Heboh Slogan Papua, Maluku hingga Aceh Merdeka di Forum PBB, DPR Desak Penjelasan Pemerintah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 28 April 2025
Heboh Slogan Papua, Maluku hingga Aceh Merdeka di Forum PBB, DPR Desak Penjelasan Pemerintah

Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan (DPR RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menyampaikan kecamannya terhadap aksi yang menyerukan kemerdekaan Papua, Maluku, dan Aceh di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia mendesak Pemerintah untuk mengklarifikasi keterlibatannya dalam memfasilitasi kehadiran pihak-pihak yang menyuarakan isu separatis tersebut di United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII).

"Penting untuk diselidiki terlebih dahulu, apakah Pemerintah turut serta dalam UNPFII, ataukah PBB langsung berinteraksi dengan tokoh-tokoh adat tersebut?," kata legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu dalam pernyataan resminy, Senin (28/4).

Isu gerakan separatis di Papua, Maluku, dan Aceh kembali mencuat setelah slogan 'Free Papua, Free Maluku, dan Free Aceh' muncul dalam forum PBB, tepatnya di Badan Penasehat Tingkat Tinggi Khusus Masyarakat Adat di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial PBB.

Baca juga:

Bukti Pengakuan Dunia, Akhirnya Bendera Baru Suriah Berkibar di Markas PBB

Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok individu yang diduga WNI mengenakan pakaian adat sambil memegang kertas bertuliskan 'Free Maluku, Free Papua dan Free Aceh' saat menghadiri sidang UNPFII ke-24 di ruang sidang Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat pada Senin (21/4).

Aksi tersebut menarik perhatian setelah petugas keamanan forum yang mendapat informasi langsung bertindak menyita selebaran itu dan memberikan peringatan keras kepada para pelaku. Pemerintah Indonesia segera merespons selebaran berisi pesan separatis itu sebagai tindakan provokatif yang tidak sesuai dengan tujuan forum.

Menurut Junico, respons Pemerintah tidak boleh terbatas pada anggapan bahwa ini hanyalah upaya mencari sensasi. Lebih dari itu, Pemerintah harus menyelidiki asal-usul individu yang membawa kertas bertuliskan 'Free Maluku, Free Papua dan Free Aceh' tersebut.

"Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan. Jika Pemerintah terlibat dalam UNPFII, mengapa justru orang-orang ini yang dikirim ke PBB?" tegas Nico Siahaan.

Apabila Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) tidak terlibat dalam forum UNPFII, lanjut Nico, Kemlu perlu mengevaluasi alasan ketidakterlibatan Indonesia dalam forum PBB tersebut.

"Siapa saja dari Kemlu yang terlibat? Dan jika memang tidak dilibatkan, bagaimana evaluasi ke depannya agar Kemlu dapat berpartisipasi? Sehingga perwakilan yang dikirim nantinya adalah yang paling kompeten," ujar Nico.

Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat, telah memberikan tanggapan terkait insiden sejumlah orang yang membawa selebaran bertuliskan Free Papua, Free Maluku, dan Free Aceh di forum PBB, Amerika Serikat.

Menyusul insiden tersebut, sejumlah individu yang menyalahgunakan forum dengan membawa selebaran Free Papua telah ditindak dan diperingatkan. Roy menyatakan bahwa kertas yang dibawa oleh delegasi tersebut telah disita oleh petugas keamanan PBB.

Forum PBB United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) merupakan wadah diskusi mengenai isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat adat, terutama dalam konteks pembangunan, hak asasi manusia, dan lingkungan. Forum ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara dan organisasi masyarakat adat.

Baca juga:

MUI Nilai Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia Kontraproduktif bagi Kemerdekaan Palestina

Sidang UNPFII yang diadakan dua tahun sekali ini menjadi platform bagi negara-negara dan organisasi masyarakat adat di seluruh dunia untuk membahas implementasi UN Declaration on the Rights of Indigenous Peoples, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat adat di berbagai penjuru dunia.

Kemlu menjelaskan bahwa forum tersebut dimanfaatkan oleh negara-negara anggota PBB untuk bertukar pandangan mengenai upaya pemberdayaan masyarakat, serta membahas kerja sama antarnegara yang memiliki visi serupa terkait pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Indonesia hadir secara resmi dalam forum tersebut.

Meskipun demikian, delegasi yang menyebarkan pesan separatis di UNPFII disebut hadir di bawah naungan sebuah NGO atau organisasi non-pemerintah. Mereka membentangkan tulisan Free Papua, Free Maluku, dan Free Aceh menjelang pembukaan Sidang UNPFII.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kelompok tersebut berasal dari Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF) dan West Papua Liberation Organization (WPLO). Perwakilan dari ASNLF adalah Tengku Fajri Krueng dan Muhammad Hanafiah, sementara perwakilan WPLO adalah John Anari dan Martin Go.

#PBB #DPR RI #Nico Siahaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Sekolah merupakan ruang belajar yang harus bebas dari segala bentuk ancaman.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Indonesia
60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
Ancaman fenomena iklim seperti El Nino yang memicu kekeringan ekstrem harus direspons pemerintah melalui sistem kesiapsiagaan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
Indonesia
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Langkah cepat dinilai penting agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang berujung pada terganggunya pelayanan publik. 

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Indonesia
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Profesi tenaga kesehatan merupakan profesi mulia yang menuntut standar etik tinggi, termasuk dalam berkomunikasi di ruang digital.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Indonesia
Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Komisi V DPR akan Panggil Kemenhub, KNKT, dan Pelindo
Komisi V juga mendesak investigasi menyeluruh agar penyebab kebakaran kapal rute Surabaya-Makassar itu dapat diungkap secara tuntas.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Komisi V DPR akan Panggil Kemenhub, KNKT, dan Pelindo
Indonesia
DPR Minta Kreator Konten Tanpa Etika Ditindak Tegas
Mendorong penyusunan regulasi yang mencakup perlindungan privasi, penggunaan identitas, perlindungan anak, hingga tanggung jawab atas dampak publikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
DPR Minta Kreator Konten Tanpa Etika Ditindak Tegas
Indonesia
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Pembenahan tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi insiden, harus diwujudkan melalui modernisasi pengawasan dan peningkatan standar keselamatan pelayaran.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Indonesia
Komisi II DPR Minta Penaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Matang dan Berbasis Kinerja
Kebijakan tersebut harus diiringi dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komisi II DPR Minta Penaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Matang dan Berbasis Kinerja
Indonesia
Puan Sebut Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Bukti Keamanan Transportasi Laut masih Minim
Rentetan insiden tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi secara menyeluruh sistem pelayaran nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Puan Sebut Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Bukti Keamanan Transportasi Laut masih Minim
Indonesia
Laka Kapal Terus Berulang, DPR Sebut sebagai Indikator Kerapuhan Keselamatan Pelayaran Nasional
Berulangnya insiden tragis yang merenggut banyak korban jiwa dan korban hilang menjadi sinyal kuat masih lemahnya tata kelola dan sistem keselamatan pelayaran nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Laka Kapal Terus Berulang, DPR Sebut sebagai Indikator Kerapuhan Keselamatan Pelayaran Nasional
Bagikan