IDI Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Lebaran

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 13 Mei 2021
IDI Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Lebaran

Beberapa masyarakat masih bandel melakukan mudik. (Foto: Unsplash/Alexander Popov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VIBES libur Lebaran sudah semakin dekat. Meskipun pemerintah sudah mengumumkan larangan mudik, namun Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 usai Lebaran meski adanya larangan mudik.

“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus COVID-19 kembali seperti tahun lalu meski program vaksinasi terus berjalan. Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya, menyiapkan ventilator, obat-obatan, APD, dan tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan,” kata dr Adib Khumaidi, SpOT, ketua Tim Mitigasi Dokter IDI mengutip ANTARA.

Lebih lanjut, Adib mengatakan faktor lonjakan ini diperkirakan adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir, seperti klaster perkantoran, keluarga, ibadah bersama, buka puasa bersama, serta adanya momentum-momentum Idul Fitri.

“Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus apalagi mutasi virus. Protokol kesehatan 5M tetap wajib dilakukan,” ujarnya.

Baca juga:

Larangan Mudik Lebaran, Pemprov Jateng Siap Perketat Daerah Perbatasan

IDI Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Lebaran
Vaksinasi saja belum cukup. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Prof Dr dr Aman Pulungan, SpA(K), Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa mutasi virus ini mengintai anak dan remaja. Outbreak yang terjadi di Italia, Belanda, Prancis, India, serta Malaysia menunjukkan adanya peningkatan infeksi COVID-19 pada anak dan remaja.

Outbreak yang terjadi di sejumlah negara tersebut menunjukkan kewaspadaan dalam pembukaan sekolah. Langka mitigasi risiko seperti impelementas sistem bubble, penggunaan masker, ventilasi yang baik dengan jumlah murid yang dibatasi, serta screening berkala untuk murid dan staf sekolah penting dilakukan.

Prof Dr dr Aman Pulungan, SpA(K) menegaskan, semestinya kasus di negara lain menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk tidak membuka sekolah tatap muka jika tidak sesuai anjuran IDAI dan organisasi profesi kesehatan.

Baca juga:

Larangan Mudik Lebaran, Polda Jateng Antisipasi 14 titik Perbatasan

IDI Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Lebaran
Angka COVID-19 di Indonesia belum stabil. (Foto: Unsplash/CDC)

Sementara itu, dr Mahesa Paranadipa Maikel, MH Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia menyerukan bahwa meski dalam suasana libur, namun potensi bencana masih menginti diantaranya karena dipicu curah hujan yang berkepanjangan.

“Pemerintah harus lebih tegas menyikapi situasi-situasi yang hari ini masih menunjukkan belum ada pengendalian yang belum dapat mempercepat Indonesia dari pandemi. Padahal situasi darurat kesehatan masyarakat akibat COVID-19 belum dicabut oleh Presiden,” tutup dr Mahesa. (and)

Baca juga:

Pemerintah Masih Bahas soal Aturan Mudik Lebaran 2021

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan