MERAHPUTIH.COM - GELOMBANG panas yang terjadi di wilayah Eropa dan sekitarnya menuai sejumlah spekulasi di media sosial. Kali ini beredar informasi yang menyebut gelombang panas terjadi karena dipicu jaringan 5G.
Informasi ini diunggah akun Facebook 'TruthSpeaker M' yang menampilkan klaim menyebarkan konspirasi tentang penyebab perubahan cuaca bukan karena emisi karbon melainkan jaringan 5G.
NARASI
'Bukan perubahan iklim, atau emisi karbon tapi Eropa dipanggang 5G'.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: BBM Langka karena Gaji Sopir Truk Tangki Banyak yang Belum Dibayar
FAKTA
Tim pemeriksa fakta dari AFP telah melakukan pencarian fakta dengan menanyakannya langsung ke para ilmuwan di bidang iklim dan cuaca.
Milan Kloewer, ilmuwan di bidang iklim di Universitas Oxford, menjelaskan tidak ada bukti atau mekanisme fisika yang membuktikan bahwa sinyal 5G dapat mengubah cuaca atau memicu gelombang panas.
Sinyal 5G hanya menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi radio dengan tingkat paparan aman sehingga efek pemanasan yang dihasilkan sangat kecil dan tidak mampu memengaruhi atmosfer bumi.
KESIMPULAN
Jadi unggahan berisi klaim 'Sinyal 5G sebabkan Eropa dilanda gelombang panas' merupakan konten palsu.(knu)
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Minta Prabowo Setop MBG dan Fokus Selesaikan Proyek IKN

