Merahputih.com - Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) menjadi kawah candradimuka pembalap nasional guna menambah jam terbang, mempertajam keterampilan teknis, sekaligus menggembleng talenta muda Indonesia menuju panggung kompetisi balap motor tingkat tinggi.
Berlokasi di Pertamina Mandalika International Circuit Lombok Nusa Tenggara Barat, ajang Pertamina MRS membuka kesempatan emas merasakan sensasi adu kecepatan di sirkuit berstandar internasional tempat berlangsungnya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kompetisi ini fokus pada proses pembinaan serta pengembangan kemampuan atlet balap Indonesia.
Baca juga:
MotoGP Mandalika 2026 Targetkan 145 Ribu Penonton, Bidik Rp5 Triliun
Ajang MRS putaran ke-4 di Pertamina Mandalika International Circuit menghadirkan persaingan sengit 80 pembalap pada kelas National Sport 150 NS150, National Sport 250 NS250, Super Sport 600 SS600, serta Indonesia Junior Talent Cup U-15 IJTC.
Atmosfer balap semakin membara lewat aksi 28 pembalap kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18.
Wadah Regenerasi Pembalap Muda Nusantara
Irfan Hadiansah, pembalap asal Semarang peserta Pertamina MRS sejak 2024, menganggap ajang ini memberikan ruang krusial untuk menggembleng potensi.
Kehadiran kelas junior menjadi struktur pembinaan sistematis bagi talenta muda agar siap melangkah ke tingkatan lebih tinggi. Harapan besar tertuju agar eksistensi ajang ini terus terjaga setiap tahun.
“Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi. Jadi ya sudah sangat bagus, semoga mempertahankan eksistensinya untuk terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Irfan.
Pandangan senada datang dari pembalap Lumajang Jawa Timur, Chandra Hermawan. Keberadaan kompetisi motorsport di lintasan internasional sangat krusial demi menjaga kesinambungan regenerasi atlet.
Sirkuit ini idealnya menjadi tempat bertarung rutin anak-anak muda guna mencetak bibit unggul balap motor berkualitas.
Ekosistem Motorsport Menuju Panggung Dunia
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero Muhammad Baron menegaskan, ajang ini dirancang sebagai jalur pembinaan talenta balap nasional.
Peserta memperoleh kesempatan memperbanyak jam terbang, mengasah teknik, serta membentuk mental bertanding di sirkuit dunia. Pengalaman berharga tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan karir pembalap menuju level internasional.
Baca juga:
Dukungan penuh Pertamina diarahkan guna membangun ekosistem motorsport terintegrasi, mulai pembinaan tingkat nasional sampai ajang balap internasional.
Langkah konsisten di Pertamina Mandalika International Circuit ini berjalan seiring persiapan menyambut gelaran dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026.
“Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, para pembalap mendapatkan ruang untuk menambah jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, membangun mental bertanding, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di lintasan berstandar internasional. Pengalaman ini penting sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” ujar Baron.