Bursa Efek Indonesia Terancam Kehilangan Netralitas, Pengamat UI Sebut Kemenkeu dan BI Bisa Main Mata

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Bursa Efek Indonesia Terancam Kehilangan Netralitas, Pengamat UI Sebut Kemenkeu dan BI Bisa Main Mata

Ilustrasi. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pengamat Pasar Modal, Budi Frensidy, mengingatkan risiko besar di balik rencana kepemilikan saham bursa oleh sejumlah lembaga negara.

Masuknya Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), hingga Danantara memicu alarm kewaspadaan atas potensi benturan kepentingan.

Terutama karena Kemenkeu mengelola fiskal dan penerbitan SBN (Surat Berharga Negara), BI mengelola stabilitas moneter dan pasar keuangan, sementara Danantara adalah investor negara,

Kata Budi Frensidy.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Memerah Pasrah, Investor Mendadak Kalem Tunggu MSCI Review

Ancaman Netralitas Infrastruktur Pasar

Peluang masuknya entitas negara ini tercantum resmi dalam Pasal 8B ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Aturan baru ini telah mendapat pengesahan per tanggal 4 Juni 2026. Meskipun regulasi membolehkan, operasional bursa harus tetap steril dari pengaruh kebijakan sepihak pemerintah.

Poin-poin pandangan Budi Frensidy serta data mitigasi risiko di balik rencana kepemilikan saham bursa oleh sejumlah lembaga negara:

  • Landasan Hukum Baru: Pasal 8B ayat (1) UU P2SK Juni 2026 resmi membolehkan Kemenkeu, BI, dan Danantara menjadi pemegang saham BEI.

  • Kewajiban Independensi: Pasal 8B ayat (2) UU P2SK menegaskan kepemilikan saham wajib mempertahankan independensi Bursa Efek.

  • Rekomendasi Model Saham: Menyarankan model minority strategic ownership (kepemilikan strategis minoritas) agar tidak mendominasi keputusan bursa.

  • Komparasi Internasional: Pemerintah Hong Kong via Exchange Fund membatasi saham HKEX sekitar 6 persen, sementara Bursa Malaysia menerapkan sistem demutualisasi ketat.

  • Langkah Mitigasi Wajib: Meliputi pembatasan kepemilikan, larangan intervensi operasional, komite independen, serta fit and proper test direksi oleh OJK.

Pemisahan Fungsi Tegas Harga Mati

Keterlibatan negara pada satu sisi memang berdampak positif bagi penguatan modal serta percepatan pembangunan infrastruktur pasar. Kendati demikian, persepsi publik terhadap netralitas bursa taruhannya jika pengelolaan tidak berjalan hati-hati.

“Harus ada pemisahan tegas antara fungsi pemegang saham, regulator, pengawas pasar, dan pelaku investasi,” tutur Budi.

Baca juga:

Diganjar Nilai Merah Oleh MSCI, Pasar Saham Indonesia Kena Semprot Isu Transparansi Kepemilikan

Proses demutualisasi bursa seharusnya mendorong BEI bertransformasi menjadi lembaga pengelola pasar lebih profesional serta kompetitif global. Kapitalisasi pasar modal Indonesia memerlukan kepercayaan tinggi dari seluruh investor domestik maupun global.

“Intinya, demutualisasi harus membuat BEI lebih profesional dan kompetitif, bukan berubah menjadi perpanjangan tangan pemerintah,” tutup dia.

#Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham #IHSG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Perang Jalur Energi Bikin Pasar Keok! IHSG Kompak Memerah Masuk ke Area Gap
IHSG dibuka melemah ke posisi 5.914 pada Selasa pagi imbas eskalasi konflik Timur Tengah dan rilis data inflasi AS. Simak analisis teknikal lengkap Kiwoom Sekuritas!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Perang Jalur Energi Bikin Pasar Keok! IHSG Kompak Memerah Masuk ke Area Gap
Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini Rawan Sideways, Cek Sentimen Global yang Bikin Pasar Galau
Pantau prediksi IHSG hari ini terbaru. Laju bursa saham diproyeksi sideways akibat sentimen global, harga minyak, dan inflasi AS. Cek analisis lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Prediksi IHSG Hari Ini Rawan Sideways, Cek Sentimen Global yang Bikin Pasar Galau
Olahraga
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Pergerakan IHSG anjlok parah ke level 6.031 dan nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp17.915 per USD. Simak rincian pergerakan pasar selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Indonesia
IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?
Laju IHSG hari ini sukses melesat berkat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Cek update pergerakan bursa, proyeksi saham, dan strategi jitu Bank Indonesia di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?
Indonesia
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Prediksi IHSG hari ini bersiap menguji level psikologis 6.000 di tengah tekanan inflasi dan sentimen global. Cek analisis lengkap arah bursa saham di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Indonesia
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'
Prediksi IHSG hari ini diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.000 akibat sentimen wait and see. Simak analisis data inflasi domestik dan efek ekonomi AS di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?
Cek pergerakan IHSG hari ini yang anjlok 0,83% ke level 6.071,14. Cari tahu juga prediksi IHSG besok, update rupiah, dan analisa tren harga minyak dunia!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?
Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Cari tahu prediksi IHSG hari ini yang berpotensi konsolidasi akibat efek penutupan kuartal III 2026. Cek juga analisis lengkap sentimen pengesahan APBN 2027 di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Indonesia
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Penasaran kenapa IHSG turun belakangan ini? Temukan fakta dari BEI soal aturan saham Rp1 yang membantah anggapan bahwa saham 'gocap' jadi penyebab utama.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
IHSG anjlok hari ini terseret tren negatif bursa saham Asia dan global. Cari tahu penyebab IHSG turun, mulai dari sentimen The Fed hingga efek harga minyak di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
Bagikan