Hotel Episode dan Solitaire Rayakan HUT Ke-78 Kemerdekaan Indonesia
Hotel JHL Group nyalakan lampu untuk rayakan HUT Kemerdekaan. (Foto: JHL Group/Rizki Fitrianto)
PEREMPATAN Jalan Gading Boulevard terlihat berbeda ketika memasuki pukul 19.00. Bukan karena polusi udara, melainkan lampu penerangan dari setiap bilik di Hotel Episode Gading Serpong. Bilik-bilik kamar tersebut menyala, tapi tak semua dan membentuk angka 78.
Ternyata, dalam rangka menyemarakkan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hotel Episode Gading Serpong menampilkan lampu façade membentuk angka 78 pada gedung hotel tersebut. Di sebelahnya, Hotel Solitaire menyalakan lampu berwarna merah putih sebagai simbol dari bendera Indonesia.
Baca juga:
Rayakan HUT Kemerdekaan RI dengan Sajian Berkuah di Soto Nusa Sate Bangsa
“Kami juga menghias bebagai ornamen kemerdekaan di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Episode Gading Serpong, Carstensz Mall dan Herloom Service Apartemen. Kegiatan ini dilakukan untuk menghormati dan memeriahkan kemerdekaan Indonesia,” ucap Owner of JHL Group Venny Hermawan Lo kepada Merahputih.com, Rabu (16/8).
Selain menampilkan ornamen lampu yang membentuk angka 78, salah satu restoran dalam Hotel Episode Gading Serpong menyajikan acara soto nusantara ‘Soto Nusa Sate Bangsa’ yang digelar di Babah Ramu Dine and Bar, Hotel Episode Gading Serpong. Terdapat tujuh soto khas yang bisa dinikmati di antaranya: Soto Betawi, Soto Bandung, Soto Banjar, Soto Kudus dan Soto Tangkar. Semua soto tersebut bisa kamu nikmati dengan harga Rp 45 ribu stall soto dan Rp 65 ribu per stall soto.
“Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang dan disusun agar tetap membangun semangat dan nilai-nilai perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan Repubik Indonesia,” lanjut Venny.
Nuansa Budaya Baduy amat kental ketika memasuki Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang Selatan. Di area lobi concierge lantai dasar pandangan tamu hotel akan langsung dimanjakan dengan desain interior yang begitu etnik. Tepat di belakang meja resepsionis, terpajang anyaman kayu terinspirasi kain tenun baduy. 'Adu Mancung', begitu nama motif kain tenun yang sarat nilai budaya ini.
Baca juga:
Sensasi Menginap Serasa Baduy di Hotel Episode Gading Serpong
Hotel bintang 4 ini memang ingin mewariskan kebudayaan Indonesia. Konsep Budaya Baduy dipilih lantaran warisan asli Banten, tempat hotel ini berdiri. Tak hanya itu, hotel ini juga memiliki tema peranakan yang memiliki nilai budaya tersendiri.
Desain interior sky lobby tetap konsisten dengan sentuhan elemen alam khas Baduy. Untuk para tamu yang ingin duduk, sofa anyaman rotan menyambut. Keindahan kawasan Gading Serpong juga bisa dilihat melalui kaca besar di lantai ini. (Far)
Baca juga:
Episode Gading Serpong Hadirkan Mi Lamian untuk Chinese New Year Dinner
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel