Hutan Kota Rajawali Jadi Pusat Jajanan Tradisional Batang

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 23 April 2018
Hutan Kota Rajawali Jadi Pusat Jajanan Tradisional Batang

utan Rajawali Destinasi Baru Masyarakat Kota Batang | Website Pemerintah Kabupaten Batang

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengembangkan pusat jajan tradisional yang berlokasi di kawasan Hutan Kota Rajawali untuk menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa pengembangan untuk menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah, pemkab siap mengembangkan pusat jajan tradisional di kawasan Hutan Kota Rajawali.

"Nantinya, kami akan menggelar kegiatan bernama 'Minggon Jatinan" (minggu di hutan kota jati) untuk mengeliatkan usaha makanan tradisonal yang selama ini sudah mulai punah," katanya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan inovasi dan kreativitas penyajin makanan tradisonal harus terus ada tanpa meninggalkan sifat alami karena sekarang masyarakat sudah ingin kembali ke alam atau "back to nature".


Bupati Batang Wihaji membuka kegiatan Minggon Jatinan di Kawasan Hutan Rajawali Batang. (Antara/Kutnadi)

Oleh karena, kata dia, kegiatan "Minggon Jatinan" di Hutan Kota Rajawali akan menjadi daya tarik masyarakat daerah setempat maupun luar daerah sebagai destinasi makanan khas tradisonal khas Batang.

"Hal itu, tentunya sebagai bentuk dukungan destinasi pada program 'Visit to Batang 2022' sebagai surganya Asia. Kami berharap dengan adanya itu maka ada lonjakan pengunjung ke Batang, selain berwisata juga berinvestasi," katanya.

Direktur Madrasah Bisnis Nur Rohman Asayid mengatakan pada kegiatan "Minggon Jatainan" akan disajikan minuman maupun makanan tradisional.

"Kami ingin menampilkan sesuatu yang menjadi ciri khasnya Kabupaten Batang yaitu dengan menggelar kegiatan 'Minggon Jatinan'. Disitu, akan kami sajikan minuman, makanan tradisional, busana, dan transaksi yang menggunakan koin tradisonal atau 'kreweng' (pecahan genteng) seharga dua ribu rupiah," katanya.

Hutan Kota Rajawali, Batang. Foto: ist

Menurut dia, pada penyajian olahan makanan "back to nature" itu memiliki konten empat aspek yaitu edukasi kampung dolanan seperti bakpyak, enggarang, gangsing, dan jenis mainan anak tradisonal, dan aspek hiburan rakyat dengan musik calung.

"Yang menarik lagi ada aspek kuliner khas dan 27 jenis makanan yang disajikan pada lincak seperti pecel, godogan, minuman jamu, kopi, nasi liwet yang sangit, nasi jagung, srabi Kalibeluk yang di kemas secara tradisional," katanya.

#Hutan #Kabupaten Batang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Kepolisian telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Indonesia
Negara Kembali Ambil 259.230,73 Hektare Lahan Lewat Satgas PKH
Satgas PKH dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Perpres tersebut ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Januari 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Negara Kembali Ambil 259.230,73 Hektare Lahan Lewat Satgas PKH
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Indonesia
Wapres Gibran Minta Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Batang Segera Dituntaskan
Pemerintah perlu memastikan seluruh tahapan investigasi berjalan secara menyeluruh sebelum kesimpulan mengenai penyebab kejadian disampaikan.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wapres Gibran Minta Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Batang Segera Dituntaskan
Indonesia
ICW Buka 56 Kasus Korupsi Kehutanan ke Publik, Negara Rugi Rp 4,8 Triliun
ICW mengungkap 56 kasus korupsi kehutanan sepanjang 2010–2025 dengan kerugian negara Rp 4,8 triliun. Modus terbanyak penyalahgunaan wewenang. Simak detailnya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
ICW Buka 56 Kasus Korupsi Kehutanan ke Publik, Negara Rugi Rp 4,8 Triliun
Indonesia
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
BNPB meminta warga mewaspadai karhutla. BNPB meminta jangan membuka lahan dengan cara membakar.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
Indonesia
Satwa Dilindungi Kasturi Kepala Hitam, Kakatua Koki dan Nusu Bayan Diperjualbelikan di Facebook
Dari pemeriksaan di lokasi, tim menemukan tujuh ekor burung dilindungi yang diduga akan diperjualbelikan. MH beserta seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Satwa Dilindungi Kasturi Kepala Hitam, Kakatua Koki dan Nusu Bayan Diperjualbelikan di Facebook
Indonesia
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap Indonesia berhasil menekan karhutla hingga 86 persen dalam satu dekade terakhir saat forum PBB di New York.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Indonesia
Deforestasi Tahun 2025 Menggila, DPR RI Ingatkan Kemenhut Jangan Main Mata dengan Perusak
Jaelani menilai kejadian di Sumatera merupakan harga mahal yang harus dibayar akibat kelalaian menjaga ekosistem
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Deforestasi Tahun 2025 Menggila, DPR RI Ingatkan Kemenhut Jangan Main Mata dengan Perusak
Indonesia
Prabowo Ingin Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional, DPR Ingatkan Fungsi Konservasi
Anggota DPR Daniel Johan menanggapi rencana Presiden Prabowo membentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional. Tekankan fungsi konservasi jadi prioritas utama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Prabowo Ingin Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional, DPR Ingatkan Fungsi Konservasi
Bagikan