HPN 2021, Industri Media Diminta Berubah di Tengah Pandemi COVID-19

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 08 Februari 2021
HPN 2021, Industri Media Diminta Berubah di Tengah Pandemi COVID-19

Ketua Dewan Pers, Foto: Mohammad Nuh. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dinilai jadi momentum bagi industri pers untuk bangkit. Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh menyebut, pandemi COVID-19 memaksa semua pihak melakukan kontemplasi.

Ada sejumlah kontemplasi yang harus menjadi pelajaran, termasuk perubahan sesuai tuntutan zaman. Sinyal perubahan itu sudah 20 tahun lalu pada saat ramai-ramainya teknologi digital.

Baca Juga

Dewan Pers: Pemidanaan Jurnalis di 2020 Preseden Buruk

"Yang semua juga paham teknologi digital itu sebagai purpose of technology, semua bidang membutuhkannya, tetapi kita tampaknya agak enggan untuk berubah,” kata M. Nuh pada Konvensi Nasional Media Massa bertemakan 'Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi COVID-19 dan Tekanan Disrupsi Digital' Senin (8/2).

Menurut M. Nuh, apabila ada perubahan, tampaknya sangat evolutif. Namun, ciri khas manusia adalah jika taruhannya hidup dan mati, maka akan berubah.

Seperti yang terjadi saat pandemi COVID-19, memaksa semua pihak untuk melakukan perubahan.

Ketua Dewan Pers Prof Mohammad Nuh. (ANTARA Jatim/HO/WI)
Ketua Dewan Pers Prof Mohammad Nuh. (ANTARA Jatim/HO/WI)

Pertama, membangun kekuatan kekitaan. Meskipun COVID-19 adalah sektor kesehatan, tetapi yang terkena dampaknya seluruh dimensi.

Hal itu memberi pelajaran kepada semua bahwa bisa jadi hanya satu sektor, tetapi dampaknya sistemik seperti sekarang ini. Menurut M Nuh, keengganan untuk berubah ini, apabila ada perubahan tampaknya sangat evolutif.

Akan tetapi ciri khas manusia adalah apabila taruhannya hidup dan mati, dan COVID-19 memaksa semua pihak untuk melakukan perubahan. Kedua, pelajaran pentingnya membangun kekuatan kekitaan.

M. Nuh menuturkan, meskipun fenomena dari pandemi COVID-19 adalah kesehatan, tetapi yang terkena dampak pandemi bukan hanya kesehatan, namun seluruh dimensi mengalami hal serupa.

M Nuh menegaskan, kekitaan itu harus terus dibangun pada saat-saat seperti ini. Pihaknya sangat berterima kasih kepada media yang terus menggelora optimisme dan empati publik.

Pasalnya, jawaban dalam menghadapi persoalan besar adalah empati.

“Allhamdulliah kawan-kawan pers telah mampu menggelorakan optimisme itu dan menumbuhkan empati publik luar biasa,”ucap mantan Menteri Pendidikan ini.

Ketiga, Pelajaran pentingnya keutuhan. Nuh mengatakan, situasi ini tidak boleh lagi terjebak dengan atau paradigma yakni apakah yang penting itu substansi dari media atau media sebagai kendaraan, tetapi kedua-duanya.

“Dan substansi media dari media itu adalah data informasi, knowledge (pengetahuan), dan wisdom (kebijaksanaan). Oleh karena itu, ini harus kita kelola oleh dengan baik,” ucapnya. (Knu)

Baca Juga

Kritik Perlakuan Aparat, Dewan Pers: Wartawan Harusnya Dilindungi, Bukan Diintimidasi

#Hari Pers Nasional #Dewan Pers
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dewan Pers Minta Pemerintah Gunakan Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Israel
Dewan Pers mendorong pemerintah untuk memakai jalur diplomasi demi membebaskan jurnalis dan warga sipil.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Dewan Pers Minta Pemerintah Gunakan Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Israel
Berita Foto
Dewan Pers Serahkan Usulan Revisi UU Hak Cipta ke Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menerima surat usulan revisi Undang-Undang Hak Cipta dari Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 April 2026
Dewan Pers Serahkan Usulan Revisi UU Hak Cipta ke Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
Indonesia
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapan agar insan pers nasional terus menjadi pilar penting dalam kemajuan bangsa dan negara.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Prabowo Doakan Jurnalis Jadi Pilar Kemajuan Bangsa di Hari Pers Nasional
Indonesia
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Anjloknya indeks kebebasan pers di Indonesia menandakan adanya tantangan besar menjaga independensi media tanah air di tengah tekanan politik dan ekonomi.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Februari 2026
Indek Kebebasan Pers Indonesia Terus Merosot di Tingkat Global, Tantangan Nyata HPN 2026
Indonesia
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis etika di era AI saat menghadiri Hari Pers Nasional 2026 di Banten.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Cak Imin di Hari Pers Nasional 2026: Jurnalisme Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma
Indonesia
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan platform AI wajib membayar royalti jika menggunakan karya jurnalistik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Dewan Pers Tegur Perusahaan AI soal Penggunaan Berita Tanpa Royalti
Indonesia
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Iwakum menerima penghargaan PWI dalam Hari Pers Nasional 2026 atas kontribusi dalam jurnalisme hukum dan perlindungan kebebasan pers di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Iwakum Terima Penghargaan PWI dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Indonesia
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum atas pentingnya perlindungan hukum bagi kebebasan pers di Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 09 Februari 2026
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tekankan Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Pers
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis, LKBN Antara Gelar Pra-UKW
Uji Kompetensi Wartawan akan digelar pada 4-5 Februari 2026 untuk 30 jurnalis dari tiga jenis platform media, yang meliputi siber, foto, dan TV.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis, LKBN Antara Gelar Pra-UKW
Bagikan