Kesehatan

Heboh Sereal Berbentuk Rahim, Bentuk Edukasi Alternatif

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 08 Juni 2022
Heboh Sereal Berbentuk Rahim, Bentuk Edukasi Alternatif

Sebuah brand membuat sereal berbentuk unik (Foto: odditycentral)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH brand produk kesehatan bernama Intimina me-launch produk yang menghebohkan jagat maya. Brand itu merilis Period Crunch, sereal sarapan berbentuk rahim berwarna merah susu.

Seperti yang dikutip dari laman odditycentral, 82 persen orang tidak bisa mengidentifikasi dengan benar di mana letak rahim. Mungkin ini berkaitan dengan fakta bahwa masyarakat jarang berbicara tentang rahim perempuan. Tidak seperti organ-organ lain yang cukup familiar, seperti jantung dan hati.

Baca Juga:

Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Penyebab Migrain

Sereal Periode Crunch memiliki rasa raspberry (Foto: odditycentral)

Intimina, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produk-produk menstruasi seperti menstrual cup yang ramah lingkungan dan perangkat pelatihan otot kegel. Intimina ingin membuat produk dengan cara yang menarik, seperti Period Crunch.

Selain itu, kotak sereal Period Crunch tersebut berisi diagram seperti alat reproduksi perempuan. Sehingga orang bisa melihat di mana letak rahim pada tubuh perempuan.

Sereal yang sangat unik itu dilaporkan terinspirasi dari survei internal terhadap 2 ribu orang dewasa, yang mengungkapkan bahwa sekitar 48 persen perempuan terlalu malu untuk membicarakan menstruasi. Bahkan, sekitar 77 persen mengaku tidak pernah menyebut menstruasi sebagai topik pembicaraan di majalan atau di rumah tangga.

Baca Juga:

Sumpit Pintar, Bisa Bikin Makanan Jadi Lebih Gurih

Sereal Periode Crunch bertujuan membantu meningkatkan kesadaran akan stigma sosial perihal menstruasi (Foto: odditycentral)

Mengenai sereal itu, seorang ginekolog untuk Intimina Dr Shree Datta mengatakan, bahwa dia sangat senang dengan pengembangan sereal Period Crunch.

"Saya senang Intimina telah mengambil alih tantangan dan mengembangkan Period Crunch untuk membantu meningkatkan kesadaran akan stigma sosial yang sedang berlangsung perihal menstruasi," ujar Shree Datta.

Lebih lanjut Datta menjelaskan bahwa menstruasi merupakan bagian dari diri kita. "Jadi sangat memprihatikan mendengar begitu banyak orang yang tetap tidak nyaman mendiskusikannya ketika itu hanyalah bagian lain dari kesehatan kita," jelasnya. (Ryn)

Baca Juga:

Sering Sakit Kepala? Redakan dengan Makanan Ini

#Kesehatan #Makanan Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan