Imigran Pencari Suaka Kepung Lahan Penampungan dengan Kendaraan Pribadi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 12 Juli 2019
Imigran Pencari Suaka Kepung Lahan Penampungan dengan Kendaraan Pribadi

Satpol PP membantu para pencari suaka pindah ke eks Kodim Kalideres (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta, Irmansyah menyampaikan bahwa para pencari suaka yang saat ini ditampung di eks Kodim Jakarta Barat, Kalideres bukan hanya dari Kebon Sirih saja melainkan tempat lain.

Irmansyah mengaku, Pemprov DKI tidak bisa mencegah mereka karena sudah masuk ranah United Nations High Commissioner for Refugeest UNHCR.

"Ya kita enggak bisa antisipasi. Masa orang datang kita tolak. Ya seharusnya UNHCR yang aktif buat itu karena dia yang tahu pengungsi itu," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (12/7).

Para pencari suaka saat dipindahkan ke eks kodim Kalideres (MP/Asropih)
Para pencari suaka saat dipindahkan ke eks kodim Kalideres (MP/Asropih)

Baca Juga: Rencana Uni Eropa Hadapi Krisis Imigran

Irmansyah menyampaikan, jumlah imigran pencari suaka di tempat penampungan yang disiapkan Pemprov DKI itu terus bertambah hingga 1.100 orang. Padahal data yang dimiliki Pemprov DKI pencari suaka di Kebon Sirih hanya sekitar 250 orang.

"Semalem sampai saat saya pulang itu dan sudah dikroscek sama UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugeest) itu 998. Tapi kemudian bertambah terus hingga 1.100-an orang. Mereka datang pakai kendaraan sendiri, jam 10 jam 11 (malam) datang sendiri," tuturnya.

Lanjut lanjut, Irmansyah menuturkan, bahwa para pencari suaka akan ditanggung oleh Pemprov DKI selama tujuh hari ditempat yang telah di sediakan. Termasuk makanan dan MCK. Langkah selanjutnya Pemprov DKI masih menunggu komunikasi antara pemerintah pusat dan UNHCR.

"Dikasih dong (makanan). Masa enggak dikasih. Karena kan kemanusiaan kan harus dikasih makan layaknya manusia, sehari dua kali makan. Paling tidak siang dan malam. Jadi kita bukan dapur umum di Jakarta barat. Kita tampung selama tujuh hari," tutupnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI bersama DPRD DKI telah memindahkan para pencari suaka yang tidur di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat ke eks Kodim Kalideres Jakarta Barat. Pemindahan imigran Warga Negara Asing (WNA) itu ke lahan Kodim karena alasan kemanusian. (Asp)

Baca Juga: Kisah Imigran Amerika dalam Klip Video Terbaru Coldplay

#Imigrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Konser 'Ye' Kanye West di Jakarta Dongkrak Kedatangan Wisatawan Asing hingga 25 Ribu Orang
Imigrasi mencatat sekitar 25 ribu perlintasan WNA pada 21–24 Oktober 2026, bertepatan dengan konser Kanye West di GBK, Jakarta.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Konser 'Ye' Kanye West di Jakarta Dongkrak Kedatangan Wisatawan Asing hingga 25 Ribu Orang
Indonesia
17 WNA Asal Malaysia dan Singapura Ditangkap Karena Berbisnis Pinjaman Online
Dalam menjalankan aksinya, mereka melakukan identifikasi pelanggan dengan mengumpulkan informasi pekerjaan, slip gaji, kontak darurat, dan informasi personal lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
17 WNA Asal Malaysia dan Singapura Ditangkap Karena Berbisnis Pinjaman Online
Indonesia
Puluhan WNA Pengungsi di Apartemen Kalibata City Ditangkap, Diduga Kerap Goda Perempuan
Sidak itu dilakukan karena adanya laporan warga yang merasa terganggu dengan ulah WNA.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Puluhan WNA Pengungsi di Apartemen Kalibata City Ditangkap, Diduga Kerap Goda Perempuan
Indonesia
Terjaring Operasi Penindakan Prostitusi, 18 WNA Dideportasi Dari Bali
Seluruh WNA yang dideportasi juga diusulkan masuk dalam daftar penangkalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Terjaring Operasi Penindakan Prostitusi, 18 WNA Dideportasi Dari Bali
Indonesia
Sudah Jelas! 1.512 Anak Pekerja Migran di Malaysia Akhirnya Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Berawal dari penegasan status kewarganegaraan, ini akan menjadi pintu bagi anak-anak kita untuk bersekolah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Sudah Jelas! 1.512 Anak Pekerja Migran di Malaysia Akhirnya Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
5 WNA Diamankan dalam Operasi Imigrasi di Canggu Bali, Langgar Izin Tinggal
5 WNA diamankan dalam operasi Imigrasi di Canggu, Bali. Kelimanya diduga melakukan pelanggaran izin tinggal atau overstay.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
5 WNA Diamankan dalam Operasi Imigrasi di Canggu Bali, Langgar Izin Tinggal
Indonesia
WNA Rusia Siarkan Demo di Papua Diamankan Imigrasi, Langgar Aturan Visa Wisatawan
Imigrasi mengamankan WNA Rusia berinisial AP (39) karena terlibat publikasi aksi demo KNPB di Wamena, Papua. Aktivitasnya dinilai melanggar aturan visa wisata
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
WNA Rusia Siarkan Demo di Papua Diamankan Imigrasi, Langgar Aturan Visa Wisatawan
Indonesia
KPK Telah Sita Aset Rp 150 Miliar Dari Kasus Pemerasan TKA oleh Para Pejabat Imigrasi
Silmy Karim yang menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024, KPK juga menetapkan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024–2025 Saffar Muhammad Godam sebagai tersangka.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
KPK Telah Sita Aset Rp 150 Miliar Dari Kasus Pemerasan TKA oleh Para Pejabat Imigrasi
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
KPK Akan Periksa Kepala Kantor Imigrasi Jaksel soal Temuan Uang SGD 8.500 dalam Kasus Dugaan Pemerasan WNA
KPK akan memeriksa Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terkait temuan uang tunai SGD 8.500 dalam penyidikan dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
KPK Akan Periksa Kepala Kantor Imigrasi Jaksel soal Temuan Uang SGD 8.500 dalam Kasus Dugaan Pemerasan WNA
Bagikan