IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman

Situasi Bursa Efek Indonesia (BEI) usai IHSG Anjlok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Buntut anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan, membuat pemerintah melakukan intervensi dengan mengeluarkan kebijakan investasi dana pension di pasar saham dinaikkan menjadi 20 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai peningkatan batas investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) ke pasar modal tidak perlu dikhawatirkan.

Sebab, kebijakan tersebut akan diarahkan pada emiten-emiten dengan fundamental yang kuat.

"Indonesia membuka kesempatan dana pensiun untuk melakukan investasi di saham-saham yang baik tentunya. Di saham-saham dengan fundamental kuat,” kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2).

Baca juga:

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat

Pemerintah telah menetapkan arah kebijakan peningkatan batas atau limit investasi saham bagi industri dana pensiun (dapen) dan asuransi dari sebelumnya 8 persen menjadi 20 persen.

Pada tahap awal, implementasi kebijakan ini akan difokuskan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam indeks LQ45.

“Itu bisa sampai 20 persen untuk investasinya di pasar modal, termasuk BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dan Kesehatan (BPJS Kesehatan). Dan ini tentu yang saham yang fundamentalnya kuat antara lain (saham) LQ45,” ujar Menko.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari reformasi pasar modal yang tengah dijalankan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain peningkatan batas investasi dapen dan perusahaan asuransi, reformasi juga mencakup kebijakan peningkatan minimal free float saham menjadi 15 persen serta rencana demutualisasi BEI.

Di sisi lain, sebagai respons atas masukan Morgan Stanley Capital International (MSCI), otoritas juga fokus meningkatkan transparansi melalui pengungkapan ultimate beneficiary owner (UBO).

Airlangga menerangkan, OJK bersama self-regulatory organizations (SRO) akan mendorong keterbukaan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen.

"Jadi di atas 1 persen harus di-disclose (dibuka) termasuk ultimate beneficiary ownernya. Dan ini kan sebetulnya di KSEI itu mudah karena mereka sudah dengan digitalisasi. Sehingga itu barangnya sudah ada tinggal disclosure-nya saja dilanjutkan," ujarnya. (*)

#Investasi #Airlangga Hartarto #IHSG
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bursa Efek Indonesia Terancam Kehilangan Netralitas, Pengamat UI Sebut Kemenkeu dan BI Bisa Main Mata
Keterlibatan negara pada satu sisi memang berdampak positif bagi penguatan modal serta percepatan pembangunan infrastruktur pasar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Bursa Efek Indonesia Terancam Kehilangan Netralitas, Pengamat UI Sebut Kemenkeu dan BI Bisa Main Mata
Indonesia
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi Rp 26,34 triliun pada semester II 2026. Program mencakup diskon transportasi hingga bantuan pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Indonesia
Defisit APBN 2026 Bengkak Tapi Menko Airlangga Sebut Aman, Kok Bisa?
Pemerintah mematok target awal defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp689,1 triliun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Defisit APBN 2026 Bengkak Tapi Menko Airlangga Sebut Aman, Kok Bisa?
Indonesia
IHSG Hari Ini Memerah Pasrah, Investor Mendadak Kalem Tunggu MSCI Review
Penurunan indeks kian terasa akibat aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) setelah sempat menguat beberapa waktu lalu
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
IHSG Hari Ini Memerah Pasrah, Investor Mendadak Kalem Tunggu MSCI Review
Berita
Sektor Tokenisasi Aset RWA Meroket Rp 533 Triliun, Solusi Investasi Murah Generasi Baru
Kepastian hukum instrumen finansial ini di Indonesia pun sudah mengantongi lampu hijau
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Sektor Tokenisasi Aset RWA Meroket Rp 533 Triliun, Solusi Investasi Murah Generasi Baru
Indonesia
Diganjar Nilai Merah Oleh MSCI, Pasar Saham Indonesia Kena Semprot Isu Transparansi Kepemilikan
Sentimen negatif domestik bersumber dari keputusan lembaga pemeringkat internasional MSCI menurunkan skor Information Flow Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Diganjar Nilai Merah Oleh MSCI, Pasar Saham Indonesia Kena Semprot Isu Transparansi Kepemilikan
Indonesia
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Sentimen negatif pasar global menyapu bersih optimisme investor domestik sejak menit-menit awal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Indonesia
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Melengkapi analisis makro tersebut, Chief Economist BTN Myrdal Gunarto mengingatkan pentingnya aspek sektor riil di luar pasar keuangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Indonesia
IHSG Sengaja Melemah Demi Cari Perhatian, Investor Ramai-ramai Tahan Napas Tunggu Hasil RDG BI
Kondisi mancanegara turut memperkeruh suasana perdagangan saham dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
IHSG Sengaja Melemah Demi Cari Perhatian, Investor Ramai-ramai Tahan Napas Tunggu Hasil RDG BI
Indonesia
IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856
Tekanan jual tidak hanya menyasar saham lapis kedua, melainkan turut melanda jajaran emiten berkapitalisasi pasar raksasa
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856
Bagikan