IDI Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Lebaran
Beberapa masyarakat masih bandel melakukan mudik. (Foto: Unsplash/Alexander Popov)
VIBES libur Lebaran sudah semakin dekat. Meskipun pemerintah sudah mengumumkan larangan mudik, namun Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 usai Lebaran meski adanya larangan mudik.
“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus COVID-19 kembali seperti tahun lalu meski program vaksinasi terus berjalan. Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya, menyiapkan ventilator, obat-obatan, APD, dan tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan,” kata dr Adib Khumaidi, SpOT, ketua Tim Mitigasi Dokter IDI mengutip ANTARA.
Lebih lanjut, Adib mengatakan faktor lonjakan ini diperkirakan adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir, seperti klaster perkantoran, keluarga, ibadah bersama, buka puasa bersama, serta adanya momentum-momentum Idul Fitri.
“Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus apalagi mutasi virus. Protokol kesehatan 5M tetap wajib dilakukan,” ujarnya.
Baca juga:
Larangan Mudik Lebaran, Pemprov Jateng Siap Perketat Daerah Perbatasan
Prof Dr dr Aman Pulungan, SpA(K), Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa mutasi virus ini mengintai anak dan remaja. Outbreak yang terjadi di Italia, Belanda, Prancis, India, serta Malaysia menunjukkan adanya peningkatan infeksi COVID-19 pada anak dan remaja.
Outbreak yang terjadi di sejumlah negara tersebut menunjukkan kewaspadaan dalam pembukaan sekolah. Langka mitigasi risiko seperti impelementas sistem bubble, penggunaan masker, ventilasi yang baik dengan jumlah murid yang dibatasi, serta screening berkala untuk murid dan staf sekolah penting dilakukan.
Prof Dr dr Aman Pulungan, SpA(K) menegaskan, semestinya kasus di negara lain menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk tidak membuka sekolah tatap muka jika tidak sesuai anjuran IDAI dan organisasi profesi kesehatan.
Baca juga:
Larangan Mudik Lebaran, Polda Jateng Antisipasi 14 titik Perbatasan
Sementara itu, dr Mahesa Paranadipa Maikel, MH Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia menyerukan bahwa meski dalam suasana libur, namun potensi bencana masih menginti diantaranya karena dipicu curah hujan yang berkepanjangan.
“Pemerintah harus lebih tegas menyikapi situasi-situasi yang hari ini masih menunjukkan belum ada pengendalian yang belum dapat mempercepat Indonesia dari pandemi. Padahal situasi darurat kesehatan masyarakat akibat COVID-19 belum dicabut oleh Presiden,” tutup dr Mahesa. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya