MerahPutih.com - JAECOO Indonesia menggandeng 347 Homebreaks dan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) untuk menghadirkan konsep personalisasi pada JAECOO J5 EV.
Kolaborasi ini mengusung pendekatan modifikasi yang tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga mempertahankan karakter desain asli SUV listrik tersebut sekaligus menyesuaikannya dengan gaya hidup dan preferensi pemilik.
Dalam kolaborasi tersebut, masing-masing pihak memiliki peran berbeda. 347 Homebreaks berkontribusi membangun nilai emosional melalui pendekatan desain yang menghubungkan kendaraan dengan gaya hidup dan identitas personal.
Sementara itu, NMAA menerjemahkan konsep tersebut ke dalam modifikasi yang fungsional dan relevan untuk penggunaan sehari-hari. Di sisi lain, JAECOO menempatkan J5 EV sebagai SUV listrik yang dirancang dengan karakter desain kuat, namun tetap membuka ruang untuk personalisasi.
Baca juga:
Fashion, desain, dan kendaraan sebagai ekspresi diri
Founder 347 Homebreaks, Dendy Darman, menilai kendaraan kini tidak hanya dipilih berdasarkan fungsi, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi karakter penggunanya. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam pengembangan konsep personalisasi JAECOO J5 EV.
Menurut Dendy, modifikasi yang diterapkan tidak bertujuan membuat kendaraan terlihat berlebihan, melainkan memberikan sentuhan yang tetap selaras dengan desain bawaan mobil dan mendukung aktivitas pemiliknya, baik di kawasan perkotaan maupun saat berlibur.
Kita terinspirasi awalnya dari surfing, pada saat mobil ini ada, siluet nya pas banget dengan model dan gaya kita. Dan juga mobil ini sesuai dengan kegiatan kita, modelnya outdoor, tetapi masih sesuai dipakai di perkotaan dan di tempat terpencil,
Founder 347 Homebreaks, Dendy Darman.
NMAA dorong modifikasi yang aman dan fungsional

Founder NMAA sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat, Andre Mulyadi, mengatakan konsep modifikasi yang baik bukan hanya soal estetika, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan kendaraan untuk penggunaan harian.
Menurutnya, JAECOO J5 EV telah memiliki karakter SUV yang kuat sehingga personalisasi cukup dilakukan melalui sentuhan yang tepat tanpa menghilangkan identitas desain aslinya.
Modifikasi yang proper itu modifikasi yang aman untuk digunakan sehari-hari dan juga bisa mempersonalisasikan apa yang kita gunakan sesuai dengan styling kita sendiri dan mobilnya di dandanin sesuai dengan personalisasi pemiliknya,
Founder NMAA dan Direktur Modifikasi IMI Pusat, Andre Mulyadi.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut juga menunjukkan fleksibilitas J5 EV untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas di perkotaan hingga kegiatan luar ruang.
JAECOO usung konsep co-creation
Bagi JAECOO Indonesia, kolaborasi ini menjadi implementasi konsep co-creation yang diusung perusahaan dalam mengembangkan produk dan kreativitas bersama mitra.
Head of Marketing JAECOO Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengatakan JAECOO J5 EV dirancang sebagai kendaraan yang tetap mempertahankan karakter desainnya meski diberi sentuhan personalisasi.
"Prinsip dari Jaecoo sendiri sebenarnya adalah co-creation, selalu melakukan kolaborasi untuk sebuah karya, karena kita melihat tanpa ada kolaborasi dan kreativitas, kita tidak akan pernah ada, kita ingin mempertemukan dua orang ini dan canvas putihnya ada di JAECOO J5, dan kita ingin memberikan inspirasi baru dan tampilan baru dalam JAECOO J5," ujar Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing JAECOO Indonesia.
Baca juga:
Jaecoo J5 EV Puncaki Pasar SUV Listrik Indonesia Januari 2026
Kolaborasi JAECOO, 347 Homebreaks, dan NMAA menghasilkan sebuah konsep personalisasi yang menempatkan JAECOO J5 EV tidak hanya sebagai kendaraan listrik, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup pemiliknya.
Konsep tersebut dirancang untuk mendukung beragam aktivitas, mulai dari mobilitas sehari-hari di kawasan perkotaan hingga kegiatan akhir pekan seperti bersepeda dan surfing. Pendekatan ini menunjukkan bahwa personalisasi dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter utama desain kendaraan. (*)

