ICW Desak KPK Keluarkan Sprindik Baru untuk Setnov

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 10 Oktober 2017
ICW Desak KPK Keluarkan Sprindik Baru untuk Setnov

Anggota Badan Pekerja ICW, Emerson Yuntho (kanan) dalam diskusi bertajuk 'KPK vs Setnov: Membuka Kotak Pandora' di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (10/10). (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (sprindik) untuk kembali menetapkan Ketua DPR ‎Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Menurut Anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho, praperadilan tidaklah menguji alat bukti yang dimiliki KPK untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Karena itu, meski status tersangka Setnov dinyatakan tidak sah oleh Hakim Tunggal Cepi Iskandar, namun bukan berarti Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mampu lolos dari kasus korupsi e-KTP.

"‎Praperadilan tidak menyatakan dia (Setnov) salah atau tidak. Cuma menguji penetapan tersangka saja," kata Emerson dalam diskusi bertajuk 'KPK vs Setnov: Membuka Kotak Pandora' di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (10/10).

Emerson mengakui bila lembaga pimpinan Agus Rahardjo cs itu sangat hati-hati dalam mengambil sikap untuk kembali menjerat Setnov.

Menurutnya, hal tersebut terbilang lumrah lantaran KPK tak mau kembali dipecundangi oleh Ketua Umum Partai Golkar tersebut. "‎Sebab, saya punya keyakinan bahwa KPK punya bukti kuat, yakni lebih dari 200 bukti," tandasnya.

Meski demikian, Emerson yakin jika KPK pasti akan mengeluarkan sprindik baru kepada Setnov. Kata dia, hal ini hanya perkara menunggu waktu.

"‎Saya 95 persen yakin KPK bakal keluarkan sprindik baru ke SN. Kayaknya, dia (KPK) pengen cari momentum yang tepat. Lalu segera serahkan SN ke pengadilan, biar pengadilan yang menilai Setnov salah atau tidak. Kenapa cuma 95 persen? Sebab, 5 persen itu kalau-kalau ada banjir atau badai yang tiba-tiba di luar kendali kita," katanya. (Pon)

Baca juga berita terkait KPK vs Setnov lain di: Demi Seorang Setnov, Hakim Cepi Rusak Sistem Penyidikan di Indonesia?

#KPK #Setya Novanto #Korupsi E-KTP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pendapatan Petani di Kuantan Singingi Dipotong Setengah Buat Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
KPK belum membeberkan lebih jauh konstruksi perkara tersebut karena penyidik masih mendalami fakta-fakta
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Pendapatan Petani di Kuantan Singingi Dipotong Setengah Buat Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Indonesia
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuansing
KPK membuka peluang memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mendalami dugaan korupsi pelepasan kawasan HPT yang menjerat Bupati Kuansing.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuansing
Indonesia
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Kuansing, Bupati Diduga Minta Land Cruiser
KPK mengungkap dugaan jual beli jabatan di Pemkab Kuansing. Bupati Suhardiman Amby diduga meminta Toyota Land Cruiser 300 GR-S untuk jabatan Sekda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Kuansing, Bupati Diduga Minta Land Cruiser
Indonesia
KPK Resmi Tahan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dalam Kasus Suap Jual Beli Jabatan
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, resmi ditahan KPK dalam kasus suap jual beli jabatan.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
KPK Resmi Tahan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dalam Kasus Suap Jual Beli Jabatan
Berita Foto
KPK Resmi Tetapkan Bupati Kuansing Riau Suhardiman Amby Tersangka Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
Tersangka Dugaan Suap Jual Beli Jabatan, Bupati Kuansing Suhardiman Amby (61) di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 01 Juli 2026
KPK Resmi Tetapkan Bupati Kuansing Riau Suhardiman Amby Tersangka Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
Berita
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Japto Soerjosoemarno dalam Kasus TPPU Rita Widyasari
KPK mengusut keterlibatan Ketum Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, dalam kasus TPPU Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Japto Soerjosoemarno dalam Kasus TPPU Rita Widyasari
Indonesia
Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Kembali Mangkir dari Panggilan KPK, Masih di Luar Negeri?
Bos Maktour, Fuad Hasan, kembali mangkir dari pemeriksaan KPK. Ia disebut masih berada di luar negeri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Kembali Mangkir dari Panggilan KPK, Masih di Luar Negeri?
Indonesia
Masalah Hukum Selesai, Tanah Bekas RS Sumber Waras Segera Dibangun RS Internasional
Pembelian eks lahan RS Sumber Waras itu sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, nilai jual objek pajak (NJOP) lahan itu dinilai terlalu tinggi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Masalah Hukum Selesai, Tanah Bekas RS Sumber Waras Segera Dibangun RS Internasional
Indonesia
Bupati dan Sekda Kuantan Singingi Serahkan Diri ke KPK, Diduga Terlibat Jual Beli Jabatan
Pada Selasa (30/6), KPK mengonfirmasi telah melakukan OTT di Kuansing dan Jakarta dengan mengamankan 10 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Bupati dan Sekda Kuantan Singingi Serahkan Diri ke KPK, Diduga Terlibat Jual Beli Jabatan
Indonesia
KPK Ultimatum Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri usai OTT Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
KPK mengimbau Bupati Kuansing Suhardirman Amby dan Sekda Zulkarnain segera menyerahkan diri usai OTT dugaan suap jual beli jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
KPK Ultimatum Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri usai OTT Dugaan Suap Jual Beli Jabatan
Bagikan