[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Masker Dapat Menimbulkan Radang Selaput Dada

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 14 Agustus 2020
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Masker Dapat Menimbulkan Radang Selaput Dada

Tangkapan layar Facebook terkait penggunaan masker bisa menimbulkan radang selaput dara. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar postingan dari akun Facebook Anna Sommers yang menyatakan bahwa orang yang memamai masker bisa menderita radang selaput dada.

Postingan itu berisikan narasi seorang gadis menderita pleurisy atau radang selaput dada dikarenakan penggunaan masker. Postingan itu dibagikan pada 30 Mei 2020 dan telah dikomentari sekitar 1.000 kali dan telah disebarkan kembali sekitar 7.100 kali.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA): Jokowi Curhat sama Orang-orangan Sawah

Narasi:

“My daughter. 19 yrs old. Healthy. Frontline worker at a huge grocery store chain. Started feeling sick about two weeks ago. Side and back pain. Nausea.. Chest pain. Primary doc sent her for chest x-ray.. Something “lit up” on right side. Sent for MRI. Cat scan. Ultra sound of back and abdomen areas..NOTHING.. While at work was unable to breathe. Chest pain. Rushed to e.r. quarantined. Tested for covid. Young. By herself because no one can be with her. Turns out its pleurisy.. An inflection of the outside of the lining of the lungs. They basically tell her.. It’s because she has been wearing a mask for over 8 hours a day 5-6 days a week. Breathing in her own bacteria. Carbon dioxide.. Caused an infection. And now she is in severe pain. Has to be off work with no pay.. But you wont see that on social media! She’s 19. Healthy. And now is bed bound and struggling to breathe. Antibiotics. Steroids. Breathing treatments.

(Jennifer Brown) -shared”

Tangkapan layar Facebook terkait penggunaan masker bisa menimbulkan radang selaput dara. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook terkait penggunaan masker bisa menimbulkan radang selaput dara. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Jika diterjemahkan narasi tersebut berbunyi seperti ini :

“Anak perempuanku. 19 tahun. Sehat. Pekerja garis depan di rantai toko kelontong besar. Mulai merasa mual sekitar dua minggu lalu. Nyeri sisi dan punggung. Mual .. Nyeri dada. Dokter primer mengirimnya untuk rontgen dada .. Sesuatu “menyala” di sisi kanan. Dikirim untuk MRI. Suara ultra dari daerah punggung dan perut..Tidak ada .. Saat bekerja tidak dapat bernapas. Nyeri dada. Bergegas ke UGD. Dikarantina. Diuji untuk covid. Muda, sendiri karena tidak ada yang bisa bersamanya. Ternyata itu radang selaput dada .. Infleksi bagian luar dari lapisan paru-paru. Mereka pada dasarnya memberitahunya .. Itu karena dia telah memakai masker selama lebih dari 8 jam sehari 5-6 hari seminggu. Bernapas dalam bakteri sendiri. Karbon dioksida .. Menyebabkan infeksi. Dan sekarang dia sangat kesakitan. Harus pergi bekerja tanpa bayaran .. Tapi Anda tidak akan melihatnya di media sosial! Dia 19. Sehat. Dan sekarang ranjang terikat dan berjuang untuk bernafas. Antibiotik. Steroid. Perawatan pernapasan.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Belajar Ilmu Filsafat Diharamkan

Fakta:

Berdasarkan artikel factcheck.afp.com, Departemen Kesehatan Australia kota Victoria menjelaskan bahwa radang selaput dada disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, kanker, pembekuan darah pada paru-paru dan kondisi autoimun.

Dr. Leon van den Toorn, presiden the Dutch Association of Doctors for Lung Diseases and Tuberculosis menegaskan penggunaan masker tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri.

Menurut artikel apnews.com, Humberto Choi sebagai pulmonologi di Cleveland Clinic menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar, disebutkan juga ribuan pekerja medis bekerja dengan menggunakan masker setiap harinya bahkan masker yang digunakan lebih ketat dari masker bedah dan hingga sekarang belum ada yang terkena pleurisy.

Kesimpulan:

Melihat dari penjelasan tersebut, klaim penggunaan masker dapat menyebabkan radang selaput dada adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang menyesatkan atau Misleading Content. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anggota Islam Nusantara Salat Magrib di Dalam Gereja

#Virus Corona ##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Kampus Unpad dan Undip disebut setuju dan siap jadi PTN pertama Program Pendidikan Gratis Prabowo. Cek Kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Setelah disimak, tidak benar ada 18 gubernur yang memberontak ingin keluar dari NKRI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Bagikan