Industri Daur Ulang Bisa Jadi Jalan Keluar Atasi Gangguan Pasokan Plastik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Industri Daur Ulang Bisa Jadi Jalan Keluar Atasi Gangguan Pasokan Plastik

Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang Sampah Botol Plastik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Industri hulu-hilir plastik dalam negeri diklaim memberi jaminan ketersediaan stok untuk kebutuhan domestik, di tengah gangguan rantai pasok bahan baku ditengah gangguan pasokan.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai gangguan pasokan bahan baku plastik global yang memicu lonjakan harga harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat penggunaan kemasan daur ulang di dalam negeri.

"Kita gunakan kondisi ini sebagai momentum untuk menjadi titik balik lebih menggunakan produk dengan kemasan daur ulang," kata Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti dihubungi di Jakarta, Jumat (17/4).

Menurut dia, lonjakan harga yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

Baca juga:

Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku berdampak langsung pada membengkaknya biaya produksi. Menurut dia, sejumlah pelaku usaha melaporkan harga plastik meningkat hingga dua kali lipat, sehingga memaksa mereka mengeluarkan modal lebih besar untuk mempertahankan operasional.

Esther mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi mendorong inflasi, mengingat mayoritas pelaku usaha cenderung menaikkan harga jual dibandingkan menekan margin keuntungan secara drastis.

Namun demikian, kenaikan harga tersebut justru berisiko menurunkan volume penjualan dan pada akhirnya menggerus omzet pelaku usaha. Jika konflik global berlangsung berkepanjangan, ia memperkirakan tekanan inflasi akan semakin besar.

Esther menekankan pentingnya menjadikan situasi ini sebagai titik balik untuk mengurangi ketergantungan pada plastik konvensional.

Ia menilai, tren global saat ini menunjukkan penggunaan plastik semakin mahal, sementara kemasan berbasis daur ulang justru lebih kompetitif dari sisi harga, sekaligus lebih ramah lingkungan dan sehat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya intervensi kebijakan melalui instrumen ekonomi, seperti penerapan Pigovian Tax dalam bentuk cukai plastik untuk mendorong perubahan perilaku konsumen agar beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, menurut Esther, tekanan akibat gangguan pasokan global tidak hanya dilihat sebagai risiko, tetapi juga peluang untuk mempercepat transformasi industri kemasan menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

#Kemenperin #Harga Plastik #Iran
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi
Ada banyak keluhan dari BPP GINSI terkait dengan implementasi wajib SNI yang karut marut di lapangan.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Antrean SNI Hambat Pasokan Industri, DPR Desak Kemenperin Evaluasi
Dunia
Iran Luncurkan Rudal Balistik, Israel Tutup Semua Jalur Masuk ke Gaza
Organisasi Palestina dan internasional telah berulang kali memperingatkan tentang memburuknya kondisi kelaparan di wilayah tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Iran Luncurkan Rudal Balistik, Israel Tutup Semua Jalur Masuk ke Gaza
Dunia
Israel Blokade Bantuan Internasional Tutup Semua Pintu Masuk Gaza, Iran Dijadikan Alasan
Israel kembali memperketat blokade terhadap Jalur Gaza dengan menutup seluruh pintu masuk bantuan internasional berlaku hari ini Senin (8/6) waktu setempat.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Israel Blokade Bantuan Internasional Tutup Semua Pintu Masuk Gaza, Iran Dijadikan Alasan
Olahraga
Piala Dunia 2026: Timnas Iran Hanya Bisa Masuk AS Saat Jadwal Pertandingan
Skuad Iran saat ini terpaksa mengalihkan pemusatan latihan ke Meksiko, membatalkan rencana awal mereka untuk berlatih di Tucson, Negara Bagian Arizona, AS.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Iran Hanya Bisa Masuk AS Saat Jadwal Pertandingan
Indonesia
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
DPR AS meloloskan resolusi penghentian serangan ke Iran dengan dukungan anggota Partai Republik. P
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
Indonesia
Rp 432 Triliun Aset Ditahan AS, Iran Minta Pencairan Setengah Sesuai Kesepakatan Damai
Iran menuntut Amerika Serikat untuk segera mencairkan sedikitnya 50 persen aset asing miliknya setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Rp 432 Triliun Aset Ditahan AS, Iran Minta Pencairan Setengah Sesuai Kesepakatan Damai
Dunia
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Pulau Qeshm dan sebuah kapal tanker minyak milik mereka di Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Bagikan