Kemenperin Pastikan PT JAI dan PT SAI Tak Relokasi Fasilitas Produksi ke Vietnam

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Kemenperin Pastikan PT JAI dan PT SAI Tak Relokasi Fasilitas Produksi ke Vietnam

Gedung Kementerian Perindustrian. (Foto: Dok. Kementerian Perindustrian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto tidak akan memindahkan fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya kabar bahwa dua perusahaan otomotif asal Jepang itu tetap akan memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief, Selasa (30/6), mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen kedua perusahaan untuk memastikan informasi tersebut.

Kami yakin berdasarkan kontak kami dengan pihak dua perusahaan tersebut, bahwa mereka tidak akan melakukan relokasi fasilitas produksi dari Indonesia ke Vietnam saat ini,

Juru Bicara Kemenperin RI, Febri Hendri Antoni Arief.

Febri menegaskan, keyakinan pemerintah didasarkan pada komunikasi langsung dengan perusahaan. Sebagai kementerian yang membina sektor industri tersebut, Kemenperin memiliki dasar yang kuat dalam menyampaikan kepastian tersebut.

"Jawaban kami adalah bahwa kami Kementerian Perindustrian yang membina industri tersebut," tuturnya.

Baca juga:

Kemenperin Rilis Aturan Baru, Pengelolaan Lingkungan Kawasan Industri Kini Berbasis Risiko

Rencana Relokasi Berkurang setelah Dialog

Sebelumnya, dua produsen tersebut sempat berencana memindahkan sekitar 50 persen lini produksinya ke Vietnam.

Namun, setelah berlangsung dialog antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja, rencana tersebut berhasil ditekan. Dari semula sekitar separuh lini produksi, yang akhirnya dipindahkan hanya sekitar tiga hingga lima lini produksi.

Baca juga:

Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi

Kemenperin juga menjelaskan, apabila terjadi pengurangan jumlah karyawan, langkah tersebut dilakukan secara alamiah melalui tidak diperpanjangnya sebagian kontrak kerja yang telah berakhir, bukan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Kondisi tersebut diketahui berdasarkan business plan perusahaan hingga tahun 2030. (Knu)

#Kemenperin #Otomotif #Industri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenperin Pastikan PT JAI dan PT SAI Tak Relokasi Fasilitas Produksi ke Vietnam
Kemenperin memastikan PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto tidak memindahkan fasilitas produksinya ke Vietnam. Rencana relokasi berhasil ditekan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Kemenperin Pastikan PT JAI dan PT SAI Tak Relokasi Fasilitas Produksi ke Vietnam
Lifestyle
IIMS 2027 Resmi Diluncurkan, Perluas Platform Kolaborasi Industri Otomotif Nasional
IIMS 2027 yang akan kembali digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 6-16 Mei 2027.
Dwi Astarini - Minggu, 28 Juni 2026
IIMS 2027 Resmi Diluncurkan, Perluas Platform Kolaborasi Industri Otomotif Nasional
Indonesia
Industri Otomotif Dihantui PHK Massal, Pemerintah Cuma Bisa Meyakinkan Perusahaan
Pemerintah berkomitmen penuh mencari titik temu terbaik demi melindungi nasib para pekerja lokal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Industri Otomotif Dihantui PHK Massal, Pemerintah Cuma Bisa Meyakinkan Perusahaan
Indonesia
BAIC BJ30 HEV Tawarkan Solusi Liburan Murah Cuma Seribuan Per Kilometer Lewat Promo HOLIYAY DEALS
Daya pikat utama BJ30 HEV terletak pada dimensi bodi sangat proporsional serta kelapangan ruang kabin
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
BAIC BJ30 HEV Tawarkan Solusi Liburan Murah Cuma Seribuan Per Kilometer Lewat Promo HOLIYAY DEALS
Olahraga
Dua Rider Indonesia Obrak-abrik Sirkuit Motegi Jepang, Irfan Ardiansyah dan Herjun Atna Firdaus Sukses Rebut Podium ARRC 2026
Irfan Ardiansyah dan Herjun Atna Firdaus sukses memaksa pembalap tuan rumah gigit jari
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juni 2026
Dua Rider Indonesia Obrak-abrik Sirkuit Motegi Jepang, Irfan Ardiansyah dan Herjun Atna Firdaus Sukses Rebut Podium ARRC 2026
Indonesia
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi
Ada banyak keluhan dari BPP GINSI terkait dengan implementasi wajib SNI yang karut marut di lapangan.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi
Indonesia
PEVS 2026 Bakal Hadirkan Tren Kendaraan Listrik Udara dan Air Masa Depan, Targetkan Solusi Ekosistem Transportasi Bersih
Integrasi program B2B membuka lebar peluang kolaborasi investasi dan ekspansi bisnis antarpelaku industri global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
PEVS 2026 Bakal Hadirkan Tren Kendaraan Listrik Udara dan Air Masa Depan, Targetkan Solusi Ekosistem Transportasi Bersih
Indonesia
Industri F&B RI Tumbuh 8 Persen, 1.200 Supplier Global Berebut Pasar Indonesia
Pendiri dan Direktur Utama Huamo Group, Wang Guo Ping, menambahkan bahwa pameran ini berfungsi sebagai jembatan perdagangan dua arah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Industri F&B RI Tumbuh 8 Persen, 1.200 Supplier Global Berebut Pasar Indonesia
Indonesia
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia menurut IATA diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahu2030.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Lifestyle
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik dengan teknologi terbaru.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Bagikan