh instrumen pendukung dan layanan perizinan benar-benar siap sebelum kebijakan diterapkan penuh. Jangan kebijakannya dipaksa, tapi sistemnya belum siap," kritik Eva.

Baca juga:

Kemenperin Rilis Aturan Baru, Pengelolaan Lingkungan Kawasan Industri Kini Berbasis Risiko


Eva membeberkan bahwa hambatan utama terletak pada lambatnya respons pengajuan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT-SNI). Kondisi ini diperparah minimnya kapasitas Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang memicu antrean panjang nan melelahkan.

Jika tidak segera diurai, sejumlah pabrik memproyeksikan stok bahan baku mereka akan habis dalam waktu dekat. Dampak domino dari kemacetan rantai pasok ini bahkan sudah mulai memukul sektor ketenagakerjaan.

Jangan sampai regulasi yang tujuannya baik malah menjadi barikade baru bagi dunia usaha. Akibat pasokan bahan baku tersendat, sejumlah perusahaan mulai mengurangi shift kerja operasional. Jika dibiarkan, ini bukan lagi soal penurunan produksi, melainkan ancaman nyata terhadap keberlangsungan lapangan kerja.


 Eva Monalisa, anggota Komisi VII DPR RI


Di tengah tekanan ekonomi makro, mulai dari fluktuasi nilai tukar rupiah yang tak menentu hingga melemahnya daya beli masyarakat, Eva mengingatkan Kemenperin untuk tidak menambah beban industri dalam negeri dengan urusan birokrasi yang berbelit.
Perempuan politikus PKB ini menegaskan partainya mendukung penuh standardisasi produk nasional, tapi prosesnya wajib transparan, cepat, dan akuntabel.

"Kami mendukung penguatan standar industri nasional. Namun, implementasinya harus diiringi kesiapan sistem dan kapasitas lembaga sertifikasi yang memadai. Layanan harus cepat dan transparan agar tujuan baik regulasi ini tidak berujung pada ketidakpastian di lapangan," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

6 Sektor Ini Dibanjiri Barang Impor, Ini Kata Kemenperin














#Kemenperin #SNI #Kementerian Perindustrian
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi
Ada banyak keluhan dari BPP GINSI terkait dengan implementasi wajib SNI yang karut marut di lapangan.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi
Indonesia
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia menurut IATA diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahu2030.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia
Iran Buka Selat Hormuz, Pemerintah Indonesia Pede Kapal Tanker BBM Pertamina yang Tertahan Bisa Lewat
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus melakukan lobi dan koordinasi dengan pihak Iran agar kedua kapal milik PT Pertamina (Persero) segera melintas Selat Hormuz.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Iran Buka Selat Hormuz, Pemerintah Indonesia Pede Kapal Tanker BBM Pertamina yang Tertahan Bisa Lewat
Indonesia
Kemenperin Pastikan Stok Plastik Aman Meski Selat Hormuz Masih Bergejolak
Kemenperin memastikan stok plastik nasional tetap aman meski terdampak gejolak Selat Hormuz.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 April 2026
Kemenperin Pastikan Stok Plastik Aman Meski Selat Hormuz Masih Bergejolak
Indonesia
Industri Daur Ulang Bisa Jadi Jalan Keluar Atasi Gangguan Pasokan Plastik
Pentingnya menjadikan situasi ini sebagai titik balik untuk mengurangi ketergantungan pada plastik konvensional
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Industri Daur Ulang Bisa Jadi Jalan Keluar Atasi Gangguan Pasokan Plastik
Indonesia
Industri Kecil Menengah Dalam Negeri Diklaim Jadi Pemasok Perlengkapan Haji 2026
Upaya tersebut tercermin dari keberhasilan 12 IKM binaan Kemenperin yang memasok kebutuhan perlengkapan jemaah haji tahun 1447 Hijriah, mulai dari produk sandang hingga kain ihram.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Industri Kecil Menengah Dalam Negeri Diklaim Jadi Pemasok Perlengkapan Haji 2026
Indonesia
Kemenperin Rilis Aturan Baru, Pengelolaan Lingkungan Kawasan Industri Kini Berbasis Risiko
Kemenperin menerbitkan Permenperin 2/2026 tentang pengelolaan lingkungan kawasan industri berbasis risiko untuk dorong investasi dan efisiensi perizinan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Kemenperin Rilis Aturan Baru, Pengelolaan Lingkungan Kawasan Industri Kini Berbasis Risiko
Indonesia
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Sekjen Kemenperin Dilaporkan ke KPK dan Mensesneg
GMBI laporkan Sekjen Kemenperin Eko Cahyanto ke Mensesneg dan KPK terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan lonjakan harta LHKPN.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 27 Februari 2026
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Sekjen Kemenperin Dilaporkan ke KPK dan Mensesneg
Indonesia
LHKPN Eko Cahyanto Disorot, Kenaikan Harta Hampir Rp 1 Miliar per Tahun Dipertanyakan
Lonjakan harta Sekjen Kemenperin Eko Cahyanto disorot publik. GMBI melaporkan ke KPK dan mempertanyakan kenaikan hampir Rp1 miliar per tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
LHKPN Eko Cahyanto Disorot, Kenaikan Harta Hampir Rp 1 Miliar per Tahun Dipertanyakan
Indonesia
Kemenperin Berharap IIMS Percepat Pemulihan dan Perkuat Fondasi Industri Otomotif
Volume retail di kisaran 833 ribu unit. Sementara 2024 sanggup terkumpul 889 ribu unit atau terjadi penurunan sekitar 6,3 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Kemenperin Berharap IIMS Percepat Pemulihan dan Perkuat Fondasi Industri Otomotif
Bagikan